Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 42 Terbongkar


__ADS_3

Kevin dengan tergesa menemui Nira yang terlihat sedang duduk di bangku taman kampus mereka. Dan Kevin melihat sepertinya Nira sedang melakukan Video Call dengan seseorang. Dan setelah dekat Kevin tahu dan kenal siapa yang dihubungi Nira.


"Nira, jadi semua ini lo yang mengaturnya?"


"Maksud lo apa Vin? gue gak ngerti!" ucap Nira pura-pura bego.


"Mil gue gak nyangka gue pikir lo sudah insyaf dengan kejadian dulu tapi malah semakin... gue dah gak bisa ngomong lagi sama lo Mil, gue beneran Kecewa!!!" ucap Kevin kelayar Laptop yang berada di meja depan Nira.


"Vin, gue bisa jelasin sama lo. Gue gak ada maksud buat seperti ini tapi gue pengen kuliah gue lakuin semua demi uang kuliah gue Vin!" Mili menghiba pada Kevin dalam laptopnya Nira.


"Kalian berdua ya membuat satu persahabatan menjadi terpecah belah. bakhan semua orang disini menjadi korbann keegoisan kalian berdua. Sorry gue males berteman dengan manusia- manusia licik seperti kalian!"


"Dan buat lo Nira walapun lo berdandan dan bersikaf seperti Keysha lo gak ada apa-apanya diimata gue. Gak akan ada yang bisa gantiin Keysha di hati gue!"


"Ingat jangan pernah hadir depan mata gue. kalopun lo gak sengaja kita bertemu bersikaflah bahwa kita gak kenal !!! " tiba tiba mata kevin buram kepala pusing tak lama kemudian hidungnya mengeluarkan cairan yang tercium amis segera Kevin mengambil saputangan dalam katong celananya.Kevin mengusapkan saputangan tersebut pada hidungnya. akh mimisan lagi pikirnya.


"Vin lo kenapa? hidungmu berdarah Vin! " Ucap Nira penuh kekhawatiran.


"Stop menjauh dari gue gak sudi berdekatan dengan orang yang cuma memanfaatkan keadaan dan berkhianat dibelakang!"


"Sorry Vin gue gak maksud seperti itu. Gue akuin semua memang perbuatan Gue tapi gue lakukan semua demi dekat sama lo. gue sayang sama lo Vin gue mau lo jadi milik gue!" Nira menjelaskan dengan penuh emosi


"Sorry tapi gue gak suka sama lo apalagi jalan yang lo ambil itu salah! dan lo mil" kembali Kevin melihat layar laptop yang masih tersambung.


"Gue kecewa sama lo!"


"Sorry Vin, Gue cuma pengen kuliah kayak kalian. sedangkan hidup gue lo juga tahu jangankan buat kuliah buat makan aja gue kekurangan"


"Tapi bukan berarti lo menghalal kan segala cara buat meraihnya!"


"Percuma ngomong sama kalian!" Kevin merasakan kepala yang semakin sakit dia putuskan untuk pulang ke apartemennya.

__ADS_1


"Vin lo kamu kemana gue bantu ya!" Kevin menepis tangan Nira yang akan menggandengnya.


"Vin, please gue bantu ya! Lo tunggu di depan sana gue bawa Mobil dulu."


Kevin memang duduk dulu di tempat yang Nira tunjuk tapi bukan untuk menunggu Nira tapi untuk sekedar dudduk meredakan sakit yang menyerangnya.


Dengan tertatih perlahan tapi pasti Kevin mulai melangkah ternyata Brian teman satu kelasnya melihat Kevin yang berjalan sempoyongan.


"Bro, lu pagi dah mabok aja! habis berapa botol. lo? Gue kira lo polis Bro!" Brian membantu memapah Kevin saat itu Kevin tertunduk.


"Tolong anter gue ke tempat parkir!" Saat Kevin minta Tolong kevin sengaja mengangkat wajahnya agar terlihat sama Brian.


"Bro kenapa lo? wajahmu pucat! Apa gak sebaiknya gue antar lo ke rumah sakit!" Kevin menggeleng. anterin ke apartemen gue.


Bria yang lumayan ddekat dengan Kevin susah beeberapa kali main ke apartemeenya jadi dia tahu persis dimana tempat tinggal Kevin.


Dengan mengendarai mobil Kevin Brian bergegas membawa Kevin ke apartemen nya. Brian memapah Kevin


dan saat sampai di depan pintu setelah berhasil membuka pintu.


Tubuh tinggi tegap Kevin ambruk tak tertahan karena memang Brian tidak siap membawa beban yang begitu berat. Kevin yang menahan sakit yang menyerang kepalanya itu jatuh pingsan. Ifa yang sedang bersiap akan pergi pun begitu kaget mendengar kegaduhan yang terjadi di luar kamarnya.


"Kev... Lo kenapa! Kev!" Segera Ifa menghampiri Kevin yang sedang di angkat Brian ke sofa dan merebahkannya. Ifa kembali masuk ke kamarnya sambil sesekali menolehkan pandangannya pada Kevin.


Dengan peralatan medis seadanya Ifa mulai memeriksa keadaan Kevin. Terlihat Kevin mengernyitkan dahinya menahan Nyeri dan mencoba membuka matanya!


"Kev, lo dah sadar? apa yang lo rasakan kev? mana yang bikin lo sakit?" beberapa pertanyaan keluar begitu saja dari mulut Ifa!.


"Gue gak apa-apa!"


"Lo mimisan lagi Kev?"

__ADS_1


"Gue terbawa emosi tadi ngadepin si Nira sama si Mili ya gue mimisan! Tapi sekrang serangan sakit kepallanya kebih dahsyat dari sebelumnya Fa! Apa gue pingsan fa?"


"Ya sudah jangan di tunda lagi kita mesti melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap. kita musti ke rumah sakit?"


"Jangan lebay deh! Gue gak apa-apa koq!"


"Kev inget kondisi lo akhir akhir ini, gue mohon ikut gue ke rumah sakit please!"


"Oke tapi gak sekarang gue pengen nenangin dulu perasaan!"


"Tapi Kev... "


"Sorry motong gue pamit dulu ya gue ada kelas siang ini!"


"Thanks Brian dan anteriin gue sorry ngerepotin!"


"Oke anytime!!! " Brian keluar lalu seorang permpuan menerobos masuk.


"Vin lo gak kenapa-kenapa kan? Kenapa ninggalin gue? gue kan khawatir sama lo Vin!"


"ngapain lagi lo kesini bikin tambah runyam aja!" Kevin menatap Nira tajam. Walaupun Kepalanya begitu sakit Tapi ngelihat Nira yang begitu menyebalkan membuat Kevin meempunyai tenaga untuk menahan kesakitannya.


"Keysha? eh bukan ya apa sodaranya? " Ifa bertanya karena melihat gerak gerik sama dandanan mirip Keysha.


"Dia Keysha jadi-jadian dia Nira!" jawab Kevin Ketus


"Siapa perempuan ini Vin?" Nira kaget melihat sseorang gadis cantik elegan berdiri memapah Kevin yang akan masuk kamarnya. Padahal selama mencari informasi tentang Kevin gak menemukan sosok perempuan yang berada di sekitar Kevin.


" Lo nanya? Lo nanya siapa Gue?" Ifa kalo dah datang somplaknya memang seperti itu!


Kevin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ifa.

__ADS_1


Hai... hai... hai dah senin lagi jangan lupa vote sama gift nya ya! komen likenya sellu ku tunggu. makasiih yang masih terus mengikuti Dia Milikku Bukan Milikmu.


Jingga😉


__ADS_2