Dia Dosenku

Dia Dosenku
11. Arkana POV I


__ADS_3

"Den.. Den.. bangun den.. nyonya sudah menunggu untuk sarapan" aku terbangun,, bi marni membangun kan ku. Yappp Namaku Arkana Arsya, di panggil Kana, aku seorang dokter di RSU Myungsei. Papaku direktur di Universitas Myungsei,. ibuku direktur di RSU Myungsei. Myungsei grup merupakan perusahaan rintisan keluarga kami. aku memiliki seorang adik perempuan, sedang melanjutkan kuliah ke luar negeri.


"iya bi, bentar lagi saya turun." bi marni keluar kamarku, dan aku bergegas bangun.


bi marni adalah ART keluarga ku. dia yang telah yang telah memenuhi semua kebutuhan ku mulai dari aku masih kecil.


aku berpakaian dan turun menemui ibuku untuk sarapan.


"pagi ma, pa" kataku lalu duduk di kursi dan mengambil sarapan.


"pagi sayang, sarapan dulu" kata mama


"hari ini kamu jadi mengajar di kampus kan?" tanya papa


"iya pah. aku udah siapkan materi untuk hari ini"


"kamu kenapa sih harus mengajar Kana, emang jadi dokter belum cukup sibuk untuk kamu?" kata mama


"hanya sementara kok ma, tapi kalo nyaman, yaa mungkin seterusnya. hehe"


"kalo kamu sibuk terus begini, kapan kamu ada waktu untuk menikah Kana" kata mama penuh tekanan.


"akan ada waktunya ma,. oh ya pa, di kampus nantinya Jangan sampai ada yang tau kalo aku anak papa"


"oh yah? kenapa?" papa mengerutkan keningnya


"yaaa gak enak aja pa, dan jangan ada yang taulah kalo aku dokter juga. aku hanya ingin jadi orang biasa di antara dosen dan staf nantinya"


"kami ini ada-ada saja Kana. gimana kalo orang semena-mena sama kamu nantinyaa" ibuku cemas


"ga kok ma, ya udah aku berangkat duluan pa, ma" aku berdiri bergegas menuju ke garasi tiba-tiba maamaku datang


"Kana, bawa ini, nanti kamu kelaparan dan jangan makan sembarangan di kampus" mamaku memberikan kotak bekal dan susu kotak.


"maaa, aku bukan anak SD kalii di suruh bawa beginian" kataku memelas


"udah bawa aja, nanti kamu ga sempat makan, udah jalan sana. hati-hati yaaa"


mamaku mendorong ku masuk mobil membawa kotak makanan. aku menyalakan mesin dan melaju ke kampus. sesampai di sana aku memasuki kawasan universitas, masuk ke ruangan dosen dan memperkenalkan diri.


aku di sambut baik karena dosen dan staf nya ramah. aku pun di tunjukkan sebuah ruangan, tempat kerja ku kedepannya.


setelah itu mempersiapkan diri untuk mengajar di kelas mahasiswa. aku menuju ke kelas tersebut. dari luar kelas terdengar sangat berisik.. -aaahh ribut sekali para gadis-gadis ini"


aku langsung masuk kelas.


"assalamualaikum" ..


sontak semuanya menjawab salamku dan diam. -huufft diam juga ternyata, tapi kenapa banyak yang berbisik-bisik? apa penampilan ku salah? aneh? sudahlah..


"Kalian pasti sudah tau kalau saya dosen pengganti, dikarenakan dosen sebelumnya cuti. Ada yang sudah kenal saya??"


"Belum pak" waah kompak banget mereka


"Perkenalkan nama saya Arkana Arsya, saya yang akan mengajar kalian selama 1 semester ini, sekaligus saya sebagai konsultan mahasiswa kedepannya, dan kalo gak salah saya wali kelas kalian"


"Status paak" mereka menanyakan statusku


"Status?? Status rahasia, menurut kalian status saya apa?" saya tertawa nyengir -mungkin memang waktunya untuk menikah .


"Yaaaaa" mereka sepertinya kecewa


"Nomor WhatsApp paak" cekatan juga mahasiswa yang satu ini


"Kalian bisa save 087********, chatnya kalo ada kepentingan saja yah"


akupun langsung memulai pelajaran, semua tampak serius terkecuali 1 mahasiswa. sepertinya dia kelelahan, ataukah dia sakit. aku pun menegurnya.


"Yang di belakang, yang tidur, siapa namanya"


"Saya pak" katanya terlihat gugup


"Ya, siapa namamu" aku berjalan ke arahnya.


"Saya Anna pak, Anna Anggraini" dia semakin gugup


"Setelah pelajaran ini ikut ke ruangan saya"

__ADS_1


"Iya pak"


-Anna Anggraini, nama yang bagus. dia cantik dan sepertinya anaknya polos-


jam pelajaran selesai. aku kembali ke ruangan ku. menunggu Anna, si putri tidur. tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu. kusuruh masuk dan duduk di depan mejaku. dia duduk dan tertunduk.


"Kamu tahu kesalahan mu?"


"Tahu pak, saya tertidur di jam pelajaran bapak"


"Mengapa kamu tertidur, atau memang kebiasaan kamu tertidur di jam pelajaran?"


"Ti. Tidak pak, baru kali ini pak" dia sepertinya gugup


"Kamu begadang?" tanyaku sambil menyelidik


"Iya pak, saya bantu papa saya sampai larut malam"


"Kerja?" aku bingung, gadis sepertinya bekerja


"Iya pak, kerja, jualan buah"


"Saya sangat tidak suka kalau ada mahasiswa yang tidur di jam pelajaran saya"


"Saya minta maaf pak, ini tidak akan terulang lagi"


"Saya mau kamu menulis surat permintaan maaf 10 lembar disini"


"Masa sih pak sampai 10 lembar?"


"Kamu tidak mau?"


"Ya sudah pak"


sepertinya dia terpaksa menulis, saya bisa melihat betapa lelahnya wajahnya, apakah anak ini sakit? begitu pikirku.


Namun tiba-tiba aku mendengar perutnya berbunyi dan seperti dia sangat malu


"Kamu lapar?" Kataku


"Ah tidak pak. Bukan apa-apa"


"Ini sandwich, kamu makan. Aku tau kamu lapar"


"Ah tidak apa-apa pak" namun perutnya tambah berbunyi.


"Kalo kamu makan, kamu bisa langsung ke kelas kamu" aku prihatin dan muncul rasa secara tiba-tiba.


"Maaf pak, ini beneran gak usah" dia terus menolak nya


"Kamu makan 1 aku makan 1, anggaplah seperti kamj menemani saya makan"


"Tapi paak...'"


"Udah, makan yah, ini susu bagus untuk otakmu"


"Ahh terimakasih pak"


dia makan dengan lahap, meski sandwich tidak membuatnya kenyang, setidaknya ada yang mengganjal perut nya. namun kulihat dia melamun aku menegurnya, dan menyuruh nya masuk ke kelasnya.


satu hari berlalu, akhirnya waktunya pulang, aku menuju ke parkiran dan mengambil mobil ku. setiba di depan gerbang kulihat Anna sedang menunggu. aku keluar mobil dan bertanya kepada nya.


"Nungguin siapa?"


"Saya nunggu ojek online pak"


"Mau saya antar?"


"Hah tidak usah pak, itu ojeknya sudah datang" dia lalu menunjuk ojek itu. aku lalu menghampiri ojek itu dan memberikan uang 50ribu ke gojeknya dan ku katakan bahwa yang order membatalkan orderannya.


"Loh pak saya yang mesan ojek, kok pergi pak" dia meneriaki ojek itu.


"Saya buru-buru neng" gojek itupun menambah kecepatan motornya


"Ojeknya sudah pergi, kamu saya antar yuk" aku berjalan membukakan pintu mobil


"Ah tidak usah pak, saya bisa pesan ojek lagi" kulihat dia mengotak atik lagi hpnya. untuk pesan ojek lagi

__ADS_1


"Udah yuk aku antar kamu" aku menarik tangannya masuk ke mobilku.


kulihat dia bingung dan gugup. mungkit kaget takut dan canggung. akupun mencairkan suasana.


"Kamu kenapa?"


"Hah? . Ah tidak apa-apa pak" kelihatan sekali kalo dia gugup


"Kamu mau kemana?"


"Ahh antar saya ke pasar pak, depan pasar sentral pegagan"


"Ke pasar?" aku menatap nya bingung


"Iya pak, saya mau ke pasar"


"Ngapain ?"


"Bapak dan ibu saya jualan di sana pak, emang tiap pulang kampus saya ke sana bantu ibu bapak"


"Oh..." aku mengangguk "Boleh saya kenalan dengan ibu bapak kamu?"


" Uhhuk.. Haah? Maksudnya pak?" dia kaget


"Yah maksud saya kalo kamu sudah nyampe boleh kan saya turun kenalan sama ibu bapak kamu"


"i i iya pak"


kenapa bisa sih dia segugup itu. selang beberapa lama. dia pun menunjukkan tempat jualan orang tuanya.


"Stop di depan pak, di depan kedai buah itu"


"Kamu jualan disini"


"Iya pak. Terimakasih banyak tumpangannya pak. Saya turun dulu."


Anna turun dan aku menyusulnya, aku memang benar-benar ingin tau orang tuanya.


"Anna sudah pulang nak, kamu sama siapa?"


"Ah iya ma, dia dosenku. Dia ngasih aku tumpangan ma"


"Assalamualaikum bu, saya Arkana, dosennya Anna" aku menjabat tangan ibunya.


"Ah iya pak, terimakasih banyak sudah mengantarkan Anna, dia tidak berbuat salah kan pak, Anna orangnya plin-plan soalnya" timpal ibuku


ibunya sepertinya baik, andaikan aku tidak terburu-buru ke rumah sakit. mungkin aku akan tinggal lebih lama. akupun masuk mobilku dan melajukan mobilku ke rumah sakit..


sesampai di rumah sakit aku bekerja seperti biasanya. memiliki dua pekerjaan ternyata capeknya dobel. tapi meski capek harus tetap fokus karena berhadapan dengan nyawa pasien.


hingga malam tiba, waktu dinas ku selesai. aku pulang ke rumah dan istirahat.


sesampai di rumah mamaku menyambut ku..


"Assalamualaikum maa" aku memeluk mamaku seolah mengambil kekuatan darinya


"waalaikum salam, capek yah, makanya kenapa sih kamu jadi dosen jugaa," mama malah ngomel


"iya maa, tapi ma sepertinya saya menemukan sesuatu di kampus"


"sesuatu?? apa??" mama seperti penasaran dan sedikit kaget


"ada deh, sejenis belahan jiwa ma, hahaha" aku tertawa.


"kamu menyukai mahasiswa mu??"


"hmmmm mungkin ma" jawabku sambil mengangguk


"masa sih kamu menyukai mahasiswa Kana?"


"belum pasti juga sih ma, tapi menurut ku anak ini beda dari yang lain"


"ahhh sudah kamu gak usah ngawur, sana ganti baju, makan dan istirahat"


mama mendorongku naik ke tangga, karena kamarku ada di lantai 2, mama bilang aku ngawur, dan mungkin benar aku ngawur.


setelah pekerjaan ku selesai akupun tidur...

__ADS_1


#to be continued


__ADS_2