Dia Dosenku

Dia Dosenku
18. perempuan itu...


__ADS_3

setelah hal tak terduga yang di ucapkan pak Arkana, aku kini menjadi bingung sendiri. dia memberiku sejumlah uang dan kartu blackcard. aku bahkan gak tau itu kartu atm atau kartu kredit.


"Anna,.." kayla membuyarkan lamunanku


"iya kay, aku harus mengembalikan ini kay"


"kamu balikin dompet berisi uang ini aja Na, yang barang ini kamu ambil" kata Rania


"iya Na, siapa tau memang pak Arkana tulus gituu? ya kan?" kata kayla


"tulus gimana kay, aku rasa dia itu benar-benar punya istri atau paling gak pacar, aku ga mau berurusan dengan laki orang" kataku


"terus kamu mau balikin kek gimana Na,? "kata Kayla


aku menghela nafas panjang. di berikan barang mahal dan uang bukannya membuatku senang. ini malah membuat aku tidak nyaman dan merasa ada beban.


kulihat pak Arkana menelpon dan naik ke bus di susul dosen dan mahasiswa lain yang juga menaiki bus. kusimpan kotak pemberian pak Arkana di bawah kursi mobil jelang magrib bus melaju Kembali menyusuri kota Bali. kami sampai di suatu restoran sekaligus tempat peristirahatan untuk menunaikan shalat magrib dan isya sekaligus makan malam. kami turun di bus, tak lupa ku ambil dompet berisi uang milik pak Arkana.. siapa yang tahu akan hilang di bus.


kami di beri waktu sampai jam 9 malam untuk keliling mencari oleh-oleh dan menunaikan kewajiban. aku dan sahabatku tidak langsung makan. aku tidak tahan dengan desak-desakan apalagi untuk makan. kami memilih untuk mencari oleh-oleh dulu. kami berjalan memasuki toko oleh-oleh itu. Rania dan Kayla memilih banyak sekali barang. maklumlah mereka orang berada. beda dengan ku.


aku hanya membeli 2 dress murah bertuliskan Bali di bagian depannya. untukku dan untuk adikku. kupilihkan 1 daster panjang untuk mama. semakin lama pengunjung semakin ramai. kami pun membayar di kasir. belanjaku cuma 175ribu. sedangkan belanja kedua sahabatku sampai setengah juta.


kami pun menuju ke prasmanan untuk makan. hanya ada beberapa mahasiswa yang masih menikmati makanan..


aku dan kedua sahabatku menikmati makan malam tiba-tiba teleponku berdering. ternyata Romi yang video call.


*hay Rom..*


*gimana kamu di Bali Na,?*


*aku baik-baik aja Rom, nih lagi makan sama Rania dan Kayla* kataku sambil membalik kameraku


*have fun yaa kalian semua, jaga diri baik-baik dan jangan begadang*


*siap pak bos* serentak Rania dan Kayla


*ya udah kalian lanjut yaa, bye*


*bye Rom..*


Romi menutup teleponnya. entah kenapa orang itu menelpon. aku menyimpan handphone di tasku dan lanjut makan.


pukul 9 malam, kami pun bergegas ke bus untuk balik ke hotel. sesampai di hotel aku langsung menyimpan kotak pak Arkana di lemari hotel. entah apa yang akan kulakukan dengan barang-barang itu. kuhempaskan diriku di tempat tidur tanpa membuka seragam ku.


"aahh capek banget, kakiku keram sekali"


"akhirnya rebahan"


"hari yang melelahkan"


kami bertiga baring menghempaskan tubuh begitu saja. capek banget.


hingga tak sengaja kami ketiduran. aku terbangun dan melihat jam di handphone ku menunjukkan pukul 3 dini hari.

__ADS_1


"hah?? kok bisa ketiduran sih??" aku bangun dan melihat sahabatku pun ketiduran. ku ganti bajuku dan cuci muka lalu tidur kembali.


tak lupa pasang alarm pukul 5 subuh.


kriingg.. kring... kring....


alarm berbunyi aku terbangun dan membangunkan sahabat ku. setelah bangun mereka heran masih memakai seragam.


"kita gak ganti semalaman?"


"emm, aku bangun jam 3 subuh tadi untuk ganti baju"


"kok bisa secapek itu sih?"


"udah sana mandi kalian. aku udah selesai mandi. hari ini kita masih pake seragam kampus kan?" kataku sambil mulai siap-siap..


aku memakai seragam ku dan bersolek sedikit. makeup alami ala korea,. setelah selesai aku memainkan ponselku sambil menunggu sahabat ku siap.


kulihat chat masuk di WhatsApp ku. ada pak Arkana, kubuka chatnya. *besok sarapan bareng yah* . isi pesan nya singkat. namun gak aku respon. bagaimana bisa dia mengajakku sarapan sementara kekasih nya akan kemari.


jam menunjukkan pukul 6 pagi. aku dan kedua sahabatku turun untuk sarapan.


"aku pikir kita yang paling cepet, banyak ternyata. haha"


"hmmm yuk serbu"


"sembarang kamu kay"


aku dan sahabatku menuju tempat prasmanan makanan.


"heheh, biasalah Ren" .


"aku denger tadi katanya keluarga pak direktur akan sarapan bersama kita"


"kenapa emang?."


"yaa kita bisa cepat selesai makannya. emang masih bisa makan gitu kalo pak direktur makan disini?"


"iya juga sih. yaudah ayo cepetan."


aku dan teman-teman mengambil makanan dan duduk di meja yang di sediakan. benar kata Reni, pak direktur akhirnya datang.. dia datang bersama istrinya, di giring oleh beberapa dosen, dan dipersilahkan duduk.. tak lama kemudian aku melihat pak Arkana datang. dia datang bersama perempuan cantik, anggun dan sangat elegan, dn pastinya itu bukan mahasiswa.. dia memegang tangan perempuan itu dan mempersilahkan duduk di dekat pak direktur. mereka makan bersama dosen lainnya. terdengar mereka bersenda gurau.


"itu perempuan yang vcall dengan pak Arkana kemarin" kataku


"apa itu istrinya?" kata Rania


"kalo memang iya, terus kenapa dia seolah-olah memberikan harapan?." kataku sambil menarik nafas panjang.


"udahlah hambur aja uangnya" kata kayla antusias


"sembarang kamu kay,! Ran, kenapa sih anak ini ngawur terus. hahaha" aku kesal namun tertawa karena kayla.


"sudahlah Na, makan aja. kita nunggu di lobi,"

__ADS_1


kamipun menyelesaikan makan dengan cepat. lalu kami beranjak menuju lobi. kami Melewati meja makan direktur karena memang dekat dengan jalan keluar.


"Anna,. mau sarapan bersamaku?"


"hah? , ah iya pak, kami baru saja selesai sarapan, terimakasih banyak pak, kami akan menunggu di lobi". untung masih bisa bersikap sopan, apalagi didepan pak direktur. pak Arkana tiba-tiba memanggil ku membuat pak direktur dan dosen lainnya menoleh kearah ku..


"oh ya, kalo begitu malam ini makan malam denganku" aku gak tau ekspresi pak Arkana. kenapa juga dia mengajakku di depan banyak dosen.


"ah terimakasih banyak pak, kami permisi pak, kami akan ke lobi". kataku sopan dan sedikit menundukkan kepala. aku dan sahabatku mempercepat langkahku menuju lobi, disana kami duduk di kursi panjang menunggu kedatangan bus dan teman lain yang masih sarapan.


"Ran, pak Arkana gak normal deh"


"setuju Na, bisa-bisanya dia ngomong gitu di depan direktur" kata Rania


"kau lihat tatapan perempuan tadi? dia melihat kamu terus Na" kata kayla


"aku merinding gaes, kok bisa sih kek gitu. gimana kalo perempuan itu labrak aku Kay??" aku panik.


"tidak tidak Anna, kami akan melindungi kamu, enak aja, kamu kan gak salah apa-apa, pacaran aja enggak" kata Kayla lagi.


"gimana dong. kok aku takut yaa" kataku memelas.


kedua sahabatku prihatin, sebisa mungkin harus menghindari pak Arkana. itu yang dikatakan sahabat ku.


sambil menunggu teman-teman lain, kami menelpon ibu masing-masing. menanyakan dan memberi kabar dan melepas rindu. baru kali ini aku pisah lama dengan ibuku.


tak lama kemudian semua teman-teman mahasiswa sudah berkumpul. dan mulai naik ke bus. kali ini aku dan sahabatku duduk di kursi panjang bus paling belakang. aku duduk tanpa melihat keadaan sekitar ku. aku fokus di handphone ku membalas pesan dari Romi. tiba-tiba Kayla menepuk-nepuk pundak ku.


"Anna, Anna"


"apa sih kay, sakit tauuu" aku meringis kesakitan


"rombongan direktur ikut di bus kita" kata kayla


"pak Arkana sama wanitanya juga" sambung Rania


"ini akan menjadi hari cemburu sedunia, si tamvan dan si syantik berjalan bersama di tengah-tengah perempuan. wkwkwkw" kayla cengengesan


"lebaayy...." kataku


"kudengar dengar, perempuan itu anak direktur" bisik Rania


"tau dari mana kamu Ran,?" tanya kayla


"barusan kudengar teman-teman, katanya perempuan itu memanggil pak direktur dengan sebutan papa" jelas Rania


"apa pak direktur menjodohkan anaknya dengan pak Arkana? waahh benar-benar pasangan yang cocok" kata kayla..


aku terdiam. pak Arkana sungguh sesuatu yang tidak mungkin bisa dicapai. tapi mengapa dia selalu baik padaku. peduli padaku. bahkan mengajak ku makan bersama. -aahh kamu terlalu ke geeran Anna, kamu siapa. hatiku pliss Jangan goyah dan jangan bodoh-


"Anna..." aku tersadar dari lamunanku karena seseorang memanggil ku...


#to be continued

__ADS_1


maaf readers ... masih berantakan kata-katanya. ini novel pertama aku. mohon tinggalkan jejak ketika membaca yaaa.. untuk memberikan dukungan ke author supaya semangat upload nya .. see you.


__ADS_2