Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 45 Ada Apa dengan Kevin?


__ADS_3

POV KEVIN


Setengah tahun ini kurasakan badan tak selalu fit! kadang kala bahkan hanya sekedar setelah Basket baju basah gak langsung ganti langsung masuk angin.


Hidup sendiri di negara orang tanpa orang tua memaksaku lebih mandiri. Gue termasuk orang yang pemilih makanan sedangkan hidup di negara yng beda kultur cuaca budaya bagaimana gue bisa bertahan tanpa rendang kesukaanku?


Jadi inget Rendangnya Bunda Keysha. seketika perut Kevin terasa lapar cuma dengan mengingat Rendang buatan Bunda Keysha.


Memberontak keinginan Papih sama aja dengan bunuh diri. Bagi Papih semua keputusannya mutlak tak bisa di ganggu gugat.


Andai gue bisa memilih seperti yang lain!


Dua semester telah kulewati dengan begitu berat. Tapi entahlah apa yang terjadi denngan baadan gue sendiri yang gue rasakan sedikit berbeda dari sebelumnya.


Tapi Gue gak pernah memikirkannya lebih paling adaptasi dengan cuaca yang berbeda dari negeri senddiri atau karena kerasnya gue belajar untuk memberikan yanng terbaik sesuai tuntutan papih hingga kadanng jarang tidur bahrak lupa makan.


aplagi gue terasa semakin lemah dalam 3 bulan terakhir. hidung sering mimisn. kepala sakitnya tak terkira. Bahkan kemarin sempat pingsan saat gue begitu menahan emosi meenghadapi si Nira.

__ADS_1


Tapi sempet gue merasa senang dann bahagia setelah sekian lama tinggal di Jerman tak perrnah gue bisa tersenyum lega.


Saat kutemui dua sahabat terbaik gue yang saat itu kami memiliki salah faham gue sih yang salah faham. Tai saat mereka datang depan pintu apartemen gue rasa kesel karena kesalahfahaman gue itu mendadak hilang. apalagi melihat Keysha saat itu begitu ingin gue langsung memeluknya.


Memeluk sosok yang selama satu tahun ini gue rindukan. kulihat senyumamnya yang manis membuatnya semakin cantik di mataku. Tapi senyum itu hilang berubah dengan tangisan pilu saat ku kenalkan Ifa sebagai tunanganku.


Entah setan apa yang membisikan ke gue buat mengakui Ifa itu Tunanganku. Tangisan pilu Keysha saat itu mengiris hatiku perlahan rasanya tak tahan untuk melihatnya. Apalagi Kiano yang memeluk memberikan dadanya untuk kenyamanan Keysha menghiburnya.


Ki, harusnyabgue yang ada di posisi lo. harus nya gue! Tapi apa daya itu keinginan cuma ada dalam hati gue. Gue gak berani memberikan harapan pada Keysha Gue ngerasa hanya akan membebanin dia.


Semua terjadi kaarena seminggu yang lalu saat gue mimisan dan serangan sakit kepala yang menyerang gue. Dan rasanya setiap. kerasa serangannya saemakin keras dan semakin kuat.


Dalam satu artikel yang gue baca kalau sakit kepala itu indikasi ada salah satu organ yang sakit semakin ku cari dan ku baca sampai pada satu kesimpulan kalau gue menderita sakit yang mematikan.


Gue gak mau membicarakan apa. itu penyakitnya. gue sendiri merinding mendengarnya tapi justru penyakit itu semakin tertananm dalam diri gue yang biki gue semakin hari semakin paranoid.


Gue takut mati, tapi semua orang bakal mati. apa sekranng dan apa karena paenyakit ini gue mati? sempet frustasi dan mengurung diri di kamar gak keluar atau sekedar makan hingga Ifa selallu menggedor kamarku dan memberi makan. Tapi kadang makanan itu utuh tak tersentuh.

__ADS_1


akh Ifa? dia bukan tunanganku next chapter biar othor yang ngenalin siapa dia.


Perpisahan saat di Bandara bagi gue mungkin itu akan jadi waktu terakhir gue ketemu dan melihat Keysha. Enatah kenapa. perasaanku selalu berpikir seperti itu. Karena itu gue meminta ijin untuk sekali ini saja memeluknya biar jadi kenanngan buat gue. Kenangan terindah gue sama Keysha.


Sebernya pelukan dengan Keysha sejak kamu bersahabat sering kami lakukan. misal saat selesai ujian dan kita dah lakuin terbaik. atau saat pembabian rapotr kita saling mendukung atas pencapaian yang kita raih. ataw sekedar memghibur saat kita menghadapi masalah.


Tapi pelukan ini lain, pelukan dengan perasaan pelukan yang hangat dan dalam.


rasanya enggan gue untuk melepaskannya. gue rasakan Keysha pun enggan untuk mengakhiri pelukan tersebut. kubisikan kata-kata terakhir yang ingin ku sampaikan pada Keysha, kurasakan basah pada baju bagian dadaku.


Ku pastikan itu air mata Keysha. Ya keysh meangis dalam dekapan gue. gue akui betapa kejam omongan gue padanya. Tapi gue mau Keysha bahagia dan tak terpuruk dan terus menungguku.


Tapi akhirnya ku lerai juga pelukan walau enggan dan ku coba menatap netranya lalu ku tersenyum Keysha pun tersenyum.


Itulah senyuman terakhir Keysha yang gue lihat dan akan gue kenang selamanya.


Thanks Sha lo emang terindah buat gue. semoga lo bahagia walau buakan gue yang buat lo bahagia.

__ADS_1


Jingga😉


__ADS_2