Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 52 Papih Syok


__ADS_3

"Kevin...., Kevin Mamih kangen kamu? Kenapa kamu pucet begini nak? Kenapa kamu jadi kurus begini? Ini kenapa kepalamu kupluk gini dingin ya? kamu lagi sakit sayang?" kereta pertanyaan Mamih saat melihat anaknya yang terlihat pucat dan kurus.


Mamih Dewi memeluk putra sulungnya itu dengan penuh kasih sayang dan menyalurkan rasa rindu yang lebih dari 3 tahun gak ditemuinya!


"Mamih kangen banget sama kamu sayang!"


"Kevin juga kangen Mamih" air mata bahagian bercucuran di kedua orang yang saling berpelukan tersebut.


"Tapi kenapa kamu sampai begini sayang? Apa kecapean? jangan terlalu memporsir diri kamu sendiri. kalo libur ya libur aja jangan ambil semester pendek atau ngamil matakuliah yang kecil SKS nya, Kamu sampe habis gini badannya!"


"Kamu makan gak? Koq kamu bisa sekurus ini nak?" Tak terasa sambil bertanya mamih tergugu menangia terus terussan meliht keadaan anaknya yang dulu begitu tegap sehaat ceria. kini duduk dengan badan yang kurus mata yang cekung juga wajah yang pucat.


"Kevin gak apa-apa koq mih cuma emang agak cape aja trus makanan ya mamih tahu sendiri kalo kevin pemilih makanan. banyak tugas jaadi kadang sulit tidur!" jelas kevin.


Papih yang sejak tadi melihat interaksi anak dan Ibu yang terpisah dan mendengar obroln mereka hanya bisa mematung tak tahu dalam hatinya seperti tersentuh. Dirinya pun begitu merindukan sang putra yang selalu dibanggakan itu.

__ADS_1


Alvin pun mendekat dan sekedar menyapa kknya sekenanya saja.


"Kev, kamu sehat?" akhirnya papih buka mulut ada rasa khawatir yang berlebihan disana.


"Kevin sehat sekarang tambah ganteng kan pih! sebentar lagi Kevin usahain wisuda tahun depan" Papih hanya mengangguk.


Entah karena tertekan dan melihat Mamih yang terus menangis melihat keadaannya. walaupun sudah menyangkal. Hati Kevin semakin terenyuh membuat kepalanya berpikir keras. Tak lama keluar darah dari hidung kevin.


Kalaau sudah seperti itu dipastikan kevin akan kejang kejang. Ifa dan Simon segera mendekatinya.


"Ifa kenapa anakku? jawab kenapa dia?" Mamih berteriak teriak tak mampu melihat anaknya begitu menderita.


"Kevin kenapa kamu sayang... Kevin!" mamih makin meraung raung menangis melihat Kebin yang kejanng kejang seperti itu.


"Ada apa sebenarnya ini ifa kenapa kamu biarkan anakku sepeerti ini sudah kejanng kejang harusnya di bawa ke rumah saakit." Teriak papih erwin membuat suasana lebih tegang.

__ADS_1


"Papih sama mamih tenang dulu diam dulu jangan teriak teriak. biarkan kak Ifa sama kakk Simon melakukan tugasnya. mereka pasti tahu apa yang mereka lakukakan" Alvin menenangkan Kedua orang tuanya.


"Kevin kenapa Al? kakak kamu kenapa?" isak tangin mamih dewi terus tak berhenti sambil terus memeluk Alvin. Albin memeluk Mamihnya dan mengusap usap punggungnya.


setelah 5 menit kejang-kejangnya berhenti tapi kEvin tak sadarkan diri kecapean.


"Alhamdulillah Kevin sudah tenang dia akan tidur untuk beberapa saat!" ucap Ifa sambil membuang nafas lega


"Apa yang terjadi sama Kevin? Jelaskan Ifa, simon!" Pandangan mata Papih begitu tajam dan menuntut dilayangkan bulaak balik ke arah ifa dan Simon.


"Kami akan menjelaskannya, Alvin tolong tunggu disini jagain kakak kamu! kita akan bicara di ruang belajar Kevin biar gak mengganggu tidurnya Kevin! " Ucap simon


"Tapi setelah mendengarkan apa yang aku katakan kalian akan ikuti saranku demi Kevin dan kesembuhannya? "


Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2