
aku melamun dan memantapkan perasaan ku untuk tidak terlena dengan dosenku. -aku harus mengubur perasaanku. sadar Anna, sadar-..
aku menghela nafas ku dan tersadar saat seseorang memanggil namaku.
"Anna..."
"ha? pak Arkana,, iya pak" aku gelagapan. kenapa bisa pak Arkana ada di depanku? kenapa aku tidak sadar? sejak kapan dia ada? aku menoleh melihat temanku dan mengedipkan matanya memberiku kode. entah apa maksudnya.
"kamu melamun lagi? kamu sakit?" kata pak Arkana
"ah ti tidak kok pak, saya baik-baik saja"
"kamu mau duduk di depan bersama ku??"
"hah?? ti tidak pak, saya di sini bersama teman-teman yang lain" -Anna jangan gugup Anna. kamu tidak boleh lengah-
"have fun yah" katanya lalu mengusap pucuk kepalaku dan berlalu pergi duduk di kursi berdampingan dengan wanitanya. perasaanku tidak menentu. bagaimana bisa dia melakukan hal itu sementara wanitanya ada tempat yang sama.
"Anna!!!" kayla memukul dan membuatku kaget dan sakit
"kaayyy! sakit lohh" kataku meringis
"Na, kamu tidak lihat pak Arkana datang? aku sudah mengguncang tangan kamu tadi tapi kamu gak sadar" kata kayla
"kamu sakit Na?" sambung Rania
"enggak, aku gak tau. kok bisa yaa" kataku melemah.
aku menghela nafas panjang tidak tau apa yang terjadi dengan diriku. bus pun mulai melaju menyusuri kota Denpasar. sesuai instruksi dosen katanya kita akan ke Tanah Lot. sekitar 1 jam perjalanan kami pun sampai. kami memasuki kawasan. banyak sekali penjual oleh-oleh sebelum masuk ke sana. aku dan sahabatku berlarian saat melihat gunung itu seperti pulau di tengah air. kami bermain air di pinggir. lalu kami naik menyusuri tempat itu. pemandangan dari atas sana sangat cantik dan menenangkan memandang laut yang tidak ada tepinya. kami berfoto ria bersama bule. bahkan meminta bule tersebut memfoto kami. kami bertemu dengan banyak orang disini. ada yang dari India, ada yang dari china melakukan pemotretan prewedding.
setelah puas dengan pinggiran pantai, kamipun memutuskan untuk mencari makan..
"ada makanan gak sih disini kay" kata Rania
"ada di depan tadi, kesana yuk" ajak Rania
"aku minta di traktir boleh? kasihanilah aku yang dilanda kegalauan maksimal, tapi uang aku banyak kok, aku juga punya blackcard. hahhahaha" kataku memelas dan membuat kedua sahabatku tertawa terbahak-bahak.
kami berjalan kembali ke depan mencari makan. kami berpapasan dengan pak Arkana dan wanita cantik itu bersama rombongan direktur.
"Anna..?" pak Arkana tiba-tiba menarik tanganku.
"ma maaf pak" aku sangat gugup dan sangat takut. pak Arkana memegang tangan ku di tengah banyak orang dan yang paling menakutkan perempuan yang bersama pak Arkana menatapku tajam. bahkan dosen dan direktur berhenti melihatku dan pak Arkana.
__ADS_1
"kamu mau kemana?" tanyanya namun masih memegang tangan ku
"ma maaf pak, saya dan teman ku mau beli sesuatu di luar" tenggorokan ku terasa kering dan tercekik
"kamu hati-hati, jangan jauh-jauh, dan kenapa kamu tidak memakai sepatumu?"
"ma maaf pak, ak aku..." aku sangat gugup tiba-tiba pak direktur bicara
"Kana, kamu membuatnya takut" , lalu pak Arkana melepaskan tanganku. aku gak tau harus gimana aku ingin berlari tapi takut namun satu sisi aku ingin segera menghilang. laku kayla membuka suara dan meminta maaf.
"maaf pak, kami minta maaf pak, kami akan istirahat di bus. permisi pak" kayla langsung menarik tanganku namun aku merasa kakiku sangat lemas dan rasanya aku tidak bisa berdiri. namun sebisa mungkin aku berjalan menjauh dari pak Arkana. setelah agak jauh, akupun lemas langsung lunglai dan duduk di kursi wisata.
"Anna, kamu baik-baik saja??"
"ka kay, aku lemas sekali kay, aku rasanya ingin pingsan kay"
"Anna, kamu pucat Na," kata Rania panik
"sialan banget sih pak Arkana"
"kita ke bus aja yuk, Anna, kamu bisa jalan kan? kita ke bus yah" bujuk Rania. aku pun hanya bisa mengangguk. jantungku terasa ingin meledak. mengingat pak Arkana memegang tangan ku di depan dosen, perempuan itu terlebih di depan pak direktur kami. akupun naik ke bus. Rania pergi membeli makanan. kini tinggal aku dan kayla.
"Kay, aku ada yang gak beres kan?"
"aku mau baring kay,"
"kamu istirahat aja, ga usah mikir macem-macem".
aku berbaring dan tertidur tapi mungkin saja aku pingsan. aku tersadar ketika aku mendengar keributan. ku buka mataku dan bangun dari tidurku. aku duduk dan melihat keributan itu ternyata teman-teman sudah pada naik bus, tanda perjalanan selanjutnya akan di mulai.
"Anna.. kamu baik-baik saja?"
"iya Ran"
"kamu minum dulu,, mau makan roti?" Rania memberi ku makanan dan aku memakannya.
"kamu tidur nyenyak sekali Na" kata Kayla
"masa sih? perasaan cuma sebentar deh"
"sejam lebih Anna" Rania mencubit pipiku.
"di tidurmu tadi kamu gak mimpi apa-apa kan??" tanya kayla
__ADS_1
"mimpi? kayaknya gak mimpi apa-apa" aku menggeleng
"pak Arkana datang melihat mu. dia minta maaf dengan apa yang dia lakukan tadi, aku bilang kalo apa yang bapak lakukan tadi itu hampir membuat Anna Pingsan. dia terus minta maaf. iya kan Ran. dia tuh kek tulus banget gitu sama kamu Na." kayla menjelaskan panjang lebar.
"bener Na, aku juga melihat ketulusan dari pak Arkana tadi, bener deh" sambung Rania
"sudahlah Ran, kay. aku gak mau bahas itu. yang ada nanti aku malah kena tekanan batin. aku sudah sadar dan waras kok sekarang" aku tersenyum dan memantapkan hati ku untuk tidak gegabah dan terlena. apapun situasi dan kondisinya.
bus melaju menyusuri kota di tengah panas terik matahari. aku melihat pak Arkana duduk di depan. bersama wanitanya. aku tidak ingin peduli dan cemburu lagi. aku tidak ingin hatiku sakit lagi. bus telah sampai di sebuah restoran. kami turun dan mulai masuk ke restoran tersebut. pelayan mengarahkan kami ke belakang karena disana tempat dosen kami memesan tempat.
"kay, temani aku pipis sebentar" kata Rania
"Anna, kamu duluan yah, aku temani kayla sebentar" aku dan sahabatku pun berpisah. aku berjalan menuju belakang tiba-tiba ada yang menarik tanganku. aku kaget bukan main, pak Arkana menarikku pergi menjauh dari rombongan. aku takut dia akan membawa ku kemana.
"Anna.."
"maaf pak, ini kenapa pak" pak Arkana terus menarikku, memasuki sebuah toko kecil di restoran tersebut. aku berdiri sandar di dinding dan di depanku ada pak Arkana yang menatapku serius.
"Anna, aku minta maaf dengan apa yang kulakukan tadi di hotel dan yang kulakukan saat ini. aku benar-benar minta maaf"
"tapi kenapa pak. apa maksudnya? aku aku benar-benar takut dan panik pak. sungguh" mataku berkaca-kaca namun kutahan.
"aku mencintai kamu Anna" kata pak Arkana dengan ekspresi serius
"ma maaf pak aku gak bisa, ini gak bener pak" aku beranjak pergi dari hadapannya namun menarik tanganku masuk dalam pelukannya. aku sangat terkejut dan tidak percaya. tapi aku menyukai nya, aku nyaman dan damai, air mataku menetes. aku gak tau kenapa. aku takut. pak Arkana melepas pelukannya dan menghapus air mataku. dia memegang tangan ku..
'"jangan hindari aku yah, aku sayang sama kamu Na" aku ga bisa berkata-kata dan aku ga tau aku harus menggeleng atau mengangguk.
"maaf pak, bisa saya pergi sekarang? sahabat ku akan khawatir" aku mengangkat kepalaku dan melihat mata pak Arkana.
"iya, maaf yah sayang, aku membuat kamu takut. sungguh aku sayang kamu Anna" katanya mengusap pucuk kepalaku. -lalu perempuan yang bersamamu bagaimana pak? apa yang akan terjadi pak? apa yang akan terjadi padaku? apa yang kulakukan?-
"aku pergi sekarang pak, aku akan menganggap tidak pernah mendengar apa-apa dari bapak, permisi pak" aku berlari kecil meninggalkan pak Arkana.
aku masuk ke restoran dan mencari sahabat ku.
tiba-tiba perempuan itu menarik tanganku.
aku panik...
...****************...
#to be continued
__ADS_1