Dia Dosenku

Dia Dosenku
13. Arkana POV III


__ADS_3

pagi ini jadwal ku di rumah sakit. ke aku kampus saat siang hari. karen jadwal pelajaran ku setelah jam istirahat.


aku pun sampai di kampus sebelum jam istirahat selesai. beberapa menit setelah sampai tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan ku. -Anna?-


kulihat dia terus tertunduk, ternyata dia bermasalah dengan pembayarannya. dia ingin menyicilnya. namun aku bertekad membayarnya. namun kukatakan bahwa dia bisa menyicilnya sesuai keinginannya 1jt perbulan.. tapi aku ingin dia pulang bersama ku hari ini. namun ketika di depan gerbang kulihat dia bersama seseorang cowok. -apa itu pacarnya?-


kutanyakan itu saat pulang. ternyata bukan pacarnya. aku sedikit lega tapi aku melihat cowok itu sangat menyukainya dan sangat dekat dengannya.


......................


keesokan harinya kami ke bank untuk membayar biaya studi tournya. aku senang bisa membantunya, dan untuk pertama kalinya dia memanggilku kakak. aku senang bukan main. seperti orang kasmaran. ku katakan bahwa aku akan memberikan sesuatu padanya saat pulang kampus nanti. sesampai di kampus kubiarkan dia berjalan duluan. untuk menghindari gosip dan membuanya tidak nyaman.


namun saat aku menyusulnya, aku mendengar pembicaraannya dengan teman laki-lakinya. yah itu Romi.


"kamu utang penjelasan sama aku Na," kata cowo itu


"soal pak Arkana?"


"ayo duduk dulu" cowok itu menarik tangannya duduk di bangku


"jadi dia pak Arkana Rom, penanggung jawab kelas aku. tau kan besok kami ke Bali sementara aku belum bisa bayar uang studi tour. jadi aku konsul ke dia kalo aku belum bisa bayar."


"tapi kamu pulang sama dia??"


"dia anter aku pulang Rom"


"kamu tau aku cemburu Na?"


"Rom, aku sama dia gak ada apa-apa kok, dia dosen aku, dosen kita"


"aku mencintai kamu Anna"


"Rom, ak aku ..."


"aku selalu nungguin kamu Na, jaga diri kamu baik-baik"


"Rom aku..."


"selamat sampai tujuan yah, hati-hati kamu di perjalanan, maaf gak bisa nemani kamu jalan"


hatiku sakit mendengarnya. bagai di remas dan koyak. yah mungkin memang Anna hanya menganggap ku dosennya. tidak lebih. dan bahkan teman laki-lakinya menyatakan cintanya. aku sembunyi di balik tembok itu menunggu Anna pergi.


tiba waktunya pulang. aku menunggunya di parkiran mobilku. aku mengantarnya pulang. entah ada apa dengan ku. aku sangat tidak mood dan kecewa. Anna meminta turun di suatu toko. dia akan membeli sesuatu untuk perlengkapan keberangkatan besok. aku menurunkannya tanpa bicara sedikit pun. aku juga tidak mengerti perasaanku. setelah dia turun aku melajukan mobilku. sesampai di rumah aku baru ingat kalo aku akan memberikan boneka itu kepada Anna.


"aahhh kok bisa lupa sih"


saat aku masuk rumah. mama menungguku.


"Kana, kata papa kamu akan ke Bali?"


"iya ma, mendampingi mahasiswa"


"kata papa kamu pergi dengan seorang mahasiswa pagi ini. dia siapa Nak?"


"papa melihat?"


"katanya dia mahasiswa kamu, apaa dia bicara ngawur mu kemarin?" kata mamaku menyelidik


"apa bener kamu menyukai mahasiswa mu Kanq?"


"ntahlah ma, aku pun belum yakin"


"sudahlah, ganti bajumu dan istirahat. apa yang mau kamu bawa ke Bali besok? mama akan siapkan"


"ga usah ma, aku ga bawa banyak kok"


aku naik dan istirahat. setelah makan malam aku menyiapkan pakaian yang akan aku bawa,.


......................


pagi hari aku turun sarapan membawa koperku. aku sarapan bersama mama dan papa.


"Kana, mama dan papa akan ikut juga" kaka mama


"Mama mu sangat ingin kesana Kana" kata papa.

__ADS_1


"terserah mamasi, yang penting jangan ada yang tau kalo aku anak papa"


"mama malah mau mengungkapkan pada orang bahwa ini Arkana. anakku"


"jangan ma, aku harus memastikan sesuatu dulu."


"apa itu?" kata papa


"ada lah pa, nanti Kana akan beritahu, yaudah ma, pa, aku berangkat ya, mang udin akan antar aku. dan membawa mobil pulang nantinya"


sesampai di kampus sudah banyak mahasiswa yang berkumpul. semua orang tuanya ikut mengantarkan anaknya termasuk Anna. aku melihat ibunya, dan laki-laki di samping nya mungkin itu ayahnya. entah kenapa aku tiba-tiba menghampiri mereka.


"assalamualaikum bu" sapaku


"waalaikum salam, eh pak Arkana, pak Arkana berangkat jugaa"


"iya bu, saya ikut mendampingi mahasiswa"


"oh syukurlah, kalo boleh kami meminta pak, tolong jaga Anna kami, ini pertama kalinya dia naik pesawat pak" kata ibunya khawatir


"iya bu, aku akan menjaga nya"


"dan terimakasih banyak pak, sudah membayarkan Anna biaya studi tour ini, secepatnya kami akan melunasinya pak"


"ahh tidak perlu di bahas bu, ibu tidak perlu memikirkan itu"


"maaf pak, saya sebagai ayahnya akan sangat berterimakasih" kata ayah Anna


"iya pak, saya akan menjaga Anna, saya 1 bus kok dengannya dan 1 pesawat juga nantinya"


"terimakasih banyak pak"


"iya bu, sama-sama,,' aku berlalu mengambil kursi dan memberikan pada orang tuanya untuk duduk.


"duduk dulu bu, pak, nanti pegel berdiri terus"


"terimakasih banyak pak"


"iya bu, saya masuk dulu yah. saya titip koper saya sebentar bu, boleh?"


aku menggeser koperku ke dekat koper anna, lalu pergi berkumpul bersama dosen lainnya.


"pak Arkana, tolong arahkan mahasiswa untuk segera naik ke bus" kata salah satu dosen


'"baik pak" aku pun mengambil speaker dan memberikan arahan


"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, perhatian,. sekarang kita naik bus, ke 4 bus ini akan mengantarkan kita ke bandara dan masing-masing bus akan ada dosen pembimbing yang akan ikut. tetap jaga ketertiban dan jangan berdesakan"


semua mahasiswa berpamitan ke orang tuanya dan mulai mengangkat kopernya.


aku berlari kecil ke arah Anna, tempat koperku berada. kulihat dia bersalaman dan berpelukan dengan ibu bapaknya.


"Anna, sudah siap?" kataku


"iya pak"


"kami permisi bu, doakan kami selamat sampai tujuan dan pulang kembali dalam keadaan sehat"


"Iya pak, tolong jaga Anna" kata ibunya


"yuk naik bus sekarang, sini koper kamu" aku mengangkat koper nya. dan berjalan duluan. kudengar bisikan temannya dari belakang


"Anna pak Arkana kenapa?'


"mana aku tau"


aku mendengar bisikan temannya namun aku tak menghiraukan.


aku Anna dan kedua temannya pun naik, segera ku menyusulnya untuk menyimpan kopernya.


"ini koper kamu, kamu duduk di dekat jendela, takutnya kamu mabuk perjalanan, aku duduk disini"


"taa tapi pak"


"udah, teman mu duduk di depan,. ayo duduk"

__ADS_1


aku menunjukkannya kursi. dan sepertinya temannya tidak menyetujuinya. tp mereka pasrah. mungkin karena dia terpaksa patuh pada dosennya. aku tersenyum penuh kemenangan.


bus melaju, untuk sampai di bandara di butuhkan waktu sekitar 3 jam. namun hampir 2 jam perjalanan ku lihat Anna gelisah.


"kamu mabuk?" dan dia mengangguk


segera ku ambil minyak kayu putih di tas ku, lalu ku balurkan di telapak tangannya. kusuruh menghirupnya namun dia mau muntah.


segera kuambil plastik sampah mobil yang telah ku beli sebelumnya, kusuruh muntah dan benar. dia muntah


"uueekk"


kupijit tengkuknya dan pundaknya agar dia baikan. temannya terlihat sangat khawatir.


"Annaa, kamu baik-baik saja??"


"ini tissu pak" temannya memberikan tissu.


"kipas Ran, kipas" temannya memberikan kipas portable.


kulihat Anna lemas sekali, aku mulai panik..


"Anna.. mau makan sesuatu gak"


dia hanya menggelengkan kepalanya. aku benar-benar khawatir. aku ingin memeluk nya, ingin menyandarkan kepalanya kepadaku. ku genggam tangannya. begitu dingin.


"Anna, kamu baik-baik saja? Kamu mau sandar sama aku?" kutawarkan diriku untuk dia sandari, dia hanya menurut. dia benar-benar mabuk perjalanan.


"pak dia baik-baik saja??" tanya temannya.


"dia akan baik-baik saja. kalian duduklah."


......................


mobil melaju dan setiba kami di bandara ...


"Anna.. kamu baik-baik saja? kita sudah sampai"


"Hah? sampai? kemana?" dia bangun dari sandarannya dalam keadaan setengah sadar.


"Anna, kita di perjalanan, kita mau studi tour" kata salah satu temannya


"hah??? kita dimana?"


"kita nyampe di bandara Anna, kamu gak ingat?" kata temannya lagi.


dia menggeleng, aahh menggemaskan sekali..


"Anna kamu benar-benar mabuk, kamu ga ingat kamu muntah sama pak Kana?


"hah??" dia tambah kaget


"udahh ayok turun. Anna kamu bisa berdiri??" aku membimbing nya turun dari bus. dia benar-benar heran di temannya menghujam nya dengan berbagai pertanyaan...


aku menyuruhnya duduk dan aku membeli beberapa camilan untuknya


"Anna, kamu makan dulu yah"


"makasih banyak pak, dan maaf pak"


"ga apa-apa, kamu makan yah, 1 jam kedepan kita aka flight,"


"pak, apa bisa aku pulang saja?" dia tampak ingin menangis


"ga bisa sayang, kamu harus ikut, kamu sudah sejauh ini. waktu terbangnya cuma 40 menit kok, sabar yahh" demi apa?? aku memanggilnga sayang. dia terkejut tiba-tiba temannya datang.


.................Arkana pov end.................


#to be continued


#see you tomorrow


mohon follow dan like yaahh. untuk menyemangati author :)


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2