
"Sini".
Pintaku saat sudah melihat alra membawa kotak p3k.
"Gak usah biar aku sendiri aja".
Tolak alra baiklah aku bakal liat sampai mana dia bisa mengobati lukanya.
"ugh".
Kelunya saat tangannya ingin mengobati dan ternyata gak sampe.Aku berdecak kesal dengan cewe keras kepala ini.
"Sini".
Namun apa daya dia hanya diam saja.Dengan menahan emosi aku mengambil paksa kanvas yg sudah ada alkohol itu dan membantu mengobati lukanya dengan kelembutan yg ku bisa.
"Udah.Gue mau pulang dulu.Nyokap lo mana?".
"Bentar".
Alra pergi meninggalkan ku sendiri disofa ruang tamu untuk memanggil mamanya.Aku langsung melihat kesekeliling penjuru ruangan tersebut karena bosan.
Oh aku sangat iri pada alra yg bahagia dengan orang tuanya,bukan seperti aku yg ntah bagaimana kehidupan keluargaku.
"Udah mau pulang ya nak?".
Tanya nyokap alra.Aku tersenyum ramah dan ntah kenapa aku tak merasa terbebani sama sekali?.
Alra tampak memasang raut takjub entah kenapa?terserah cewe aneh satu ini aku gak peduli sama sekali!.
"Iya tan".
"Yaudah kamu hati-hati dijalan.Alra kamu anter sana nak siapa tadi?alfi? sampai teras".
"Iya ma".
Aku menyalim tangan nyokap alra yg ternyata Alansa namanya.
Aku dan alra berjalan keluar halaman dan mengampiri motor sport ku yg disembunyikan dan alra mengikutiku juga.
"Bokap lo mana?".
__ADS_1
Pertanyaan yg sedaritadi ku tahan akhirnya terlontar juga dari mulutku.Nampak alra sedang memasang wajah sedih yg membuatku bingung.Ya lah bingung ternyata bocah aneh satu ini punya air muka lain selain cerewet dan kepo.
"B-bokap g-gue u-udah p-pergi s-selamanya dari h-h-hidup gue".
Sungguh kasihan aku langsung memeluk alra yg saat ini tubuhnya sedang bergetar hebat.Aku terus mengelus rambut panjangnya.Ya memang sih gak pantes,pelukan berdua dengan cewe yg baru dikenal pertama kali ditempat yg lumayan sepi ditambah lagi dihalam rumah cewe itu.Eh tapi walaupun udah lama kenal tetep gak boleh sih peluk pelukan sembarangan.Ini hanya menenangkan hatinya dan permintaan maaf karena udah ngungkit soal papanya.
"Sorry".
"Buat apa?".
"Gue udah buat lu sedih gara gara ungkit orang yg berusaha lu lupain ".
"Gak kok gue masih keinget aja sama masa yg itu".
"Kalo lu mau,c-cerita aja".
"Haha".
"Kenapa?".
"Gue merasa dejavu sama perkataan lo".
"Eumm".
"Ye lu kira gue anak kecil apa?".
Kekehku pelan sesaat mendengar perkataan ku sendiri.Ini pertama kalinya sejak kepergian dia aku bisa tersenyum kembali tanpa rasa beban dan takut.
"Yaudah gue pulang dulu".
Aku langsung menstater motor ku dan menarik gas untuk melajukan motor kesayangan ku.
"Byee~".
♡
♡
♡
"Vero darimana kamu?".
__ADS_1
Tiba-tiba papa keluar dari kamarnya dan langsung menegur ku.Aku yg sudah terbiasa berjalan menuju kamar kesayangan yg selalu menjadi tempat curhatku,dan disanalah banyak peristiwa yg terjadi dan kenangan yg ada.
"Pulang sekolah".
Jawabku cuek.Aku melihat papa yg menuruni tangga hanya untuk menghampiri aku?.
"Pulang sekolah?apakah harus selama ini?".
"Ada kelas tambahan".
"Samapai papa liat kamu keluyuran,habis kamu papa siksa".
Papa langsung berlalu pergi untuk duduk disofa yg gak terlalu jauh sih dari kami.
"Apakah ada masalah?dan apa peduli anda terhadap kehidupan saya?".
Aku terus saja menantang papa sialan satu ini.Aku berjanji jika uangku sudah cukup aku akan pergi dari sini dan ngekos diluar.
"Tentu!kamu bisa merusak nama baik dan harga diri papa".
Jawab papa.Ha?nama baik?harga diri?apa punya?.
"Merusak?apakah aku seperti itu dimata papa?jika benar aku perusak kenapa anda mempedulikan saya.Saya juga bertanya?memang anda siapa saya?".
Hahaha memang inilah tujuanku membuat papa terdiam dan tersulut emosinya.Ya walau aku tau akan berdampak pada fisik,setidaknya aku sudah sangat puas.Tanpa aba-aba papa menampar pipi ku keras.Sudah biasa!BASI!.
"JAGA PERKATAAN KAMU VERO.KAMU ANAK DARI KELUARGA PUTRA!KAMU ANAK PAPA!".
Teriakan papa seketika menggema diseluruh ruangan.Tentu gak akan ada yg peduli tentang masalah ini.Bagi mereka hal ini sudah menjadi kebiasaan.
"Anak?coba anda perbaiki sedikit ada yg typo.Yg ada tuh 'ANAK SIALAN' kali.Bahkan pelayan pun gak pernah dapet penyiksaan dari tuannya seberat ini.Dan menurut anda saya lebih rendah dari sampah gitu?apakah abu?atau debu?".
Aku langsung berjalan melewati papa yg sudah sangat tersulut emosi mungkin?Papa dengan kerasnya menarik tanganku hingga sampailah kami disebuah gubuk dengan tempat tidur mini yg agak kusam.
"Baiklah vero.Kamu mau dihukum apa sama papa?cambuk?tongkat pukul?atau tampar hah?".
Aku langsung terdiam saat papa mengambil cambuk disebelahnya,dia mencambukku keras hingga menimbulkan darah keluar dibadanku.
"Bagaimana?masih berani lagi ngelawan papa?MASIH BERANI".
Aku langsung menggeleng cepat.Bahkan sudah tak ada air mata lagi yg tersisa dimataku,aku hanya diam dan pasrah mendapat cambukkan,lagian udah terbiasa.
__ADS_1
Aku selalu ingin bertanya kepada papa,apakah aku disini yg salah?apakah salah aku melawan jika ditindas walau itu adalah papa ku sendiri apakah aku gak berhak melindungi diri?aku saja gak mengerti kenapa papa bisa sangat benci kepadaku?.
Papa terus saja mencambuki punggungku yg kulatih sendiri.Sudah biasa papa akan melakukan ini,dia akan berhenti sendiri jika lelah.