Dia Kebahagiaanku

Dia Kebahagiaanku
Depresi-2


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana aku masuk sekolah menengah atas tepatnya kelas X-IPS.Dengan motor sport warna merah ku memasuki perkarangan sekolah.Motor ini aku dapatkan dari hasil jerih payahku sendiri gak minta uang papa.Ha?papa?apakah pantas disebut papa?ntahlah.


Banyak sekali yg kecentilan dan mengatakan tentang diriku terang-terangan.Ingin rasanya kusuruh mereka diam,tapi mereka juga manusia punya penilaian sendiri,bahkan aku juga.


Cih jika kalian tau tentang hidupku yg sebenarnya aku yakin kalian akan menjauh dan ya ilfil atau apalah itu.Basi.


Namun yg menjadi perhatianku adalah cewe yg tersenyum kearahku.Mungkin jika dilihat wajahnya sih gak terlalu cantik,jelek juga gak jelek banget...Tapi manis!Dan aku merasa familiar.


Tiba-tiba aku melihat kegelang yg kupakai,tapi ntah kenapa aku malah reflek melihat kearah gelang itu.Ibi adalah gelang yg penuh kenangan,gelang yg mengikat suatu hubungan persahabatan.


Tak ambil pusing aku langsung bergegas mencari kantin untuk mengisi perut laparku yg belum terisi sedari semalam.Semenjak hari itu dimana aku berani membentak papa,aku mencari pekerjaan sendiri dan membiyayai hidupku sendiri.


Dan tahukah kalian?aku secara diam-diam memberikan uang tempat tinggal kepada mama tiriku tanpa sepengetahuan papa.


Aksiku pun semakin lama semakin menjadi-jadi.Dari aku yg merokok,mabuk,menyayat tangan,balapan liar,membenturkan kepalaku sendiri ketembok bahkan aku pernah mencoba bunuh diri.


Ekperesi ku semakin lama pun berubah!semenjak arta pergi mengikuti ortunya bekerja di luar kota,dari situlah ekspresiku berubah drastis.Tak ada lagi senyum dan tawa hanya ada wajah datar sedatar tembok dan muka dingin seperti es.


Bahkan aku sering membantah perkataan papa atau mama tata.Pernah juga sekali waktu itu aku balik memukul kak rendo dan itu membuat papa juga mama tata marah besar kepadaku.


Baikalah cerita ku yg kelam sampai situ aja.


Aku terus berjalan menuju kantin berbarengan dengan tatapan memuja seluruh cewe disekolah ini.Baiklah aku harus tebiasa.


"Boleh gak gabung?".


Tiba-tiba seorang cewe menghampiri ku dengan makanannya,cewe yg tadi.Aku hanya diam saja menanggapi dia.


"gak boleh ya?".


Cewe tersebut ingin pergi,namun aku langsung menghentikan dia bagaimana pun ini bangku kantin bukan punyaku.Cewe tersebut tersenyum lalu duduk didepan ku.


"Sorry ganggu".


"hmm".


Walau aku dingin tapi aku masih punya hati kali.Gak langsung pakai kekerasan.Karena simpel kagak mau ikutin jejak papa yg kasar itu.


"boleh tau nama lo?".


"kepo".


"kepo?haha gue rasa familiar dengan kata itu".


Seketika aksi makanku berhenti begitu saja.

__ADS_1


"You mean?".


"kepo".


Aku langsung diam dan tak ingin menanggapinya.Dia masih bersikeras untuk mengajak ngobrol dan yg ku dengar hanya ocehan yg gak jelas itu.Namun,pandangan ku beralih kegelang yg dia pakai,sama?.


"Gelang lo darimana dapatnya?".


"Mau tau?".


"Kalo nanya berarti mau tau".


"Oh kalau gak salah gue inget ini dari sahabat gue waktu kecil".


Dan lagi aku dibuat penasaran olehnya.Saat aku ingin membuka mulut untuk bertanya namun terdengar suara bel yg menandakan masuk.


"Yaudah yuk ke aula nanti kena hukum kan gak lucu baru pertamakali udh kena hukum".


Cewe tersebut berjalan duluan menuju aula sedangakn aku menyusul.Aula sudah tampak ramai dengan kerumunan murid baru.


Acara berderet berlangsung lancar.Ya tentunya pembukaan acar selalu dimulai dengan kata sambutan dan itu membosankan.Aku yg malas berlama-lama disini langsung keluar saat acara sudah selsai.


Tentu aku harus meminta tanda tangan seluruh anggota osis kalau gak mau harus keliling lapangan sekolah selama 5 putaran.


Walau aku rajin olahraga aku juga gak akan sanggup berlari sebanyak itu dengan lapangan sebesar dan seluas gurun pasir ini.


Ok mungkin kalau minta ke anggota osis cowo it's okey lah gak masalah.Yg paling malas jika berhubungan dengan cewe yg narsisnya kelangit ditambah dengan kegeerannya yg seluas samudra .


"Eh?hai kita sekelas bahkan sebangku ya".Ujarnya sambil menggeser bangku,oh ini sangat menyebalkan.Tapi ok ok gak masalah selama cewe ini gak kegenitan dan kebanyakan ngoceh hal hal yg gak penting.Uuh kehidupan sekolahku yg seharusnya damai harus runtuh seketika karena kehadiran cewe ini.


"Kenali nama gue alra".


"Alra?".


Aku terus memikirkan nama itu,tapi banyak juga yg mempunyai nama tersebut bukan hanya dia.Bahkan kalau itu benar juga gak mungkin ada kebetulan seefiesien ini.


"Al...vero".


Glek


Aku yg tak mau ambil pusing melanjutkan belajarku dengan tenang.Sedangkan cewe disebelah ku daritadi menatapku saja.


"Bisa gak usah liat-liat".


Ketusku namun tak dipedulikan oleh nya.

__ADS_1


"Hm gue bisa gak panggil al aja?".


Aku yg mendengarnya menatap tajam nya eh siapa tadi...oh alra.


"Kenapa?".


"Gak".


"Yah".


Aku yg tak peduli kembali memfokuskan pada pelajaran didepan mata.


"Kalo alfi?".


"ck terserah".


Aku sudah capek sedaritadi dipaksa oleh cewe bising satu ini.Tapi aku berusaha bersabar.


"Udh diam lu belajar".


Hening.Hanya suara guru menjelaskan saja yg terdengar.Bahkan murid lain hanya diam.Karena pak saniudin terkenal ramah dan humor namun sekali marah dia lebih ganas dari ibu tiri.Eh bener ya?perasaan ibu tiri yg lebih kejam daripada pak Saniudin.


Buktinya ada didepan mata.Mama tiri yg suka memfitnah,menyiksa,menghina dan bahkan bermuka dua.Itu lebih kejam dan menjijikan.


"Alfi,tangan lo kenapa?".Tanyanya,oh cewe ini gila atau apa sih.Bahkan masalah seperti ini pun harus ditanyakan.


"Bukan urusan".


"Oh.Gue kirain lo ngelakuin yg dilakukan orang depresi yg ada di novel novel gitu.Apa sih namanya,sim eh sem...apa sih yg itu,oh lebih baik pakai bahasa indonesia aja kali ya.Lo menyayat tangan sendiri kan?".Buset nih cewe jelmaan peramal kali ya.Yg begini aja dia ngeh.


"Bodo amat".


"Kok jawabannya gitu?padahal gue mau nyarani lo untuk ke psikiater deh kalau depresi apalagi depresi yg berat".


"Bukan urusan lu".


"Iya deh lo yg selalu benar".


"Hei kalian berdua jangan berisik,bapak lagi menjelaskan kegiatan dan apa yg kalian harus lakukan dihari pertama".Ujar pak Saniudin dengan muka garangnya.


"Iya pak maaf".Ujar Alra meminta maaf yahh setidaknya dia harus mewakili teman sebangkunya yg super kaku dan dingin ini juga kan?.


"Bodoh".Ucapku dengan nada berbisik.Ya mau gimana pun cewe ini memang bodoh,oh salah super bodoh.


"Eh bodoh?hmm iya sih gue sedikit bodoh dipelajaran pak saniudin".

__ADS_1


Tak


__ADS_2