Dia Kebahagiaanku

Dia Kebahagiaanku
Depresi-4


__ADS_3

"Mami".


Lirihku tiba-tiba.Namun aku seperi tak memperdulikan itu.Alra masih setia mengelus rambutku dan menenangkan aku.


"Lo harus kuat alfi.Lo harus sabar.Jangan pernah nyakiti diri lo lagi,semua orang pasti punya beban hidup begitu juga dengan lo.Makin sulit beban itu maka semakin sayang tuhan sama lo.Lo harus kuat".


Sialan!bukannya berhenti,air mataku kian menambah deras.Alra masih setia menenangkan aku dengan kata-katanya.


"Lo harus optimis.Lo harus tau diluar sana masih ada orang yg lebih menderita dari lo.Lo juga harus tau dibalik penderitaan lo pasti ada hikmanya.Jadi lo harus tegar".


"T-tapi g-gue lelah.Gue gak pengen hidup lagi".


Dan tubuhku langsung didorong olehnya agar pelukan kami terlepas.


"LO BISA DIAM GAK SIH.LO ITU KUAT LO JANGAN MIKIR SAMPE KESITU.LO ITU JANGAN GAMPANG NYERAH.LO GAK SENDIRI GUE BISA BANTU LO DENGAN CARA GUE.Lo jangan mikir sampe kesitu".


"Setidaknya masih ada yg sayang sama lo".


"siapa?".


"Gue!"


Dan kali ini dia yg menangis sendu,ntah apa yg dipikirkannya.Aku langsung memeluknya erat mencari posisi nyaman begitu juga dia.Ntahlah aku bingung harus bagaimana.


"Kok lu sih yg nangis?".


"Lo ngomong yg kayak gitu".


"Udah gue gak akan ngomong kayak gitu lagi.Udah lu sana kekelas belajar gue mau nenangin diri dulu".


"T-tapi l-lo harus janji sama gue...".


"Gue gak bakal bunuh diri.Sana lu pergi gue mau ngerokok".


"Yaudah gue pergi awas lo bunuh diri".


"Iya iya".


Dan sekali lagi ketenangan datang.





"Alfi lo naik apa?".


"Motor".


"Bareng?".


"Lu bisa pulang sendirikan?".


"Yahh.Rumah gue jauh gue harus naik bus".

__ADS_1


"Ck".


"Boleh ya".


"Gak".


"Boleh ya alfi boleh".


"Gak boleh sana lu pergi".


Sepertinya alra sudah menyerah baiklah aku akan bekerja dulu sebelum pulang keneraka.


Aku terdiam saat melihat dia didorong dari kaca spionku.Mungkin mereka se-geng dan punya dendam sama alra,eh tapi kami baru masuk hari ini dan bahkan masih amatir dengan lingkungan sekitar.Dan aku melihat dengan sendirinya dia di bully dan dicaci maki.Okelah untuk saat ini aku bakal bantu.


Aku langsung turun dari motor dan menghampiri mereka.


"Dasar lo mur*han.Gan*en,gen*t lo.Muka lo pas-pasan tapi udah sok lo deketin cogan.Dasar lo bi*h".


Terlihat salah satu dari mereka ingin menampar arla namun dengan cepat aku mencegat tangannya agar tak menyakiti cewe cerewet ini.Ya walau cerewet setidaknya dia bernyawa


"Mau nampar dia".


Ucapku berusaha dingin.Tampak dia kikuk sendiri.Alra langsung menatapku dengan komuk ntahlah apa itu.


"eem g-gak g-gue cuma mau ngelus pipi dia aja kok".


"Cih.Gak cuma ringan tangan ternyata lu munafik dan pembohong".


Aku langsung mencampakkan tangannya keras.Ku lihat penampilan alra yg seperti gembel itu.Langsung aku tarik tangannya untuk kemotor ku.


"Naik lu".


"Tapi lo b-".


"Lu mau naik atau di bully lagi?".


Tentu dia akan langsung naik.Aku bergegas menstater motorku dan melajukan motorku dengan kecepatan rata-rata.


"Mana rumah lu?".


"Di komplek mawar".


"Ha?k-komplek mawar?".


"Ya kenapa?".


"Gue anter lu dijalan raya lu masuk sendiri".


"Yaudah gak papa".


Dan sekali lagi keberuntungan pergi begitu saja dari tanganku.Mobil papa brengsek ku itu ingin memasuki komplek dan tentu saja mata kami bertemu.


Aku dengan cepat meng-gas motorku menuju komplek mawar.Untung saja aku tinggal dikomplek anggrek.


Sedikit pemberitahuan,komplek anggrek itu untuk rumah kaum elite.Sedangkan komplek mawar untuk komplek rakyat kalangan kebawah dan rata-rata".

__ADS_1


"Ini kan rumah lo".


"Iya makasih.Tapi kata lo kan cuma dijalan raya kenapa ikutan masuk?".


"Karena..."


Aku dikejutkan dengan papa yg tidak jauh dari tempat kami berada.Dia masih belum menyadari keberadaan ku.


"Gue numpang motor gue.Lu bisa sembunyiin gak?".


"Kenapa?".


"Cepet lu bantu gue".


"Ini disini".


Tanpa aba-aba aku langsung meletakkan motorku ditempat yg ditunjuk alra.


"Gue numpang rumah lu bentar sekalian biar gue yg ngobati luka lu".


"Gak usah".


"Udah cepet".


Dan untung nyawa ku terselamatkan.Saat papa sudah mendekat aku langsung masuk beserta sepatuku yg ikut masuk.


"Gue numpang bentar".


Ucapku dengan sesekali meliahat kearah jendela.Dan dia masih ada disana mencari sesuatu dengan wajah marahnya.


"Mana obat lu sini gue obatin".


"G-gak usah".


"Udah cepetan".


Alra langsung menurutinya,Tentu aku menaruh sepatuku saat melihat ada rak sepatu disebelah kananku.


"Alra udah pulang?".


"Iya ma".


"ooh...Lo siapa?".


L-lo?i-ini mama nya alra kan?kenapa jadi begini ngomongnya.


"Ah?t-temennya alra tan".


Ujarku gugup.Ini baru pertama kali aku mendengar ibu ibu manggil anak orang dengan panggilan ^lo^.


"Oh temennya alra.Ayo duduk nak".


Ha?gak anak gak mama nya sama sama gak ngudeng aku.Aneh,tentu saja aneh!.Ah udahlah gak usah terlalu aku pikiri bukan urusan juga.Yg penting aku udah selamat dari lubang buaya.


Seperkian detik kemudian aku melihat alra datang dengan membawa kotak obat ditangan nya.

__ADS_1


__ADS_2