
'Tak ada seorang pun yg akan bertahan disuatu tempat yg hanya melihat 'apa itu perlu' bukan 'apa itu menghargai' karena banyak yg perlu tapi ada yg tak tau arti menghargai'
-*|*-
Saat ini alno sedang bergegas pulang kerumah,dirinya sungguh lelah saat ini karena pekerjaan yg menumpuk setiap hari.
Disaat beginilah alno akan mengingat seluruh masalalunya.Walau baginya fani keterlaluan namun dia masih berpikir bahwa dirinya kejam karena pengakuan vero kemarin malam.
Tapi enatah mengapa hati alno seakan menolak jika dirinya meminta maaf kepada anaknya sendiri.
Alno bergegas menaiki mobil mewahnya dan menyingkirkan seluruh beban pikiran yg membuat dirinya pusing sendiri.
♡
♡
♡
Sepanjang perjalanan yg lumayan jauh itu akhirnya alno sampai dirumah yg layaknya persis istana yg dirinya bangun sendiri dari hasil jerih payahnya.
Saat inilah dirinya sangat rindu kepada istri dan anak nya.(maksudnya anak itu bukan vero yah).
Namun rumah tampak kosong melompong.Tiba-tiba saja tata keluar dari kamar dan bergegas menuju alno untuk melayani sang suami yg amat dicintai.Alno tak tinggal diam dia mencium kening tata penuh sayang.(Sayang?jadi penyiksaan yg diberikan sama vero itu kasih sayang?haha lucu😫).
"Kemana semuanya dengaren belum pulang".
Tanya alno kepada tata dengan lembut.
"Belum.Kata reina dia pulang telat karena pergi sama temannya.Kalo rendo sih katanya pergi sama pacarnya".
__ADS_1
Alno mengangguk mendengar jawaban sang istri.
Oh ya sedikit info,sebenarnya reina dan rendo itu anak kandung dari alno,tapi sepertinya alno tak mempunyai selera untuk mengatakan kenyataan itu kepada vero dan fani.Alno dan tata pun sudah saling berhubungan sudah sangat lama sebelum fani masuk kedalam kehidupannya.
Kejam bukan?.
"Vero kemana?".
"Cih aku tidak tau dimana anak itu berada".
Tampak keduanya masih tak peduli dengan vero yg lama belum pulang.Namun hati alno sedikit tidak enak.
♡
♡
♡
Bahkan pernah sekali waktu vero berumur 8 thn,Saat itu hari minggu berarti keluarga alno akan pergi berlibur dan kejinya vero dilupakan.Vero merengek minta ikut bersama mereka,tapi mereka tampak enggan namun tetap mengajak karena vero yg tetap merengek walau pun sudah dibentak dan dipukul berkali-kali.
Di tempat mereka liburan yaitu taman bermain,Alno sengaja meninggalkan vero sendiri ditaman bermain yg luas dan ramai kerumunan itu.
Vero terus menangis dan memanggil papanya namun tak ada hasil,hal itu pun langsung mengalihkan para pengunjung dan menatap kasihan kearah vero.Beruntung ada seorang pria muda nan tampan menolong dan mengantar vero kerumah tempat tinggal bak istana tersebut.
Awalnya pria tersebut bingung dengan perbedaan vero dan rumah besar itu,namun ia tampak tak ingin mengikut campurkan urusan keluarga.
Ok ok sampai situ dulu.
Alno yg merasa aneh akan ketidak terlihatnya vero mulai merasa penasaran.Alno langsung bergegas menuju kamar vero saat sesudah sarapan.
__ADS_1
Terlihat pintu kamar vero,Alno langsung masuk kedalam kamar dan ternyata kosong,Tak terlihat kehidupan didalamnya.Bahkan kamar pembantu masih lebih layak daripada kamar vero yg seperti gubuk.
Alno menyusuri seluruh kamar vero yg rapi,namun dia berhenti saat melihat sebuah lipatan kertas diatas meja belajar vero yg mulai rapuh itu.
BYEE:
Selamat tinggal *semuanya vero yg lemah akan pergi dari rumah ini dan gak akan ganggu hidup papa lagi.Oh vero lupa kalian kan gak peduli sama vero,mungkin kalian yg membaca ini pun bersyukur karena vero udah pergi dari rumah dan dari hadapan kalian.Terimakasih untuk uang yg papa kasih tadi malam sangat berguna kok buat vero.Jika ada yg membaca surat ini berarti vero udah pergi bahakan udah sampai ditempat tujuan...
Byee mungkin vero akan kembali lagi tapi tidak tinggal dirumah ini untuk selamanya...
Hutang vero dirumah ini juga udah lunas jadi vero gak akan peduli lagi.Selamat tinggal*.
***
Alno langsung naik pitan saat membaca kertas yg berisi tulisan vero yg amat apik itu.
Alno langsung bergegas menuju lemari yg tak layak pakai itu,kosong?tentu saja bahkan foto dan hiasan disana tidak ada.
Kamar itu hanya tersisa tempat tidur,lemari,meja belajar dan nakas yg sudah mulai rapuh.
"******** KAMU VERO.BRENGSEK,ANAK DURHAKA.Hutang lo sama gue belum lunas,jangan salahkan papa vero salahkan mami mu yg ******* itu".
Alno seperti iblis yg siap membunuh siapapun saat ini.Dirinya berjanji akan membuat hidup vero lebih hancur.
Alno langsung bergegas keluar kamar vero dengan sejuta kebencian yg masih ia pendam sedari dulu.
♡
♡
__ADS_1
♡
Byee thanks yg udah baca dan makasih banyak yg udah like juga dukung authour😊😊