
Vero memasuki halaman kampus dengan hati yg was was.Dia masih enggan bertemu dengan claysta,sedikit pemberitahuan.
Claysta selalu mengejar dia dimanapun dia berada.Atau kata lainnya claysta menyukainya.Sebenarnya vero udah risih dengan keberadaan claysta yg manja dan tidak tau malu bila didekatnya.
Bahkan vero sama sekali tidak memandangnya.Bagi vero claysta hanya terobsesi dengannya bukan cinta.
"Vero."
Vero menengang mendengar namanya takut takut yg memanggilnya adalah claysta orang yg sangat dia hindari.
Punggungnya ditepuk,vero masih memejamkan matanya,Dia langsung menghempas tangan itu dan pergi saat tangan nya memegang tangan vero.
"Aneh tuh bocah."
Ternyata perkiraan vero salah,dia adalah alra bukan claysta.
"Woi vero."
Panggil alra sesudah duduk disebelah vero,mereka berada dikelas.
"Apaan?."
"Lo kenapa?."
"Kenapa?."
"Ya aneh aja.Gue panggil lo tadi didepan lo malah kabur."
Vero terdiam mendengar penjelasan alra.Dia hanya cengengeran tidak jelas.
"Hehe i-itu...hmm...anu...g-gue...g-gue b-buru buru...eh iya gue buru buru."
Alra menyerengit bingung mendengar penjelasan vero yg aneh.Gak biasanya.
Nieh anak aneh banget hari ini.Apakah ada sesuatu yg disembunyikan?mari kita introgasi untuk mencari jawaban yg belum terpecahkan.Hehehe.
"Lo bohongkan alfi?."
"E-eh s-siapa yg bohong?."
"Lo!."
"Masa.Gue gak merasa ."
"Ayolah jujur aja.Lo bohongkan?atau lo habis dikejar fans lo?."
"Engh...i-itu...hmm..."
"Ih bener kan?banyakan bohong lo sih?.Siapa emang fans lo?."
Terpaksa harus jujur nieh sama satu bocah,kalau gak introgasi makin panjang.Dasar kepo.
"Disebelah lo."
"Ha?claysta?."
"Hmm."
"Lo kenal sama claysta?."
__ADS_1
"Iya."
"Kenal nya kapan?."
"5 thn yg lalu."
"Ha?."
"Ya ya gue harus jujur sama lo.Gue kenal sama dia waktu masuk sekolah disingapur."
"Wah."
"Kepo lo."
Alra hanya diam.Dia terkunci dengan vero yg memakai gelang yg sama persis dengannya.
"Vero."
"Iya."
"Gue mau nanya."
"Nanya apa?."
"Ini gelang punya lo?."
"Iya?keanpa?."
"Lo beli dimana?."
"Lupa."
"Ha?."
"Sepasang?satu lagi?."
"Gue kasih kesahabat gue waktu kecil."
Glek
"S-sahabat?."
"Ya sahabat gue waktu kecil ya umur 10 tahun nan gitu."
"Gelang yg lo kasih sama persis ga?."
"Ya sama bahkan warna nya."
"Nama sahabat waktu kecil lo siapa?."
"Gue lupa namanaya.Tapi namanya persis kaya lo dan dulu gue panggil arta."
Vero baru sadar atas percakapan ini dia langsung menengok kearah alra dan berusaha mengatakan kenapa?.
"Temui gue nanti di taman dekat kampus."
"Ha?."
"..."
__ADS_1
"Sok misterius lo terkadang."
"..."
"Ck."
♡
♡
♡
Vero berjalan menuju taman kampus.Dia penasaran dengan alra,apa yg ingin dikatakan oleh nya.
Vero melihat alra tengah duduk dibangku yg tepat membelakanginya.
"BOO."
"Gue gak kaget al."
Vero terdiam sejenak mendengar panggilan alra.Al?tentu dia kaget,sudah lama dia tidak dipanggil seperti itu sejak saat dia bersama sahabat masa kecilnya.
"Lo kenapa?."
Alra menengadahkan tangannya kearah vero.Vero diam seribu bahasa dia bolak balik memandang alra juga gelang yg sama sama mereka pakai.
"Arta?."
"Al?."
"Beneran?."
"Ntahlah.Lama banget sih loading lo."
"Ha?."
"Lo gak kangen sama gue?."
"Ck udah sering ketemu juga."
Alra kaget karena vero tanpa aba aba menariknya kedalam pelukan vero yg sudah lama tidak dia rasakan lagi.
"Oi lepasin gue gak bisa napas."
"Biarin.Lo cium aja ketiak gue."
"Iih bau."
"Sukalah."
"Gak akan."
"Oh?."
♡
♡
♡
__ADS_1