
"Vero bangun,Vero."Panggil seorang wanita muda yg berusaha membangunkan 'suaminya' itu.
"Hmm..."Deheman keluar dari mulut vero,namun pria itu enggan membuka mata.Terpaksa alra harus mengeluarkan jurus rahasianya.
"VEROOO TOLOONG."Jerit Arla sontak membuat vero langsung terbangun.Dia melihat alra yg cengar cengir sendiri setelah membuat pria itu terkejut.Wanita itu tanpa bersalah menarik tangan vero menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Sana mandi duluan."Suruh alra,vero menahan pergelangan wanita itu.
"Mau mandi bareng?."Tanya vero hanya sebagai lelucon.Alra sempat berpikir,namun ide jahil melintas diotak buntunya.
"Oh ok.Tapi-aku bakal pergi dan gak puang pulang."Jawaban alra mampu membuat vero terdiam,dia melepaskan tangannya lalu secepat kilat menutup pintu.
"Hahaha."Tawa alra pecah saat pintu dibanting lumayan keras.Dia bingung dengan sifat vero yang berbanding terbalik saat masih kecil,sma,dikampus dan dirumah.Dia harus meladeni sikap jahil pria itu dan membuatnya terdiam itu adalah kesenangan bagi alra.
Sudah 1minggu sejak hari mereka menikah,alra pernah bertanya sama vero suatu pertanyaan yg membuatnya bingung.
[FLASH BACK]
"Vero."Panggil alra,sekarang mereka ada disofa dengan alra yang duduk dikarpet dengan dihimpit kedua kaki vero sambil memeluk bantal sedangkan vero yg mengerjakan materi kampus dirinya sendiri dan alra.Menyenangkan bukan?.
"Iya."Vero masih harus fokus mengerjakan tugas tersebut.Alra memang harus menanyakan pertanyaan yg mungkin bagi vero tidaklah begitu penting namun membuatnya penasaran.
__ADS_1
"Mau nanya boleh?."Tanya alra lagi,vero mengangguk dan masih berfokus kearah laptop walaupun tadi sempat melirik alra.
"Kan kalau biasanya cowo itu nembak cewe jadi pacar dulu baru diajak nikah.Kok kamu ngajak nikah dulu,terus pas nikah kamu ajak pacaran."Tanya alra tidak masuk akal.Vero ingin rasanya tertawa terbahak mendengar pertanyaan istrinya namun dia tahan.
"Gak papa tuh."Jawab vero sok cuek,dia hampir ingin mengeluarkan tawanya.
"Ih aku kan serius veroo."Alra sudah kesal sendiri dibuat oleh pria diatasnya.Vero tersenyum sambil menatap alra.
"Gak masalah kan?lagipula kalau udah halal bebas ngapain aja.Contohnya gini..."Alra hanya melamun saat bibirnya diambil ahli.
"Ish."
"Hahaha."
♡
♡
♡
Alra tidak menyadari kalau vero sudah keluar dari kamar mandi dan sekarang tepat ada didepannya.Vero mengibaskan tangannya dihadapanan muka alra.
__ADS_1
Wanita itu tersentak lalu menyengir tidak jelas.Namun cengiran itu memudar perlahan saat menyadari vero yg tak memakai sehelaipun pakaian kecuali handuk yg ada dipinggangnya dan itu hanya sampai diatas lututnya.
Alra terdiam dan menunduk,ini pertama kalinya dia melihat tubuh vero yg tampan setampan wajah pria itu.Namun perlahan dia menaikkan pandangannya dan berhenti di perut vero.Dia ingin memegang perut kotak kotak itu,ya walau tak sejelas dikomik komik yg pernah dia baca,namun dia masih terdiam dan ingin memegang perut itu dan mengelusnya.
Dia melamun dan tidak menyadari tangannya sudah menyentuh perut vero,pria itu ingin tertawa merasa geli dengan wajah wanitanya sekaligus tangan alra yg membuatnya ingin tertawa.
"Ehem."Dehem vero dan itu membuat alra tersadar dan secepat mungkin menarik tangannya kembali.
♡
♡
♡
Sorry kalau ada yang typo disini,malas baca ulang.Hehe😅.
Aku juga minta maaf karena gak up up selama seminggu ini atau lebih aku udah lupa.
Terimakasih yang udah baca cerita depresiku hingga tamat dan thank you so much lah untuk like kalian.
Semoga sehat selalu yg baca ini ya.Kalau gitu aku pamit.
__ADS_1
Byee😄