
'akh sial gagal lagi gagal lagi' gerutu Nira saat dia masuk ke apartemennya. setelah gagal membicarakan pernikahan dengan Kevin.
'Gue mesti gimana lagi biar Kevin jadi milik gue!' Nira terus menggerutu sambil memonyongkan bibirnya.
'padahal udah tinggal selangkah lagi masih aja gagal. apa gue nyerah aja ya cari yang lebih baik nerima gue apa adanya cinta sama gue ganteng, kaya baik sholeh kayak Kevin' pikirannya melayang ngehalu.
'Tapi gak ada yang seperti Kevin gue maunya Kevin!'
'Akkhhh tahu akh pusing gue tar gue mikir lagi aja!' lagi lagi Nira ngomong sendiri sambil menghemoaskan tubuhnya diatas kasur yang empuk dan memeluk guling juga boneka kesayangannya.
Malemnya Nira mencoba untuk melupakan kekecewaanna dan dia senngaja pergi untuk cari makan. Nira memasuki sebuah Cafe yang cukup ramai. saat kakinya menjejakan di cafe tersebut matanya langsung berselasar mencari tempat yang kosong.
Nira melihat sosok yang dia cukup kenal, awalnya Nira akan menghampirinya tapi sebelum sampai Seseorang yang tinggi hidung mancung rahang yang tegas dan cukup ganteng menghampiri perempuan itu dan mereka cipika cipiki.
"ternyata si Ifa sudah punya pacar gitu masih ngaku ngaku tunangannya si Kevin. Kira-kira kalo gue bilang ke cowoknya itu soal dia sama Kevin gimana ya jadinya? jangan jangan si Ifa langsungdi tendang ke mars sama si kevin"
Nira mulai melangkah berniat akan melakukan rencananya tapi samar Nira mendengar nama Kevin disebut-sebut. Nira mengurungkan Niatnya dan malah memilih duduk dekat meja Ifa tapi memilih duduk membelakangi ifa. sengaja biar ifa gak melihatnya dan biar gak ketahuan kalau dia nguping.
__ADS_1
"kalau keadaannya terus seperti ini dalam 1 tahun juga mungkin kurang Kevin gak akan bertahan selama itu!"
"Bukannya kemo kemarin memperlihatkan kemajuan yang cukup besar?"
"Benar tapi kita tak melihat yang awal dimatikan kini aktif kembali dan mulai menyebar!" Ifa mendengar itu tak tahan menahan air mata dan menangis.
"Gimana kita memberitahukan?"
"Pelan-pelan kita lakukan bersama!"
"Apa gak ada cara lain?"
mendengar pembicaraan Ifa dan Simon Nira sampai menahan nafas dan kaget setelah mengerti apa yang mereka bicarakan.
'Hah kevin gak akan bisa bertahan dalam 1 tahun? gak gak mungkin gue pasti salah denger. kevin sakit apa?' segala macam pertanyaan dan pemikiran datang silih berganti dalam benak Nira. karena ingin mendengar jelas akhirnya nira berdiri dan mendekati Ifa.
"Apa yang kalian bicarakan? kalian bukan laagi ngomongin Kevin gue kan?" Nira mulai berkaca-kaca hampir menangis
__ADS_1
"Kak Ifa jelasin apa yang gue denger itu bohong kan? Kevinku sakit apa? benarkah dia gak akan bertahan dalam 1tahun ini?" Kini tangisan Nira semakin kencang
Ifa yang sebenatnya tidak menyukai Nira tapi melihat cinta Nira yang begitu besar terhadap Kevin akhirnya menenangkannya dan mengajaknya duduk.
Dan ifa menjelaskan semuanya. Bukan tanpa pikiran yang matang Ifa memberitahukan semuanya ada misi didalamnya.
"Jadi kevin bilang kalo gue nikah sama dia gue harus siap jadi janda muda ini alasannya?"
"salah satunya itu, perlu lo tahu juga nira saat kamu melakukan rencana jaahat lo sama Kevin saat itu Kevin sedang kambuh dan dia pingsan!"
"Akh benarkah? andai saat itu terjadi apa apa sama Kevin aakhh gue gak bisa ngomong lagi.. aakh Kevin kenapa. harus kevin?" Nira terus menangis
Si Nira walaupun dia bisa ngelakuin apa saja demi mendapat kan kevin tapi cintanya tulus buat kevin.
hai hai haaaai para readers...
makasih ya masih pada setia membaca karyaku. mungkin di sana masih banyak novel novel yang bagus yang ceritanya lebih seru. Tapi kalian masih menyempatkan untuk membaca novel aku. makasih banyak ya!
__ADS_1
Jangann lupa ya yang abis baca tinggalkan jejak like komen rate vote dan juga giftnya aku tunggu ya!!! love u all
Jingga😉