
Tak terasa hati demi hari minggu demi minggu bulan demi bulan telah berlalu bahkan satu tahun tak terasa sudah berlalu.
Walaupun begitu tak membuat perasaan Keysha terhadap Kevin berubah. Kehadiran Kiano yang selalu ada di sampingnya tak serta merta merubah haluan cintanya.
Sesuai rencana liburan akhir ajaran Keysha dan Kiano berencana akan menemui Kevin di Jerman. Selama setahun ini Keysha menabung walaupun oranng tuanya mampu untuk membiayai tripnya ke Jerman tapi Keysha tetap menabung dari uang jajan dan dari hasil terjemahan yang biasa dia terima dari temannya.
Kiano yang memang berniat menemui sang Paman orang tuanya Dio sepupunya sekalian menemani Keysha menemui cinta pertamanya. Jadi selama disana mereka tak perlu nginep di hotel tapi tinggal di rumah orang tua Dio.
"Ayah tenang aja Kiano akan jaga gadis-gadis ayah dan bunda dengan jiwa raga Kiano" Ucap Kiano saat menemani Keysha meminta izin untuk pergi ke Jerman.
"Lagian ayah pasti kenal dengan om Prabu ayahnya Dio dan itu adeknya Papa!"
"Apa hubungannya dengan Prabu?"
"Kita akan tinggal dan nginap di rumah om prabu yah!"
"Oh jadi Prabu itu Om kamu Kian? ayahnya Dio?"
"Koq om tahu daddy ku?" Dio bertanya dan terkejut mendengaar Ayahnya Keyla tahu dengan Daddy nya.
"Tahulah Prabu itu teman sekolah om!"
"Sudah kuduga!" Tebakan Kiano ternyata benar.
"Kalo gitu biar ayah yang telpon langsung ke Prabu dan menitipkan gadis-gadis ayah!"
"Gak sekalian ikut jalan-jalan yah? itung-itung bulan madu kesekian sekalgus merayakan aniversary" Keyla ikut memanas-manasi.
"Gak usahlah lain kali, lagian kesehatan oma kalian lagi menurun sekarang kasian gak ada yang jagain!"
"Eh Sha, bantuin ayah ya! beliin cincin yang menurut kamu cocok buat bunda buat hadian aniversary nanti" titah ayah sambil bisik-bisik.
"Beres yah, Tar Sha minta tolong Kian buat nemenin"
"Sekarang aja dinanti-nanti malah jadi lupa!"
"Ya sudah Kian temenin Keysha ya nyari ke mall ada yang mesti di beli" Ayah memberikan kartu ke tangan Keysha.
"Siap yah!"
__ADS_1
Kiano dan Keysha pun pergi ke toko perhiasan disana Keysha dan Kiano memilih cincin.
Saat memilih cincin itu Keysha senddiri yang mencoba karena jari tangan Bunda dan Keysha sama lingkarnya.
Sambil bercanda Kian memasangkan cincin tersebut ke jari Keysha. Dan Kian bertekuk lutut seolah sedang melamar.
"Keysha Adhitama Putri maukan kamu menerima cincin ini sebagai tanda pengikat agar tak ada seorang pun yang mengambilmu dariku?" Bak seorang pangeran Kiano bertekuk lutut dan memasangkan cincin yang sangat indah itu di jemari manis Tangan Keysha.
"Dengan senang hati aku menerimanya Kiano angkasa Pratama"
Mereka berdua tertawa terbahak menertawakan tingkah konyol mereka. Walau di hati kecil Kiano ada kesungguhan tapi melihat Keysha tertawa lepas begitupun sudah membuat Kiano senang. Tanpa mereka sadari momen itu ada yang mengabadikan dari luar sana.
Keysha sudah memilih cincin yang menurutnya bagus dan cocok untuk bundanya lalu membungkusnya dan memasukannya pada paper bag khusus.
"Kian persiapan buat ke Jerman giman?" tanya Keysha saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Semua beres aman terkendali!"
"Oke sip"
Kiano sudah memesan tiket pulang pergi. Mereka berniat tinggal satu minggu disana. semua persiapan Paspor visa dan surat surat lainnya semua di urus Kiano.
Keysha berencana menemui Kevin dan menjelaskan semua yang terjadi mungkin setelah satu tahun setidaknya Kevin sudah lebih tenang dan mau mendengarkan penjelasannya secara langsung. Karena lewat email yang di kirim Keysha dan Kiano tak pernah Dijawab bahkan email Keyla pun cuma sekali aja di jawabnya.
Tanpa mereka tahu kebencian Kevin terhadap mereka semakin membesar.
...****************...
Setiap waktu Kevin selalu dapat Kiriman foto-foto dan video kebeersamaan Kiano dan Keysha dan hebatnya lagi sang fotografer memilih engle yang tepat sehingga gmbar tampilan seperti mereka sedang bermesraan.
Belum lagi Nira yang selalu mematik api di depan Kevin dengan memmperlihatkan Akun fiktif yang memperlihatkan lagi-lagi foto kemesraan Kiano dan Keysha.
Bagaimana tak jadi benci Kevin terhadap Kiano dan Keysha setiap hari setiap saat dicekoki dengan foto foto mesra dengan caption yang begitu romantis.
Dan Kevin begitu mempercayai apa yang dia dengar dari Nira dan apa yang dilihat dari yang diperlihatkan Nira. sedangkan pertemanan mereka baru seumur jagung.
"Vin, lihat deh postingan terbaru mereka"
Sebenarnya Kevin sudah jengah melihat kemesraan dan membuatnya ssering diluar kontrol. Tapi ada sissi penasaran yang membuatnya ingin melihat.
__ADS_1
"Vin, sepertinya Keysha dilamar Kiano deh? Dan keeysha menerimanya!"
Nira memperlihatkan Video dengan durasi 3 menit itu ke Kevin.
Saat Kevin melihat video tersebut tangannya mengepal. wajahnya berubah merah menahan amarah dia terdiam membisu dalam beberapa saat. Gak berapa lama keepalan tangannya mengendur wajahnyapun sedikit demi sedikit berubah normal dan bergumam.
"Gue doain kalian bahagia Sha Kian!"
"Lo harus lupain Keysha Vin. Lo buka hati lo buat Yang lain. Gue gak akan nuntut apapun dari lo gue mau nerima lo apa adanya. kasih kesempatan gue buat ngambil hati lo Vin!" Nira menatap netra Kevin yang berkaca-kaca.
"Sorry Ra gue belum bisa kasih kesempatan itu ke lo. Gue masih butuh sendiri buat nata hati gue yang terlanjur hancur!"
"Gue yakin bisa nyembuhin luka hati lo Vin please setidaknya lo peertimbangkan dulu!"
"Sorry gue beneran gak bisa!" Kevin beranjak saat berdiri Kepalanya terasa pusing Kevin terdiam dan memegang kepalanya.
"Lo kenapa Vin? Lo mimisan Vin! ini tissu buat lap hidung lo. sini lo duduk dulu deh!"
kevin minum air putih yang di berikan Nira sedikit demi sedikit rasa pusing itu hilang dan mimisannya pun sudah berhenti.
"Lo gak apa apa vin? gue temanin ke rumah sakir yuk! " tawar Nira
"Gue gak apa-apa koq Ra, cuma emang akhir-akhir ini sering pusing mungkin karena sering begadang mengerjakan tugas dan kurang istirahat. untung sebentar lagi libur jadi bisa istirahat dari berbagai tugas"
"Lo gak pulang Vin?"
"Gak, belum siap gue ketemu mereka! Gue cabut Ra!"
"Gue anterin ya Vin takutnya lo kenapa-kenapaa di jalan!"
"Gak perlu Ra gue gak apa apa koq!" Kevin pun meembawa ranselnya dan meninggalkan Nira sendiri.
Sambil berjalan hati Kevin berbicara. "Kalau memang lo bahagia sama Kian gue ikhlas Sha. Gue gak akan ganggu lo lagi dan gue juga akan melupakan cinta gue ke lo Sha!" beberapa tetes air mata jatuh dari sudut mata Kevin.
Kevin... oh... Kevin
Coba lo gak emosian trus mau denger penjelasan orang lain gak akan sakit Vin. Tekan keegoanmu itu Vin jangan ditiru sifat papihmu yang egois itu! Jiwa muda memang menggebu tapi kalo lo bisa mengalahkan nafsu diri gak gini akhirnya! Othor jadi kasihan liat lo Vin sabar ya!
Jingga😉
__ADS_1