Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 50 Kondisi Kevin


__ADS_3

setelah hasil beberapa tes menunjukan ada daging abnormal yang tumbuh di kepala Kevin. Lalu mereka pun melakukan Biopsi untuk sampel melihat apa itu berbahaya atau tidak.


Dua minggu kemudian ternyata itu bersifat ganas sehingga tak bisa di angkat harus di kemoterapi.


Beberapa kali kemoterapi tapi tak menghasilkan perubahan yang signifikan. Bahkan sekarang Kevin sering kejang kejang.


Dan efek samping dari Kemoterapi juga membuat Kevin begitu menderita.


"Beb, sebaiknya segera kita beritahu oranng tuanya Kevin. Karena Kevin butuh dukungan. butuuh motivasi untuk bisa survive dengan hidupnya! Kalau seperti ini terus 6bulan juga belum tentu bisa dilewati Kevin!" ucap Simon pada Ifa


"Trus kemoterapi dalam 7 bulan terakhir belum bisa membunuh sel kangker yang ada dalam Kepala Kevin. Kita hanya bisa memperlambat tumbuh dan menyebarnya sel tersebut!" ucap simon selanjutnya.


Ifa pun merenung memikirkan sambil menganggukkan kepalanya.


"Gimanapun orang tua Kevin mesti tahu keadaan anaknya. Dan mungkin bisa memotifasi Kevin untuk lebih menerima kenyataan dan mau berjuang melawannya! mungpung belum terlambat"

__ADS_1


"Baiklah akan kubicarakan dengan Kevin"


...****************...


Bagaimana ini anak tiap bulan minta kiriman uang makin lama makin banyak memnag biaya kuliah di jerman begitu mahal? atau gaya hidupnya yang terlalu mewah?" Pagi itu Papih Erwin mendapat chat dari Kevin yang meminta dikirim uang lagi padahal baru saeminggu yang lalu Kebin meminta kiriman uang.


"Kirim aja Pih bukannya papih sendiri yang memang mau Kebin kuliah di luar. Lagian perusahaan papih juga dikembangkan untuk anak-anak juga!" Mamih menjawab papih yang selalu mish misuh gegara Kevin yang akhir-akhir ini terus minta uang.


walaupun dengan marah-marah papih Erwin juga gak sampai hati dia akan selalu kirim Uang tersebut. Karena memang dia sendiri yang menyanggupi dan menginginkan Kevin belajar di luar.


"Jangan sampai anak kita disana banyak kekurangan. Kasian dia. nanti malah jadi pikiran. Bukannya Papih ingin anak kita jadi sukses! " ucap Mamih


"Pih, koq. Kevin gak pernah pulang ya apa gak kaangen sama kita?"


"Sudahlah anakmu sedanng belajar bahkan saat liburpun anakmu itu selalu ngambil semester pendek agar kuliahnya cepat selesai"

__ADS_1


"Gimana kalau kita datang saja ke sana biki kejutan mungpun Alvin juga lagi libur kita bikin kejutan buat Kebin pasti dia seneng" Mamih Dewi yang sangat merindukan putra sulungnya merasakan tidak enak hati.


Merasakan Kevin menyembunyikan sesuatu. setiap VC Kevin selalu menolak dengan berbagai alasan. Kevin hanya melakukan panggilan telpon biasa atau sekedar chat menanyakan kabarnya.


Bukan apa-apa kevin tahu banget Mamihnya jadi dia nanti takkan bisa mengelak lagi Mamihnya pasti tahu kondisinya kalau Mamihnya melihat wajahnya.


"Iya juga sekalian papih juga minggu depan harus bertemu dengan investor dari Jerman untuk membicarakan kerjasama yang tertunda beberapa bulan kebelakang! Sekalian kita tengok dan kita juga akan tinggal beberapa hari disana!" ucapa Papir Erwin penuh semangat sekeras apapun yang namanya ayah akan tetap sselalu menyayangi anaknya.


Begitupun Papih Erwin. Dia sangan menyayangi Kevin Dia juga berlaku tegas karena merasa apa yang sudah dia putuskan untuk kebaikan dan masa depan anaknya tersebut.


Papih Erwin sangat menginginkan Kevin meneruskan perusahaannya.


Biar Kevin bisa melewati tantangan dalam persaingan dalam bisnis diperlukan ilmu yang tinggi yang harus dikuasinya. pemikiran itu yang membuat papih begitu memaksa kevin iuliah di luar negeri.


sampai sini dulu ya orhor mau masak dulu nih takut bociil keburu pulang kasihan nunggu terlalu lama 😅

__ADS_1


jangan lupa ya tinggalkan jejaknya. like komen vote gift nya para readers kesayangan


Jingga😉


__ADS_2