
"HA?VERO?".
Tampak alansa menahan amarahnya saat mengetahui vero adalah cowo yg gak bener kelakuannya.
"Udah mama gak usah salah paham.Vero kayak gini juga karena ada alasannya.Nanti alra ceritain yg penting vero dulu yg lagi pingsan".
"Udah cepetan awas kamu ya nyembunyiin sesuatu dari mama".
Kedua wanita tersebut berjalan menghampiri vero yg masih saja pingsan dan bergumam tak jelas.
"Mami bawa vero juga...mami vero mau ikut mami aja...bawa vero pergi dari rumah...hiks...vero gak mau ketemu papa pasti vero dipukul lagi...mami...mami".
Gumam vero,alansa yg lirih mendengar gumaman tersebut hatinya terhunyuk kasihan.
"Alra cepet ambil air hangat sama kainnya sekalian".
"Iya ma".
Alra berjalan menuju dapur untuk melakukan apa yg disuruh alansa.Sedangkan alansa bersusah payah membuka baju vero untuk membilas badan dan baju pria yg ada dibawah umurnya.
GLEK
Alasa mulai mengetahui alasan kenapa vero seperti ini,bahkan hampir seluruh tubuh vero terdapat bekas luka dan cambukan.
"Astaga vero kenapa badan kamu.Hiks...banyak luka".
Alansa sudah menangis sendu melihat tubuh vero yg layaknya penuh dengan tato.
__ADS_1
vero gak mau ketemu papa pasti vero dipukul lagi.
Gumaman vero terus saja terngiang dipikiran alansa layaknya radio rusak.Alansa kali ini sangat merasa bersalah karena memikirkan hal yg tidak-tidak tentang vero.
"Ini ma a-".
Alra dengan cepat berjalan menuju mamanya dan vero,dia meletakkan mangkok yg berisi air hangat dan kain di meja yg berada dekat mereka.
"Badan vero kenapa ma?kok banyak bekas luka?".
Tanya alra tak percaya.Alansa yg nemang tak tau apapun menggeleng sebagai jawaban.
"Yaudah cepet sana kamu cuci dulu baju vero biar mama yg ngelap badannya".
Alansa dengan cepat melakukan pekerjaannya sesambil menangis dalam diam.Dia pun tak akan bisa menahan hal yg dirasakan vero jika dia yg mengalaminya.
Sudah hampir 20 menit menunggu akhirnya vero terbangun dengan pikiran yg masih ling lung.
"Nak vero udah bangun.Cepet ini minum tehnya biar lebih hangat".
"Tan toilet mana?".
Tanya vero buru-buru.Alansa yg mendengarnya memberitahu letak toilet rumahnya.
"Hoek...ugh...Hoek...Hoek".
Veri memuntahkan seluruh isi perutnya yg membuat dirinya sendiri tidak nyaman.Setelah memastikan tidak akan mengeluarkan sesuatu lagi dia berjalan menuju tempat alansa berada sambil memperhatikan seisi rumah alra.
__ADS_1
"Sini vero duduk dulu".
Vero yg sedikit segan itu pun mengangguk dan duduk sambil meminum teh yg dibuatkan oleh alra.
Sebenarnya setelah alra membuatkan teh dia langsung pergi ketempat kerja dengan alasan yg beragam.
"Tadi kamu mabuk untung alra bantu kalo nggak tante gak tau kamu bakal dibawa kemana mana"
Ujar alansa dengan diselingi kekehan.Vero yg mendengar tersenyum hangat.Dia belum pernah merasakan hal seperti ini lagi setelah maminya meninggal.
"Oh ya tan vero pingsan udah berapa lam?".
Tanya vero penasaran karena jam sudah menunjukkan pukul 8:30 wita.Alansa yg mendengarnya tampak berpikir.
"Mungkin 40 menit-an rasa tante".
"Owh...hmm tan vero mau pulang dulu.Makasih ya udah ngurus vero dan bawa vero dari bar".
"Iya gak masalah kok.Kamu hati-hati ya.Oh ya rumah kamu dimana soalnya tante sering liat kamu?".
Tanya alansa penasaran.Vero yg sedang bersiap itu langsung menengok kearah alansa dan tersenyum.Sungguh ini adalah hal aneh bagi dirinya.Dia tidak tau kenapa tak terbebani jika bersama alra dan mamanya bahkan dia sudah menganggap alansa seperti ibunya sendiri.
"Komplek anggrek,belokkan ke tiga nomor 24 tan".
Jawab vero ramah.Alansa yg mendengar itu mengangguk dan mengantar vero hingga didepan rumahnya.
"Kamu hati-hati ya nak vero jangan nyerah sama hidup kamu".
__ADS_1
Vero yg mendengar itu kaku sesaat namun ia terpaksa mengangguk sebagai jawaban.Vero menggas motornya dan melaju kearah rumahnya.
Dia masih memikirkan tentang perkataan alansa yg seperti memberikan motivasi dan semangat untuk dirinya.