Dia Dosenku

Dia Dosenku
6. panggil aku kaka


__ADS_3

"kamu kenapa"


"ga apa-apa pak" tanyaku dengan senyum paksaan yang di buat-buat.


"kamu gak nyaman?"


"ah gak pak, cuman .... ga enak aja di liat orang pak"


"kenapa? orang mana yang merhatiin kita, toh juga mereka mikirnya kamu istriku, iya gak?"


"isss bapak, kok ngomong gitu.. " -aaakkhh benar-benar menyebalkan-


"aaahhh bisa gak kalo kamu sama aku manggilnya jangan bapak, kek ketuaan banget aku nya,"


"hah?? emangkan bapak dosen aku. otomatis lah pak panggil bapak, panggil apa la....."


"panggil kaka, saya mau kamu panggil saya kaka kalo kita lagi berdua kek gini" katanya dengan tatapan mendalam dan serius


aku benar-benar terkejut, -dia mau di panggil kaka, buat apa cobaa. untuk apa?-


tenggorokan ku terasa kering untung pesanan makanan segera tiba.


aku langsung meminum jus jeruk yang di pesan tadi.


"kamu kenapa? awas tersedak kamu loh"


"ga apa-apa pak" aku melihat steak yang ada di depanku. -gimana caranya makan ginian, emang kenyang makan daging doang, mana aku laper banget lagi- lalu kulihat pak Arkana dengan lincah dan lihai memotong steak Dengan ukuran kecil. aku pun mulai mengambil pisau dan garpu untuk memotong steak nya.


"kamu makan yang ini" pak Arkana memberikan aku steak nya. menukar dengan steak ku.


"makasih pak" jawabku sambil menundukkan kepala ku sedikit.


"ya udah, makan. mama kamu menunggu loh"


-aaakkkh bener, mama menunggu, aku hampir lupa, bahkan beneran lupa kalo mama nunggui-


akupun makan dengan lahap tanpa drama di depan pak Arkana. bodoh amat dia mau menilai saya kek gimana, -terserah, mau dibilng rakus juga ga apa-

__ADS_1


setelah makan kami pun bergegas pulang. pak Arkana melajukan mobilnya, sekitar 15 menit kami sudah sampai di depan toko papa. aku bergegas turun di susul sama pak Arkana dan di sambut oleh mama.


"assalamualaikum ma aku pulang" ku cium tangan mamaku


"assalamualaikum bu, maaf ibu menunggu lama" kata pak Arkana sambil menjabat tangan ibuku.


"ahh iya pak, tidak apa-apa, terimakasih sudah mengantarkan Anna"


"iya bu saya yang terimakasih, Anna sudah membantu saya, saya permisi dulu bu, assalamualaikum"


"waalaikum salam, terimakasih banyak pak, hati-hati di jalan"


pak Arkana langsung pergi tanpa menoleh lagi ke arahku. -kok kek gak enak sih gak disapa sama sekali, aahhh bodo amat-


"Anna, kamu beneran cuma temani pak Arkana Belanja??"


"iya maa, temani apa lagi"


"hati-hati sama pak Arkana. jangan sampai orang salah paham mikirin yang tidak-tidak"


"iya ma, ga ada apa-apa kok, dia dosenku ma"


"iya ma" ..


akupun masuk, dan langsung baring karena capek. tiba-tiba handphone ku berdering tanda WhatsApp masuk. ternyata dari pak Arkana.. kubuka pesan darinya.


*ibu kamu marah?*


*gak kok pak*


*ibu bilang apa?*


*ga bilang apa-apa pak, mama cuma khawatir kalo aku sering di antar sama bapak*


*kenapa?*


*biasalah pak, anak gadis, hehe. takutnya orang pada ngeliat pak dan mikir macem-macem*

__ADS_1


*kamu mau orang gak mikir macem-macem?*


*maksudnya pak?*


lama lama dan lama dia tidak balas chat aku. dan akhirnya aku tertidur..


sore hari mamaku membangun kan ku,.


"Anna, udah sore, bangun"


"iya ma"


aku bangun dan langsung pulang ke rumah.. hari yang melelahkan. aku bergegas ke kamar dan menghempaskan tubuhku ke tempat tidurku.


tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kencangnya.


......braaaakkk.....


"Lidiaaaaaa ngagetin aja sih"


"kak, ada uang 100rb gak"


"ga ada. kenapa"


"pinjem dong kak, aku ga mau minta sama mama"


"untuk apaan"


"aku mau beli buku paket buat literatur"


"awas kalo bukan untuk beli buku" lalu aku mengambil dompetku dan memberikan uang 100ribu untuk adikku


"beneran kak, besok aku kasi struk pembayaran nya"


Lidia keluar dan aku memilih untuk mandi dan mengerjakan tugas kuliah yang belum rampung.


jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. aku pun memutuskan untuk tidur..

__ADS_1


#to be continued


__ADS_2