Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 58 Janda


__ADS_3

Kevin sedang dalam kamarnya bolak balik sambil berpikir keras bagaimana cara agar dia gak harus menikahin Nira. Karena Kevin yakin sendiri kalau dia tidak melakukan ninaninu. Masalhnya Kevin pingsan mana mungkin dia melakukannya. Apa kata orang tuanya saat keadaannya seperti ini malah dijebak oleh wanita yang terobsesi padanya.


Dirinya akan merasa malu dan takut jika foto-foto syur-nya tersebar, bukannya berjuang melawan penyakit malah melakukan maksiat.


Kevin terus bulak balik sampai tak menyadari kalo Ufa sudah masuk ke kamarnya dan duduk di pinggir kasurnya.


"Lo mau sampe kapan bolek-balik gitu pusing gue liatnya?"


"Loh Fa sejak kapan lo disini?" Kevin duduk dismping Ifa di atas kasurnya.


"Astaghfirullah gue dah 10menit liat kelakuan li yang terus mondar mandir ampe gue gak lo sadari dah ada di sini?"


"Gue lagi bingung ngadepin si Nira?"


"Ngapain lagi si Nira?" tanya Ifa


Berceritalah Kevin semua kejadian dua hari laku yang menyebabkan dia pulang tengah malam.


"Lo pingsan? tapi gak ada efek lain kan?"


"gue mimisan juga!"


"Bentar!" Ifa keluar trus bawa alat alatnya lalu memeeriksa Kevin.


"Apaan sih lo lebay deh gue gak apa-apa koq!"


"gue gak mau ambil resiko!"


"Udah deh gue mikirin gimana keluar dari jebakan si Nira!"

__ADS_1


"Iya gue bantuin mikir deh!" ucap ifa sambil memmbereskan alat-alatnya setelah yakin tak ada hal yang aneh dalam tubuh Kevin.


"cewe itu apalgi tipe si Nira dia akan lakuin apa aja asal dia dapat apa yang dia mau. maksud gue lo ikutin aja dulu maunya si Nira sambil cari celah buat lepas dari dia itu pun kalo lo dah hapus semua bukti-bukti!"


"Tapi gue enek banget deket-deket dia!"


"Ya bertahan lah bentar doank. Tar gue kasih bukti kalo orang pingsan memang tidak akan melakukan apa-apa apalagi sampe ninaninu!"


...****************...


Keesokan harinya seperti biasa Kevin ke kampus dan langsung di hadang Nira.


"Pagi sayang calon suamiku!" Kevin harus mencoba bersabar walaupun jengah tai mencoba tenang dan menjawab dengan datar.


"Pagi...!" pertanyaannya di jawab Kevin Nira merasa di atas awan. Nira sungguh bahagia hanya dijawab pertanyaan walaupun dengan datar dia sungguh merasa bahagia.


"Vin, kapan kita bicarakan pernikahan kita?"


"Hmmmm... Nanti pulang kuliah aja kita ketemuan di Cafe depan sana kita pesan yang VIP biar tak ada yang ganggu pembicaraan serius kita!"


"Ya tentu nanti aku pesankan ruang private buat kita bicara!" Nira penuh dengan kemenangan


"Eh kenapa cuma kita yang bicarain gimana dengan keluarga kita? kapan kamu ngenalin aku ke keluargamu? " Nira sudah memakai Kata ganti aku kamu untuk menujukan kalau dia bisa menghargai Kevin.


"Ya itu nanti kita bicarakan, sekrang harus menyatukan pemikiran kita trus kita juga mesti saling mengenal dulu!"


"Aku udah tahu luar dalam kamu Vin!"


"Tapi aku belum tahu apa-apa soal kamu!"

__ADS_1


"Jadi maksud kamu kita gak langsung nikah tapi pacaran dulu?"


"Gak buruk kan?"


"Tapi aku mau kita pacaran ssetelah nikah! kamu harus nikah dulu?"


"Ya nannti kita bicarakan lagi kuliah pertama aku sudah akan di mulai!" Kevin meninggalkan Nira


"Vin, tunggu dulu! salim" Nira meminta sun tangan sama Kevin dan Kevin pun dengan enggan memberikan tangan kirihya.


"Koq tangan kiri?" tanya Nira


"Tangan kanan gue lagi megang tas. mau enggak?"


"Iya ma-mau!" Nira pun mencium tangan kevin dan berharap Kevin akan mengecup keningnya. Mata Nira masih terpejam padahal. Kevin sudah meninggalkannga.


Perlahan satu persatu mta Nira terbuka Kevin sudah begitu jauh darinya.


"Mungkin Kevin masih malu malu. aku akan sabar Vin!" Nira bermonolog sambil tersenyum lebar dan bergegas untuk memesan ruang private buat nanti ngobrol sama Kevin.


beberapa jam berlalu, Nira sudah menunggu Kevin di Cafe yang telah dijanjikan. Kevin pun datang untuk menemuinya.


"hai sayang aku dah lama lo nungguin kamu?"


"Kamu siap jadi Janda?" pertanyaan pertama Kevin stelah duduk di depan Nira.


"Hah? "


Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2