Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 54 Berita Baik


__ADS_3

tertinggal Mamih dewi dan papih Erwin di ruang belajar Kevin. Keduanya terdiam sibuk dengan pikirannya masing masing. kemudian suara ketokan pintu membuat keduanya tersadar.


tok... tok... tok...


"Mih... Pih....!" suara Alvin memanggil kedua orang tuanya.


Papih membuka pintu dan alvin pun masuk terlihat Mamih mulai berkaca-kaca. Alvin mendekatinya lalu memeluknya.


"Kakak kamu Al... Kakak kamu!" tangisnya pecah saat itu juga.


"Mamih gak mau kehilangannya!"


"Al, udah dengar semuanya dari Kak Ifa mih! masih banyak jalan untuk mengobati Bang Kev! Al yakin semuanya akan cepat berlalu. Mamih Al mohon sembunyikan kesedihan mamih depan abang. tunjukan keceriaan mamih seperti biasa. jangan perlakukan abang seperti orang sakit kita harus dukung abang biar survive!"


"Kamu benar Al. ayo mih kita lihat kondisiinya sekarang gimana. mmih cuci muka dulu biar Kevin lihat mamig segar jadi dia gak sedih dan merasa bersalah!" mamih mengagguk


"Mamih harus kuat ya! Al yakin mamih bisa al akan sselalu disamping mamih!" lagi lagi mamih hanya bisa mengagguk menurut karena dia masih bingung bagaimana menghadapi Kevin.

__ADS_1


Kevin yang selama ini jadi sandarannya sekarang justru dialah yang harus jadi tongkat penopang buat sandaran Kevin.


mereka bertiga keluar dari ruang belajar Kevin terlihat Kevin sedang bersiap-siap mau keluar.


"Lo sayang mau kemana nak? mamih baru datang udah mau keluar aja!"


Kevin melihat sorot mata mamihnya yang berusaha tegar di depannya pdahal terlihat begitu penuh kesedihan disana Kevin tersenyum manis sambil mendekati dan memeluk mamih.


Mamih yang memeluk tubuh yang dulu berisi dan keras penuh orot sekarang hanya berup tulang diliputi kulit. rasanya begitu pedih. tak sanggup memeluk erat takut akan rapuh tulang tersebut.


"Ada kelas sore cuma satu mata kuliah mih paling 2 jam kurang lebih lagin kampus juga dekat! Kevin udang biasa koq mih!"


"Baiklah selama kuliah mamih akan masakin makanan kesukaan kamu ya! cepet pulangnya!" kevin mengangguk lega. tapi pandangan mamih langsung melihat Alvin. Dan alvin seperti mengerti apa yang dipikirkan mamihny itu.


"Bang, Al ikut ya!"


"Abang gak apa-apa abang bisa sendiri!"

__ADS_1


"Dih Geer al cuma pengen liat kampusnya abang siapa tahu ada cewe yang bisa dikecengin!" Kevin tahu betul itu cuma alasan. tapi kevin tak bisa menolak ini wujud perhatian dan kasih sayang merek terhadapnya.


"Ya sudah awas jangan pecicilan Abang tuh terkenal keren dan gak bisa ditaklukan sam cewe manapun jadi kamu harus jaga nama baik abangmu!'


" Lah abang sendiri itu mah yang gak mau buka hati terkunci hanya untuk Keysha!"


"Sok teu lo...!"


canda tawa dan saling ejek akan sedikit mengurangi pemikiran kevin terhadap penyakitnya itu cukup epektif untuk menunda perkembangan sel abnormal itu tumbuh.


Begitupun Mamih dan paooih yang merindukan suasana yang dulu sering terjadi anatar adek kakak yang saling usil saling ngejek tapi saling mencintai dan meenyayangi.


beberapa hari Kevin dikelilingi dengan orang orang yang dia sayangin membuat penyakitnya tidak sering kambuh. bahkan kejang yanng biasa sehari sekali dua bahkan setelah tiga hari baru kambuh.


Melihat kemajuan yang cukup baik itu membuat pappih memutuskan akan tinggal sementara di jerman demi menemani pengobatan Kevin. urusan perusahaannya dia serahkan pada asistennya dan dia pantau dari jauh kecuali kalau ada hal yang tak bisa diwakilkan. Baru papih pulang dulu ke indonesia.


Begitupun dengan peendidikan Alvin yang dipindahkan juga ke Jerman guna mempermudah semuanya dan biar semua bisa kumpul lagi bersama.

__ADS_1


Jingga😉


__ADS_2