Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 51 Kejutan


__ADS_3

Ifa dan Simon mendatangi Kevin untuk membicarakan kondisinya dan meminta ijin untuk mengabari kekuarganya.


Saat itu kevin sedang duduk termenung sambil melihat foto-foto kebersamaannya dengan keysha dan Kiano.


Ada juga foto saat mereka liburan di rumah kakek Kiano yang membuat mereka penuh kebahagiaan. ujung bibir Kevin terangkat walau samar.


tapi ujung matanya meneteskan air mata. kerinduannya terhadap kedua sahabatnya yang begitu besar membuatnya tergugu akan perasaan tersebut.


"Sha, Ki gue kangen kalian! gue rela menggantikan perasaan cinta gue ke Keysha asal gue sehat trus tetap jadi sahabat kalian berkumpul bersama menghabiskan waktu bersama." Kevin bicara pada diri sendiri.


"woi bengong sampe gue sama simon depan lo dari tadi gak lo gubris!" Ifa mengagetkan Kevin yang terduduk di sofa dengan kakai selonjoran dan laptop diatas kakinya.


"Napa lo sampe nangis gitu? ayooo makanya lo harus sembuh kalo kangen mereka dan cari mereka. Lo mesti semangat jangan terlalu pasrah. semua pasti ada jalan keluarnya!" Ucap Ifa memberi motivasi yang di jawab dengan senyuman kecil dari Kevin


"Mereka sahabat lo Vin?" tanya Simon kevin mengangguk.


"Gak ada persahabatan antara cewe dan cowo kalo gak didalamnya ada perasaan lebih."


"Gue harap mereka bisa bersama!"

__ADS_1


"Lo berkorban demi mereka? lo jangan egois donk lo juga butuh dia kan? kenapa gak bersaing sehat aja!" kembali Simon berargumen


"Cinta tak harus memiliki gue gak bisa memberikan dia cinta gue gak akan bisa bahagiain dia kalo dia bersama gue. Gue hanya akan jadi penderitaannya jadi bebannya. mennding dia gak usah tahu apa yang sebenarnya terjadi" Kevin menunduk dan air matanya kembali menetes.


"Dih cemen, maju juga belum dah nyerah duluan. apa sih yang lo takutkan? soal penyakit lo? justru dengan kehadiran Keysha disamping lo bisa lebih survive donk dengan hidup lo! Apa sih yang lo takutkan? kalo lo berkeinginan kuat buat sembuh lo bisa sembuh udah banyak penderita kangker bahkan sudah stadium akhir karena dia survive dia sembuh!"


"Lo cuma ngehibur gue aja Fa! gue tahu penyakit ini belum ada obatnya! Gue gak mau buat dia nangisin penderitaan gue. gue gak pengen jadi beban buat dia!"


"Oke kalo gitu orang tua lo mesti dikasih tahu tentang kondisimu ini"


"enggak, gue bisa lewati semuanya sendiri Fa!"


"Justru itu gue gak mau fa. Gue gak mau dianggap lemah sama bokap gue juga gak mau mamih sakit kepikiran gue. gue juga pengen jadi contoh buat adek gue gak boleh gue egois mikirin gue sendiri! "


"Kalo gitu lo harus lebih survive donk tunjukan lo pengen sembuh jangan pasrah seperti ini!"


"Kev lo tahu siapa yang bakal mereka cecar? gue Kev gue yang bakalan disalahin disini. Lo tahu sendiri bokap lo kayak apa!"


"Gue gak tahu kalau bokap nyokap lo tahu keadaan lo. trus tahu juga gue nyembunyiinnya dari mereka!"

__ADS_1


ting... tong... (bell berbunyi)


"Lo lagi nunggu teman Kev?"


"Enggak Koq! bukain aja"


Simon yang tadi duduk bergegas berdiri akan membukakan pintu.


"Sama aku aja beb!" Ifa hanya mengangguk pada laki-laki yang baru sabulan ini jadi suaminya.


klek


simon membuka pintu dan begitu terkejutnya melihat siapa yang ada di depan pintu.


"Simon kau sedang disini? Kevin mana?" seorang perempuan parubaya dengan sedikit mendorong Simon dan masuk kedalam tak sabar menemui yang selama ini di rindukan.


"Kevin.... "!!!


siapa tuh yang datang?

__ADS_1


Jingga😉


__ADS_2