
Simon memberikan beberapa lembar kertas yang disimpannya di atas meja tempat belajar Kevin. Semua itu riwayat kesehatan Kevin belakangan ini.
berkas-berkas itu semua laporan hasil lab dan penelitian yang dilakukan para ahli.
"Om tidak mengerti istirahatlah dalam Kedokteran tolong jelaskan!" ucap papih Erwin tak sabaran.
"Baik om tapi om dan tante haarus kuat. Kalian harus jadi tiang pegangan untuk kevin kedepannya. kalau kalian lemah maka kevin akan semakin lemah"
" sebelumnya ifa dan aku sering melihat gejala seperti sakit kepala yang kevin rasakan, kadanng mimisan, kadang jatuh seperti hilang keseimbangan. dan bisa sedang membaca kevin bilang pandangannya kabur"
"Hingga aku sarankan untuk memeriksa lebih lanjut dan setelah beberapa tes yang tim dokter lakukan dengan MRI ternyata ada pertumbuhan daging abnormal di otak Kevin kami pun melakukan biopsi dan dari sampe yang kami ambil ternyata memang bersifat ganas kevin harus Kemo!".
Mamih yang mendengar ucapan Simon sungguh tak busa menahan kakinya yang lunglai. sakit di dadannya membuatnya nyesek tak bisa menangis. semua badan dirasakan begitu lemas dan pikirannga blang. mamih Dewi pingsan.
__ADS_1
Tidak jauh beda dengan keadaan Papih Erwin. Anak yang di andalkan dia banggakan yang dia elu elukan pada siapapun akan mengalami penderitaan sedemikian.
"Andai aku tak memaksanya, andai kevin tak kuliah di luar. andai dia tak tertekan dengan keputusan yang aku ambil" Papih bicara pada dirinya terbersit penyesalan yang begitu besar dalam hatinya.
Bahkandia melarang Kevin untuk pulang saat liburan tapi di suruh ngambil semester pendek atau sekedar mengambil matkul yang cuma 2 sks saja.
dia selalu menekan Kevin untuk selesai dalam 3 tahun. Papih terduduk lemas tak menyadari air matanya mulai menetes seorang yang tegas berwibawa juga arogan tapi saat menghadapi kenyataan akan keadaan putra sulung yang begitu diharapkannya menderita seorang diri tanpa dukungannya.
Wajah yang tampan tegas mennyembunyikan umur yang hampir setengah abad seketika terlihat tua dan rapuh.
"Fa kenapa kamu baru memberitahuku?" suasana yang beberapa saat hening kembali terdengan suara lemah ayah Erwin.
"Maafkan Ifa om, Ifa memang salah!" Ya ifa merasa bersalah telah menyembunyikan rahasia sebesar ini pada kedua orang tua yang ifa saendiri saudah menganggapnya orang tua kandung sendiri.
__ADS_1
"Maafkan ifa!!" ifa menunduk sambil sesekali tangannya mengusap tetes demi tetes air mata yang menetes di pipinya.
"Ya simon juga minta maaf bukan bermaksud untuk menyembuntikannya. tapi permintaan Kevin. Kevin tak mau om melihatnya lemah. dan tak Mau membuat mamihnya bersedih terlalur dengan kondisinya. Dan ingin menjadi seorang kaka yang bisa dijadikan pedoman dan contoh buat adikny!" Jelas simon
"Berapa peluang kesembuhan Kevin?" tanya Papih
"Banyak sekrang banyak alat yang canggih bisa pakai herbal banyak kasus yang ada dan bisa lolos sembuh seutuhnya!"
"Kevin butuh dukungan, suport dan dikelilingi orang orang yang meenyayanginya. dengan begitu kevin lebih semangat dan membuat dia berusaha untuk terus berjuang.
" Jadi sekrang saatnya tante dan om hapus air matanya dan tersenyumlah jangan teruas dibicarakan masalh ini. kita semua beerusaha untuk kevin ssembuh!"
"Ya om setuju berapapun biaya pengobatan kevin om akan siapkan walaau harus menjual semua aset bahkan perusahaan, om ingin kevin sembuh seperti dulu! Om pun ingin menebus semua perlakuan om yang membuaatnya sakit hati.
__ADS_1
Papih begitu bersemangat dan berharap bisa diberi kesempatan untuk memperbaiki sikapnya terhadap Kevin selama ini.
Jingga😉