
'Kalau gak diinginkan ya dibuang,jangan masih disimpan tapi masih mendapat penyiksaan dan hinaan.Mungkin hal terbaik adalah membuka lembaran baru'.
-*|*-
Akhirnya hari yg lelahpun tiba,aku harus berhadapan dengan papa yg keji terhadap anaknya sendiri.
Aku baru saja sampai dirumah papa,tentu aku tak berani mengatakan itu adalah rumahku,sedangkan tempat tinggal saja harus bayar.
Dengan lambat aku berjalan,sebenarnya sih sengaja biar gak terlalu cepet kena masalah dan siksaan.
"Sini kamu".
Baru saja aku masuk kedalam rumah,ternyata papa sudah berada diruang tamu,mungkin papa sudah menungguku?(untuk melampiaskan amarahnya).
"Duduk".
Aku langsung menuruti apa yg papa minta agar tidak memakan waktuku yg berharga.Papa langsung menatapku penuh kebencian,mungkin?.
"Untuk apa kamu kerja ha?kamu kira papa gak bisa hidupin kamu?kamu kira papa gak ada uang gitu?".
Aku hanya diam saja malas meladeni papa yg sedang tersulut emosi.Sedangkan papa semakin marah karena aku hanya diam saja.
"Kenapa?kamu butuh uang?ha?".
__ADS_1
Papa langsung melemperkan setumpuk uang berwarna merah kearah mukaku.Aku dengan gesit menangkapnya.Lumayan😁.
"Ambil.Ambil semuanya.Kamu jangan pernah merusak harga diri papa vero".
Papa langsung saja menamparku dengan keras tanpa alasan.Aku hanya tersenyum dengan bangga melihat papaku yg pemberani ini kepada anak kandungnya.
"Ehem...(mengambil rokok untuk dihisap)...sebelumnya saya mengucapkan terimakasih untuk anda sudah memberikan uang jajan yg selama ini belum pernah saya dapatkan semenjak umur 5 thn.Jadi ini terhitung uang jajan saya selama 12 tahun yg selalu dipotong bahkan tidak penah diberikan sepeserpun.Oh ya sisanya saya berikan sebagai uang makan dan tempat tinggal saya selama ini.Jika masih kurang tanyakan kepada istri anda".
Papa yg mendengar itu langsung menamparku lebih keras dari yg pernah kudapatkan selama ini.Terlihat darah segar mengalir disudut bibirku.
Aku yg malas berdebat langsung pergi menuju kamar dengan masih memegang uang yg diberikan papa,aku mendinginkan pikiran dan hatiku sambil mengemas seluruh bajuku kedalam tas sekolah,tidak banyak sih tapi cukup,aku juga akan membeli baju baru.
Aku menunggu hari esok datang.Hari dimana aku akan membuka lemabaran baru dan melupakan masa lalu yg kelam disini.
Aku bergegas mengambil pisau dan menuju kamar mandi,ini adalah bagian terfavorite dari ku,mengiris tangan sendiri dengan pisau.Padahal permainanku belumlah selesai,aku masih menginginkannya lagi.Tapi,papa sudah berada dipintu masuk kamar mandi dan melihat semua yg sudah aku lakukan.
Tentu aku tak akan peduli.Toh dia juga selalu menyiksaku lebih dari ini.Aku tersenyum bangga juga sangat puas saat darah mengalir dari tanganku dan itu juga terlihat langsung oleh papa.
Papa yg sudah tak tahan mengambil pisau dari tanganku dan mencampaknya jauh-jauh dari jangkauan.
"GILA KAMU VERO.APA YG KAMU LAKUKAN?INGIN MEMOTONG TANGAN SENDIRI?HA?".
Satu teriakkan papa dapat membuatku menangis pilu.Baru kali ini selama 6 tahun aku berusaha menahan tangis dihadapannya namun kali ini ntah kenapa aku tidak bisa menahannya.Dan baru kali ini juga papa peduli padaku walau itu dalam bentuk amarah.
__ADS_1
"Kenapa pa?kenapa?papa kan seneng liat vero tersiksa.Vero mau ikut mami aja.Vero gak mau sama papa.Kenapa sih papa benci sama vero.Apa yg vero lakukan sampe buat papa benci sama vero.Vero ada salah ya sama papa,vero minta maaf.Vero cuma mau minta kasih sayang dari papa selama ini apakah sesuah itu.Bahakan untuk tidak menyiksa vero selama sehari papa gak bisa...
Kalau papa gak menginginkan anak seperti vero,vero akan pergi dan ikut sama mami.Biar papa bahagia asalkan vero gak tersiksa.Kasih vero kebebasan pa.Vero juga mau jadi orang yg pada umumnya senang mendapat kasih sayang orang tua.Kalau papa gak bisa berikan itu semua kenapa papa masih mau pelihara vero...
Vero juga pengen papa dateng pas pembagian rapot untuk ambil rapot vero walau sebentar vero juga udah seneng.Bahkan papa lebih sayang sama kak reina dan kak rendo dari pada sama vero anak kandung papa sendiri.Bahkan papa gak pernah mau denger penjelasan vero waktu papa hukum vero...
Apa vero bukan anak kandung papa?apa dihati papa hanya ada mama tata,kak reina,kak rendo dan harta papa?dimana papa letakkan vero?dihati papa?haha mungkin gak akan pernah ada!...
Mungkin papa hanya menganggap vero anak sial,gak berguna,bodoh,********,durhaka dan gak sopan.Papa tau gak kenapa vero jadi orang yg papa sebutin,vero cuma mau curi kasih sayang papa walau hanya sebutir beras vero udah seneng kok,vero juga mau lindungi diri vero dari hukuman dan penyiksaan papa,mama tata dan saudara tiri vero.Vero juga udah lelah sama penyiksaan dan hinaan yg kalian berikan,Bahkan vero udah gak sanggup lagi menahan semua ini...
Mungkin kalian mengira vero itu kuat.Tapi vero juga manusia pa,vero juga punya sisi terlemah.Dan sisi terlemah vero adalah hinaan yg papa lontarkan ke vero.Jangan papa kira vero kuat karena gak menangis saat papa hukum.Vero juga bisa rasain sakit pa.Sakit dari fisik,batin,hati,pikiran,mental vero pun udah mau depresi.Terimakasih papa udah mau urus vero selama ini".
Setelah mengatakan hal itu panjang lebar vero langsung tak sadarkan diri dan pengakuan vero mampu membuat setetes air mata alno mengalir walau hanya setetes.
"Gak.Gue cuma gak mau anak kayak lo lahir dari benih gue.Lo lahir karena kecelakaan jadi lo gak pantes dapat kasih sayang dari gue".
Alno sungguh tak punya hati saat ini.Dia meletakkan vero ditempat tidur dengan pakaian yg masih basah.Dia langsung keluar dari kamar tak mempedulikan anak kandungnya sendiri.
Bagi alno terserah vero mau mati atau tidak,asalkan vero bisa membalas hutang yg selama ini fani lakukan kepadanya.
Bukan?bukan hutang uang yg dimaksud cuman saat itu fani lah yg merebut benih dari dirinya.
(FLASH BACK)
__ADS_1