
'Hidup itu adil.Dan hidup itu tidak ada yg abadi.Jadi,syukurin aja apa yg didapat karena yakinlah semua itu bisa berubah asalkan berkerja keras dan selalu berdoa kepadanya'.
-*|*-
"Oh ya lo kok bisa sih masuk ke dalam keluarga wili.Gue denger sih mereka gak punya anak kan?".
Tanya alra kepada vero yg membuat vero menengok kearahnya.
"Ceritanya panjang".
Flash back on:
Aku sudah sampai disingapur dan sekarang sedang berada dipelabuhan.Asing?tentu saja sudah lama aku gak kesini lagi.
Aku melihat taksi dan menyuruhnya mengantar ku yg tentu dengan bahasa inggris.
"Pak tolong antarkan saya".
"Oh silahkan masuk".
"Terimakasih".
(Hehe sorry authour lagi males terjemahkan.Kalian pun nanti ribet yg gak tau atau gak terlalu.Anggep aja ini pake bahasa inggris,kalau ada waktu nanti aku perbaiki😊).
"Mau kemana mas?".
"Hmm di halte perempatan itu aja pak".
"Oh baiklah".
Taksi pun berhenti ditempat yg aku minta.Aku langsung membayar nya dengan uang yg dipakai disingapur.Untung aku sudah menukarnya.
"T-tolong".
Aku mendengar lirih seseorang meminta tolong.Awalnya aku gak memperdulikan namun lama kelamaan suara itu semakin kuat dan semakin memilukan.
Aku yg sudah gak tahan dan langsung mencari suara itu sambil membawa koperku dan tas sekolah yg ada di punggungku.
Suara itu semakin keras dan berasal dari gang sempit yg tak terlalu jauh dari halte bus.
Aku langsung masuk kedalam dan terlihat pabrik yg sudah tak terpakai.Suara tersebut lama kelamaan lirih dan berasal dari pojok gerbang.
Terlihat seorang wanita yg pingsan terduduk,dan ada 5 pria dengan memakai masker berwarna hitam.
Vero langsung meletakkan koper dan tas sekolahnya dan langsung menuju kesana dan menolong si wanita paruh bayah tersebut.
**BUGH
BRUK
PLAK
AKH
__ADS_1
BUGH**
Vero mengalahkan kelima pria dewasa itu sendirian dan berhasil membuat mereka pingsan dan babak belur.
Vero langsung menelpon polisi.Tak sampai sejam polisi datang dan membawa kelima pria tersebut.Sedangkan wanita paruh bayah itu masih pingsan.
"Ugh".
Vero langsung menengok dan wanita tersebut tengah berusaha membuka matanya.
"Aduh".
"Apakah ada yg sakit bu?".
"Kamu siapa?".
"Hm kenali nama saya vero tadi saya temukan ibu pingsan disini".
"Oh terimakasih.Oh ya perampok tadi mana?".
"Kantor polisi".
"Ha?".
"Tadi saya nampak ibu di buat pingsan sama mereka ya jadi saya bantu ibu".
"Terimakasih ya nak".
"Ya sama-sama.Ibu telpon dulu keluarga ibu mana tau mereka mencari ibu".
***Calling**...
"Halo pa"
"..."
"Mama di pabrik yg udah gak dipakai.Di jalan ***.Papa jemput ya".
"..."
"Yaudah pa hati hati".
Off*
"Nak kamu tinggal di mana?biar saya dan suami saya mengantar kamu".
"Eum gak usah bu.Lagipula saya baru sampai disingapur.Saya belum dapet tempat tinggal".
"Kalau begitu kamu tinggal saja dirumah suami saya".
"Gak usah bu".
"Udah ayo".
__ADS_1
Gak lama pesan masuk dari ponsel mewah milik wanita tersebut.Isi pesan itu dari suaminya yg mengabarkan kalau dia sudah sampai didepan gang sempit.
Wanita tersebut mengajakku pergi dan aku menuruti karena aku juga mau keluar dari tempat ini.
"Papaa".
"Mamaa".
Kedua pasangan paruh bayah tersebut saling berpelukan erat yg membuatku geli sekaligus senang sendiri.
"Papa kita ajak anak ini kerumah ya pah.Sekalian angkat aja jadi anak kita.Kasihan dia gak punya tempat tinggal".
"Emangnya dia siapa ma?".
"Dia tadi yg menolong mama dari perampok itu.Dan dia juga baru sampai disingapur jadi yaa belum dapet rumah".
"Yaudah".
"Makasih pa".
Wanita tersebut mengecup singkat bibir suaminya dan wow itu dilihat langsung oleh ku.Sungguh membuat dosa.
"Ayo nak naik".
"Tapi-"
"Udah ayo".
Ingin rasanya aku menolak karena gak enak hati namun mereka memaksa ku habis-habisan yg membuatku terpaksa mengiyakan.
Kami sampai dirumah mewah seperti istana dan ini lebih megah berkali lipat dari rumah papa.Bahkan rumah papa jika dibandingkan disini seperti rumah bagi para pembantu.
"Ayo turun nak vero".
Aku pun turun dari mobil yg tak kalah mewahnya dari rumah besar didepanku.Porsche cayman mobil mewah yg harganya sekitar Rp.2,7 miliar
Sungguh orang kaya.Aku memasuki rumah mewah tersebut dan tentu terkagum-kagum dengan rumah bak istana yg bahkan melebihi.
Dan disinilah rumahku sekarang.Rumah yg mungkin dipenuhi kebahagiaan dan kehangatan berbeda sekali dengan rumah papa yg dipenuhi kepiluan dan kesengsaraan.
♡
♡
♡
**Huhuy siapa nieh yg ngarep rumahnya kayak gitu?pasti kalau ditanya ya jawabnya 'sangat mau' ya gak?.
Yaudah lanjut ke part selanjutnya.
__ADS_1
See you**~