
'Cemburu?ingin rasanya seperti itu,tapi aku siapa dia?pacar?Alah teman aja gak dianggap apalagi seseorang yg penting!'mungkin suatu hari nanti'.
"Alra"
-*|*-
"Alfi lo tau gak soal yg ini?".
Tanya alra saat mereka tengah asyik mengerjakan soal yg diberikan oleh pak sardin.
Vero yg melihat itu awalnya tampak mengacuhkan namun alra tak akan menyerah,dia masih berusaha meminta bantuan kepada vero.
"Itu ada rumusnya,halaman 132".
Jawab vero sekian kalinya.Alra yg mendengar cengengesan sendiri yg membuat vero bingung.
"Gue lupa bawa bukunya".
Vero yg mendengar berdecak kesal,dia langsung menuliskan rumus disebuah kertas diatas meja.
"Nih".
"Makasih".
"Vero alra kalian sedang mencontek ya".
Keduanya tak menyadari kalau sedari tadi pak sardin memperhatikan mereka.Alra yg tampak gugup hanya diam saja sedangkan vero tampak tak peduli namun dia sedikut kasihan dengan alra.
"Gak pak dia cuma minta ajarin".
Jawaban vero lantas membuat pak sardin bingung.
"Kan bisa minta ajarin bapak alra?".
Tanya pak sardin,alra yg ditanya hanya diam tak tau apa yg harus dijawab.
"Kata alra pak dia segan dan takut,jadi nanya sama saya lebih baik katanya".
Jawab vero yg membuat hati alra lega.Pak sardin yg mendengar jawaban anak didiknya mengangguk.
"Kalo ada yg mau ditanya sama bapak aja biar gak gangguin vero belajar".
__ADS_1
Kelas begitu hening karena mereka sedang mengerjakan soal dengan serius.Tentu waktu tak terasa bel istirahat berbunyi nyaring.
♡
♡
♡
Alra berjalan menyusuri loring hanya untuk pergi kekantin,dirinya sehabis dari toilet untuk membuang hajad nya yg sedari tadi dirinya tahan.
Namun tak sengaja dirinya melihat vero yg sedang bersama keirla si cewek genit yg terkenal seantero sekolah.
"Dasar genit"umpat alra saat vero berusaha menghindar dari keirla,namun wanita tersebut tampak enggan pergi dan terus membuntuti vero.
Akra yg sedikit ragu mendekati vero dan keirla.Ok vero ini demi lo.Lo kuat alra.Batin alra.
"Vero".
Panggilan alra lantas membuat kedua nya menengok siapa yg memanggil.
"Ya?".
Tanya vero dingin yg membuat alra ragu.Namun saat melihat keirla yg menatap dirinya tak suka itu langsung melanjutkan aksinya.
Dari sekian banyak alasan alra merutuki kesalahannya karena mengambil keputusan yg satu itu.Vero yg mengerti maksud alra mengangguk dan membuat keirla lemas dan malu sendiri.
"Thanks".
Ujar vero dingin yg membuat alra senang walau sesaat.Karena vero yg melihat itu langsung berjalan mendahului alra.
"Tunggu napa".
Alra dengan langkah kecilnya berusaha mengejar vero yg semakin menjauh darinya
♡
♡
♡
Aku bernapas lega saat alra tak berusaha menggangguku.Aku langsung menstater motor kesayangan milikku ku melaju membelah jalanan untuk sampai ke tempat kerja.
__ADS_1
Dan sialnya aku bertemu dengan kak rendo si pria ******** nomor dua,pria munafik dan brengsek oh jangan lupa rendo terkenal dengan genitnya.
Bahkan aku melihat dia bersama dua wanita sexy ditempat kerjaku.Sungguh malas namun apa yg bisa diperbuat?.
Sebelum itu aku bekerja disebuah resto yg terkenal.Tentu gajinya lebih besar dari resto lainnya.
"Vero kamu layani meja nomor 11".
Pak donde adalah pengawas pekerja disini,jadi aku mau tak mau harus menuruti perkataannya walau berat.
Aku langsung mendekati meja dimana kakak tiriku ini berada.Dengan pulpen dan kertas aku gontai berjalan kearahnya.Aku hanya berpikir untuk menulikan telinga saat dia berbicara yg tidak-tidak.
"Permisi mau pesan apa?".
Tanyaku seramah mungkin,tampak mereka melihat kearahku.Dan tentu aku mendapat smirk darinya dan tatapan genit dari kedua wanita dengan baju kurang bahan ini.
"Haha adik tiriku yg baik.Kok gue baru tau ya adek gue ini seorang pelayan.Bisa gak yg lebih rendah gitu,emm misalnya jadi pembantu.Hahaha".
"Maaf mau pesan apa ya?kami hanya menjual makanan bukan menjual perhatian".
Ucapanku berhasil memancing kemarahannya.Dia ingin melayangkan sebuah pukulan dipipiku namun sayangnya kutahan.
"Tolong anda sopan sedikit,saya hanya menjalankan tugas sebagai pelayan,anda tolong mengikuti aturan resto ini jika tidak saya akan memanggilkan satpam".
Ucapanku lantas membuat dirinya terdiam.Akhirnya dia memberitahukan pesanannya dengan sedikit sindiran dari perkataan dan tentu makanan yg dipesan adalah makanan kelas atas.
Cih siapa yg peduli?uang juga bukan hasil sendiri!.
Aku langsung menuju dapur untuk memberitahukan pesanan yg telah dipesan oleh siberengsek ini.Dasar tukang ngadu.
Aku tau dia akan mengadu kepada papa jadi aku hanya bisa diam saja dan mengikuti alur.
♡
♡
♡
**Masih berlanjut ya.Jangan lupa like dan coment kalau suka bisa difavoritkan kok.
Byee~
__ADS_1
See you next part**