Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 56 Tanggung Jawab


__ADS_3

Kevin terbangun dengan kepala sedikit pusing. matanya terus berputar melihat suasana kamar yang tak dikenalinya. Saat matanya melihat ke samping dikagetkan dengan sosok perempuan yang sedang tertidur pulas.


"Apa yang terjadi?" pikir Kevin sambil memegang kepalanya. perlahan bangkit dan turun dari ranjang.


"Kenapa aku gak pake baju" pikirnya kemudian.


melihat di lantai berserakan baju bajunya juga baju Nira yang dirinya ingat yang dipake Nira saat mereka bertemu.


Jam didinding sudah menunjukan jam 10 malam Kevin bergegas memakai bajunya dan akan meninggalkan Nira.


Sebelum Kevin keluar kamar Nira sudah terbangun.


"Hoooaaammmmm, Malam Vin?"


"Apa yang lo lakuin sama gue?"


"Lo Koq gue, harunya itu pertanyaan Gue kenapa lo lakuin ini semua sama gue padahal selama ini lo nolak gue?" Nira mulai berstategi.


"Tapi gue gak nyesel koq vin. Jadi mulai sekrang lo harus bertanggung jawab akan masa depan gue. lo harus nikahin gue!"


"Ciiih... apa yang bisa gue lakukan sama lo saat gue pingsan!"

__ADS_1


"lo lupa Vin apa yang lo lakuin lo juga nikmatin semuanya lo juga merasa puas sampai tertidur pulas!"


"Tapi gue gak ingat sama sekali yang gue tahu gue pingsan!"


gak mau tahu okoknya lo harus tanggung jawab lo jarus nikahin gue. li udah renggut kesucian gue!" Nira menyibak selimbut yang menutup tubuhnya tanpa malu dia berdiri dan memperlihatkan noda merah.


"Itu bukti lo udah ambil kecusian gue vin!" Nira mulai risih karna tak sedikitpun kevin melirik pada tubuh polis yang diperlihatkan nya. Lalu membungkus dengan saelimbut yang tadi.


"Pakai bajumu nanti masuk angin gue pergi dulu!" Kevin meninggalkan Nira sendiri.


"Vin gue gak mau tahu pokoknya lo harus tanggung jawab. kalau gue haamil gimana vin?" Kini Nira menjual kesedihannya pura-pura sedih untuk mengambil simpati Kevin.


"Lo harus putusin cewe gak penting itu lo harus nikahin gue Kevin!" Nira merosot duduk dilantai sambil menanngis tergugu.


"Besok kita bicarakan lagi masalah ini! Gue pergi sorry gue ngerepotin lo tadi saat gue pingsan!"


"Gue gak ngerasa direpitin Vin. Gue justru ingin selalu terlubat dalam hidup lo Vin"


"Makasih atas cinta lo tapi gue bener gak bisa memmbalasnya!"


"Gue bisa bikin lo cinta sama gue Vin asal lo nikahin gue tanggung jawab sama perbuatn lo sudah mengamnil kesucian gue"

__ADS_1


"Gue pamit dulu" Kevin segera keluar sebelum Nira kembali mengajaknya bicara.


"Kevin... kevin!"


"Lo gak akan pernah bisa pergi Vin!"


"Lo gak bisa ninggalin gue!"


Nira tersenyum penuh kemenangan sambil terus menscroll foto foto di galeri nya yang tak lain foto-foto hasil tangkapan dia bersma Kevin seolah mereka sedang bermesraan.


"Lo memang Jennius Nira bisa taklukan cowo sekeren Kevin hahahahaha! Nira berbicara sendiri dan tertawa sendiri.


Keyakinannya akan mendapatkan Kevin begitu membuatnya bahagia. Tak ada lagi yang menghalanginya. Bahkan Nir sudah berkhayal menikah di gedung yang besr dengan pernikahan yang megah dan mewah.


Nira tak bisa menurunkan binirnya yang terus terusan menyunggingkan senyumnya.


"Akkhh bahagiannya gue, selangkah lagi gue jadi nyinya Erlangga!" ucap Nira sambil berputar putar seperti seorang balerina.


"Rasanya gue gak sabar banget! ayang Kevin mmmuuucccvhhh come to me my prince!" Nira terus berbicara sendiri


Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2