Dia Kebahagiaanku

Dia Kebahagiaanku
Depresi-6


__ADS_3

Papa langsung pergi setelah puas mencambuki punggung milikku ku.Aku bergegas memakai baju dan keluar menaiki motor menuju tampat biasanya aku merasa lega untuk menghilangkan depresiku.Tentu di bar dimana lagi kalau bukan disana.


Aku langsung memakirkan motor kesayanganku ditempat parkir,aku yg sudah lelah memasuki bar yg menjadi langgananku.


"Ada yg bisa dibantu mas vero?".


Tanya seorang pria muda yg sedang membersihkan gelas,dia adalah pelayan yg sering melihat ku dibar.Aku langsung menatapnya setalah duduk disalah satu bangku didekat meja tersebut.


"Wine".


Aku terus memperhatikan gerak geriknya yg mengambil satu botol wine dan gelas untuk diberikan kepadaku.


"Ini".


Aku yg sudah tak sabar untuk minum saat itu juga memberikan 1 lember uang merah kepada sipelayan.


Tanpa beban aku terus menuangkan minuman kedalam gelas saat minumannya sudah aku habiskan.


Aku terus saja meminumnya hingga botol itu kandas tak tersisa sama sekali.Hampir saja kesadaranku hilang sempurna.Padahal aku gak terlalu jago minum,ini hanya sebagai pelampiasan saja.


"Banyak beban ya mas".


"i-iya m...".


Tiba-tiba kerah baju belakang ku ditarik oleh seseorang.Samar aku melihat wajah tersebut.Wanita?dan wajahnya sangat mirip dengan alra dan tiba-tiba saja terganti dengan wajah arta yg masih saja aku ingat walau sudah sangatlah lama.


"ALFI LO SADAR".


Aku beberapakali mengerjap berusaha mengendalikan kesadaranku yg hampir habis.Dan pandangan terakhir yg kulihat adalah arta.


"Arta".


Ucapku bergetar memanggil namanya aku langsung memeluknya sebelum kesadaranku hilang sepenuhnya.


(AUTHOUR)


"ALFI LO SADAR".


Teriak alra saat dia melihat vero yg mabuk dan hampir hilang kesadarannya.Awalnya alra tak percaya dengan apa yg dia lihat,namun saat dia memastikan bahwa itu vero agar dia tidak salah orang saat dia menghampiri orang tersebut.

__ADS_1


Alra sebenarnya diam-diam bekerja menjadi pelayan disebuah bar yg terkenal ini,dia tidak mau menghawatirkan mamanya saat mengetahui dia bekerja apalagi bekerja ditempat yg tidak ada tata krama.


"Arta".


Deg


'arta?'.


Jantung alra berdegup lebih cepat dari biasanya.


'Gak mungkin kan yg disebut arta itu gue?atau vero...?ah alra lo mikir apa sih!'.Batin alra berkecambuk.


"Alfi bangun woy.Vero bangun.Gue gak tau rumah lo dimana.Ck kenapa lo harus pingsan sih".


Omel alra saat tidak bisa membangunkan vero.Sedangkan pelayan yg tadi terus menatap keduanya bingung.Ada apa dengan hubungan mereka?Batin pelayan tersebut.


"Kak redi".


Panggil alra kepada pria yg memberikan minuman kepada vero tadi.Redi langsung melihat kearah alra yg memanggilnya.


"Eum lo bisa bantu gak?".


Awalnya alra tampak ragu untuk meminta bantuan namun apa daya,tidak mungkin kan dirinya melihat teman sekelas juga teman sebangkunya pingsan disini dan dia tidak akan menolongnyakan?.


"Gue mau anter teman gue.Lo tolong izinin gue ya kalau pak ron nyari nanti gue balik lagi".


"Yaudah gak papa gue izinin".


"Makasih".


"Yaudah gih sana kasihan juga liat dia hampir tiap hari dateng kesini kayaknya banyak masalah sama keluarganya".


Alra langsung mengangguk dan membopong vero tak lupa dia mengambil kunci dan dompet yg berada diatas meja bar.


Sebenarnya alra bisa naik motor,tapi dia juga gak mungkin ngendarain motor dengan orang pingsan.Yg ada dia yg kerepotan dan malah menyebabkan kecelakaan yg tidak diinginkan.


Alra memilih memanggil taksi dipinggir jalan dan keberuntungan datang.Baru saja alra mau memanggil taksi sudah datang.


"Pak tolong".

__ADS_1


Supir taksi turun dan membantu membopong vero untuk duduk dibangku penumpang.


"Pak bisa gak ikutin saya?biar saya yg bawa motor dia".


"Boleh mbak".


"Tunggu ya pak".


Alra secepatnya berlari menuju parkiran.Dia langsung memencet tombol alrm yg berada dikunci.Dapat.


Alra menaiki motor sport vero walau sedikit susah.


"Ayo pak".


Alra dan taksi berjalan menyusuri jalanan dimalam hari itu.Untung jalanan tidak terlalu ramai saat itu sehingga dia tidak takut membawa motor vero.





Samapilah alra dirumahnya yg minimalis itu.Dia dengan cepat memarkirkan motor vero dihalaman rumahnya.Begitupun taksi yg ikut berhenti.


"Mah mamah".


Alra dengan cepat mengetuk pintu dan memanggil nama mamanya kencang tak sabaran.


"Iya alra sabar".


"Mama".


"Alra u-".


"Ini siapa alra".


"Pak tolong dudukin dia disofa sana ya".


Pak supir menuruti pinta alra.Tampak wajah mama alra marah karena membawa orang mabuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Mah sabar alra bisa jelasin.Oh ya ini vero".


"HA?VERO!"


__ADS_2