Dia Kebahagiaanku

Dia Kebahagiaanku
DEPRESI-9


__ADS_3

'Kalau gak bisa gak susah paksain,kenapa?karena sesuatu yg dipaksakan tidak akan berjalan lancar,apalagi masalah hati'.


-*|*-


Tak terasa waktu telah berlalu.Dengan santai aku berjalan menyusuri koridor yg lumayan sepi dengan tampang dinginku.Aku memilih menuju ketaman belakang sekolah untuk menunggu bel masuk.


Sungguh cuaca yg menyenangkan bagiku.Aku dengan santainya duduk dan menghirup udara pagi saat itu.


"Heh".


Aku sontak terbangun saat sebuah tangan mendarat dibahuku.Aku langsung melihat kearahnya dan terlihat kakak kelas yg sepertinya tak senang jika aku disini.


"Lo harus pindah.Ini tempat kita-kita".


Ujar salah satu dari mereka.Aku yg mendengar hanya bergidik tak peduli.Alah jika soal berantam aku takkan kalah dari kalian.Bahkan pukulan kalian hanyalah bagian kecil dari siksaan yg sudah sering aku dapat semenjak aku umur 5 thn.


"Kalau gue gak mau pindah,lo mau apa?".


Ujar ku menantangnya.Tampak mereka geram dan tak senang sama sekali dengan sikapku.Lah bodo amat gak akan peduli aku.


"Lo nantang".


Ujar mereka sambil menarik kerah bajuku,aku yg belum siap sontak terkaget dan berdiri menghadap mereka.


"Iya gue nantang.Kenapa masalah buat lo pada".


Hampir saja pukulan itu mendarat dipipiku namun dengan cekatan aku menahan kepalan tangannya.


"Ayo kalo lo berani".


Tantang mereka aku hanya menunjukkan smirk khas ku.Aku yg ditantang langsung menonjok salah satu dari mereka dengan cepat.


"Curang lo".


Ujar salah satu teman yg kutonjok,mungkin mereka tak terima.


"Ha?curang?kapan?lo pada yg lemah gitu aja udah jatuh".

__ADS_1


Salah satu dari mereka geram dan langsung menghajarku.Tentu aku akan meladeni mereka dengan senang hati.Sudah lama aku ingin memukul seseorang namun ku pendam karena gak tau harus ngelampiasin kesiapa?Papa?haha aku mungkin yg mati dulu?bang rendo?cih tukang ngadu satu itu,belum diapain juga udah ngadu duluan.Mama tata dan kak reina?sorry aku gak akan kasar dengan wanita,namun jika dia sudah membuatku marah dan kesabaranku sudah terkuras maka aku gak akan segan.


Satu persatu dari mereka maju dan dengan cekatan aku menangkis pukulan dan tinju mereka.Dan tentu aku menang,aku juga gak habis pikir,kenapa mereka lemah padahal mereka punya 10 orang sedangkan aku hanya sendiri.


Authour:


"Vero".


Sontak kami semua melihat keasal suara,ada alra yg melihat kejadian ini dari awal tercengang,awalnya alra ingin menolong dengan memanggil guru BK,namun itu tidak ia lakukan karena dia melihat vero dulu lah yg memukul mereka.


BUGH


"Uggh...".


Satu tinju didapat oleh vero dengan sangat keras dipipinya hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.Vero yg kesal tersebut balik meninju siapa saja yg memukulnya.


"Kalo lo pada ganggu hidup gue lagi,gak segan gue patahi tulang-tulang lo".


Ujar vero dengan wajah dingin dan datar.Alra yg melihat itu merinding sedaritadi,namun entah kenapa dirinya tidak mau pergi dari tempat itu.


Ujar vero dingin.Alra yg sedari tadi sudah gemetar hanya menjawab dengan gelengan tak mampu untuk berbicara.Vero yg bingung itu hanya diam saja.


Tiba-tiba tanpa vero sadari alra memeluknya dan ternyata alra sedang menangis dipelukannya.


"Udah lo diam gak usah nangis".


Ujar vero berusaha menenangkan alra sesekali mengelus rambut sepinggang alra.Saat alra sudah mulai tenang dia melepas pelukannya yg membuat vero sedikit tidak terima.Lah kenapa vero lo kan bukan siapa-siapa alra?tunggu jadi suaminya suka lo mau apain dia😁😁.


"Gue anter lo ke uks".


Tiba-tiba alra menarik tangan vero dan menggenggamnya menuju uks,tampak vero tak keberatan,tapi sepertinya warga sekolah +62 tak terima.Banyak cemoh dan tatapan tak terima dari mereka,bahkan ada yg mencibir mereka terang-terangan.


"Sesampainya di uks ada dokter luna dan beberapa petugas pmr yg berjaga.Alra mendatangi dokter luna dan memberitahu tentang kakak seniornya yg terluka ditaman belakang sekolah.


Para petugas pmr langsung ke taman untuk mengangkut yg terluka.


"Alra".

__ADS_1


"Ya bu?"


"Vero kenapa kok sampai bedarah gini".


"Oh ini vero...".


Alra menceritakan seluruh kejadian sedari awal hingga akhir.Tentu dr.Luna terkejut dengan cerita yg di lontarkan alra.


"Hebat kamu vero,Kamu juga harus hati-hati loh itu geng kelompok abang tiri kamu.Siapa namanya?".


"Rendo".


Jawab vero datar dan langsung mendapat anggukan dari dr.Luna.


Sedikit pemberitahuan.Sebenarnya reina anak pertama dan dia udah kuliah sedangkan rendo dia sih sebenarnya udah tamat cuman turun kelas dan kembali kekelas 12.Namun seperti alno tak memarahi rendo,dia hanya menceramahi doang dan tak memakai kekerasan.Dari situlah vero sangat membenci papanya.Dia selalu berpikir 'siapa sih anak kandung papa yg sebenarnya?'.


Petugas pmr datang dengan orang terluka yg dihajar vero tadi,namun ganjalnya hanya 9 prang,lah satu lagi mana?tentu yg satu lagi mengadu kepada rendo untuk meminta pertolongan.


Vero dan alra meminta izin keluar agar mengurangi terpengapan di uks yg ramai itu.





**Hehe gimana?bagus gak?kalo gak bagus bilang biar diperbarui😁😁.


Nieh ide kawan aku untuk buat adegan yg kayak gini.Thanks ya pendapat dan sarannya.


Tapi kalo gak bagus gue marahi dia😠.Haha canda😊.


*Byee


Thanks for reading.Don't forget like and coment.


See you next part guys***

__ADS_1


__ADS_2