
Kevin sampai di apartemen nya hampir jam 12 malam. semua orang masih terjaga. saat suara pintu berbunyi menandakan ada yang memasukan kode masuk semua orang yang ada di sana Papih Erwin, mamih Dewi Alvin dan Ifa semua menoleh ke arah pintu.
tuluiiit....
Pintu terbuka dan menampakan sosok Kevin yang sedikit pucat dan terlihat lelah.
"Sayang darimana aja? kaatanya cuma 2-3 jam ini tengah malam baru nyampe rumah!" tanya mamih penuh kekhawatiran.
"Maaf mih Kevin tadi nunggu Al ke kantin tapi lama eh ada temen ngajak mabar malah ketiduran disana. Maaf ya udah bikin mamih kawatir. Tapi kevin baik-baik aja koq!" Kevin tersenyum tak ingin membuat semuanya semakin cemas.
"Al sorry ya habisnya lama paling lo ngecengin cewe ya!"
"Hahah tahu aja lo Bang,!" Alvin sengaja berbicara sepeerti itu untuk mecaikan suasana yang sempet tegang karena kehilangan kevin.
"Ya sudah kamu sana Bersih-bersih, sudah makan kamu?"
"Belum mih, kan Kevin ketiduran barusan pas bangun langsung pulang takut semua nyariin dan khawatir dan memang ternyata semua jadi belum tidur maaf ya semuanya Kevin dah ngerepotin semuanya. "
"Itulah keluarga sayang jika gak ada ya saling mencari jiga sakit saling menjaga saling kasih mengasihi saling sayang menyayangi. dan kita semua tulus iklas gak merasa direpotkan. Jadi jangan merasa sungkan. jika sesuati terjadi pada yang lain.. kita juga melakukan yang sama. begitu pun kamu ya kan?"
"Ya sudah habis bersih bersih Mamih angetin dulu masakannya nanti kita makan bersama.
__ADS_1
" Loh belum pada makan?" terlihat wajah kevin yang merasa bersalah.
"Sudah gak usah merasa bersalah gitu. kita emang sengaja nunggu elo soalnya emang kita mau rayain kalo pengobatan lo ada kemajuan. kalo seperti ini terus lo pasti secepatanya sembuh!" ucap Ifa penuh dengan semangat
"Benarkah? Alhamdulillah ya sudah kevin beraih bersih dulu ya!"
...****************...
Keesokan harinya Nira sudah menanti Kevin untuk menagih janjinya. Nira sudah menyususn rencana kalau kevin kasih menolak untuk menikahinya.
Tak jauh dari dia berdiri terlihat Kevin sedang berjalan di liring kampus. Nira segera menghampirinya.
"Hai vin, kita perlu bicara!"
"Koq apalagi soal kemarin lah. lo mesti tanggung jawab!"
"Tanggung jawab gimana? kita emanng gak ngapa ngapin koq?"
"Lo jangan berkilah lagi vin lo mesti nikahi gue atau gue sebar foto-foto kita ini!" Nira memperllihatkan foto-foto adegan mesra yang dia ambil saat kevin pingsan.
"Gue waktu itu pingsan Ra, gue gak inget apapun dan gue yakin gak melakukann apapun!"
__ADS_1
"Lo udah ambil kesucian gue sekrang lo mau ninggalin gue?"Nira mulai berdrama menangis sambil ngomong agak tinggi mencari perhatian orang.
" Lo kenapa habis manis sepah dibuang Vin. Gue salah apa sama lo? gue cuma minta lo tanggung jawab dengan perbuatan lo!" masih dengan tangisnya mencari simpati orang.
"diamlah Ra gak malu apa lo di lihat banyak orang!"
"gue gak peduli pokoknya li harus bertanggung jawab atas kehormatan dan harga diri gue. karena lo yang sudah merusaknya Kevin!"
Kevin sudah jengah melihat tingkah laku Nira yang membuatnya jadi perhatian orang.
"Oke gue akan nikahin lo! puas lo!"
senyum kemenangan terbit dibibir Nira. tangisan yang meraung-raung langsung berhenti berganti dengan teriakan bahagia dari Nira.
"Thanks vin, gue bakal bikin lo bahagia!"
"Lo pasti bahagia hidup bareng gue vin gue yakin!!"
"Terserah, sekrang tinggalkan gue sendiri. dan menjauhlah gue ada kuliah!"
"Teus kapan kita bicarain pernikahan kita!"
__ADS_1
"Nanti gue kabarin lagi!"
Jingga😉