Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 47 Sakit Kevin


__ADS_3

Beberapa tes di lakukan dari tes darah tekanan jantung, ct scan, MRI dan lain lain.


Hasil akan di terima dalam 4-5hari.


Ifa melihat Kondisi Kevin yang kian melemah. makin hari gejala-gejala yang di lihatnya benar benar menngarah pada diagnosa yang sangat di takutkan Ifa.


Kevin kadang kalau lagi diam suka kaadang kadang mual. muntah. Atau kadang lagi jalan dia akan jatuh sendiri sepperti hilang keseimbangan.


Ifa menemui Kevin yang sedang terbaring lemah. Saat Ifa membuka pintu bertepatan dengan Kevin memmbuka matanya.


"Hai... " ucapa Iga Kevin hanya tersenyum sambil berusha untuk duduk. Kevin merasa badannya lebih enakan dan tak terasa pusing lagi.


"Tidurlah lo belum bisa di ajak duduk takut pusingnya kambuh!'


" Apaan sih cerewet aja. Gue pengen pulang! males gue disiini lama lama Fa!"


"Lo emang gak punya sopan santun ya? panggil gue kakak!"


"Males banget, Lo lebih pendek dari gue lo juga wajah dan bandan lo yang kecil gak pantes di panggil Kakak Hahhahaha!"


"Sialan lo!"


"Jadi apa diagnosa penyakit yanng gue derita?"


"Belum ada masih besok, Kemungkinan lo besok di oprasi mau biopsi. keliatannya ada benjolan di kepala lo!"

__ADS_1


"Benjolan apa maksud lo? gue sehat begini. olah raga terus masa ada benjolan di kepala!"


"Dari pemeriksaan terakhir gue ama simon ada penumbuhan daging Abnormal di kepala lo yang mesti kita periksa. Makanya kita bakalan melakukan Biopsi!"


"Lo di operasi trus diambil sedikit lalu kita akan memeriksanya apakah itu jinak atau ganas?"


"Maksud Lo, benjolan itu tumor?" Kevin seperti kehilangan tenaga saat melihat Ifa mengangguk!


"Fa gue pengen sendiri!"


"Tenanng Kev kita bakalan ngelakuin apa aja sampai lo sembuh! Lo jangan mikir apa-apa lo harus enjoy kalo. lo terpuruk akan tambah berbahaya buat lo. Lagian ini masih diperiksa lebih detail Kev belum tentu diagnosa awal itu memang penyakit lo!"


"KELUAR, gue pengen sendiri!" Kevin berteriak sampai mengagetkan Ifa.


"Oke lo istirahat aja inget jangan banyak pikiran kita disini buat ngebantu elo ingat Kev kita saemua sayang lo! Apa gue kasih tahu mamih sama papihku?"


Ifa pun menngangguk dan meninggalkan Kamar Kevin. saat akan membuka pintu Ifa berpesan.


"Jika lo butuh appun lo bilang ma gue!" Kevin mengangguk.


Kevin memang sudah menyadari kalo akhir akhir ini dia sakit dan dia juga ngerasa sakitnya akan agak parah.


Tapi Tumor atau Kangker? gak masuk dalam pemikirannya. Penyakit itu belum ada obatnya. Akankah gue gak berumur panjang?


Gimana mamih? gimana Keysha? bokap gue adek gue teman teman gue gak rela rasanya gue kehilangan mereka sesingkat ini.

__ADS_1


cairan bening mulai bergulir di ujung mata Kevin.


Jadi gue akan segera mati?


Gue... gue... aaaarrggggggg


Tangis pilu kevin begitu menyayat hati sendirian. dia merasa sendirian.


Bahkan sampai menyalahkanNYA. Kenapa gue? apa salah gue? kenapa cobaannya begitu berat buat gue?


Gue iklasin cinta gue tapi kenapa gue juga mengalamin ini.


aaaarrrrgggg mamiiiih!!


Apa selama ini Kevin nakal? apa selama ini gue jahat? hingga tuhan memberi hukuman seberat ini?


sesak didada semakin menghimpit rasa sakit tak kuasa tumpah menyertai tangisnya.


Ijinkan aku bahagia cabutlah penyakitku. gantilah diagnosa penyakitku... aarrggggg!!!!


gue gak sanggup ngadepin ini ya Rabb!


dengan kesedihan yang dalam dan tangisan yang terus menerus membuat Kevin kembali kolaps kepalanya langsung sakit, dari hidungnya keluar darah segar dan teriakan Kevin membuatnya pingsan kehilangan kesadaran.


Ifa yang melihat Code blue dari Kamar Kevin segera berlari dan melihat apanyang terjadi.

__ADS_1


Kev, gue gak nyangka sakit lo parah. author doakan lo cepeet sembuh ya! yang sabar ya.


Jingga😉


__ADS_2