Dia Milikku Bukan Milikmu

Dia Milikku Bukan Milikmu
BAB 43 Tekad Nira


__ADS_3

" Lo nanya? Lo nanya siapa Gue? serius lo nanya? ngapain lo nanya?" Ifa kalo dah datang somplaknya memang seperti itu tak terlihat imej seorang dokter spesialis syaraf yang disandangnya!


Jawaban Ifa membuat Nira semakin marah dia bermaksud merangsek Ifa tapi sebelum itu terjadi Kevin sudah menatap tajam dan berkata.


"Sekali aja lo nyakitin tunangan gue jangan harap lo bisa hidup dengan tenang!" ancam Kevin


"Tu... tunangan? Dia tunangan Lo Vin? Sejak kapan?"


"Ya dia memang tunangan gue. Jadi mulai hari ini menyerahlah dengan perasaan lo itu. walaupun Gue gak punya tunangan sekalipun gue gak mau dekat dengan cewe macam kamu yang licik!"


"Tapi... tapi gue gimana vin? Guenterlanjur sayang dann cinta sama lo!" Nira menghiba di depan Kebin dan Ifa terlihat matanya mulai berkaca-kaca.


"Sudahlah lo nyerah aja karna Kevin udh jadi milik gue dan milih gue daripada lo! sekarang lo tinggalin apartemen ini biarkan Kevin istirahat. itupun kalo lo beneran peduli Kevin." Ifa pun kembali memapah Kevin untuk masuk ke kamarnya.


Nira keluar dari apartemen denga sedikit kesadaran pikirannya melayang betapa frustasi dirinya mengetahui Kevin yang sudah bertunangan.


Nira yakin dalam pencarian informasi tentang Kevin dia tak pernah melewatkan apapun apalagi menemukan Nama Ifa di sekeliling Kevin. Dalam pikirannya sejak kapan pertunangan ini terjadi?


'Gak mungkin, mereka pasti berbohong gue yakin Kevin belum bertunangan. Gue mesti selidikin lagi keakuratannya!' Nira bermonolog sambil terus berjalan dan memasuki mobilnya.


Nira pun merogoh ponselnya lalu menekan beberapa tombol lalu menempelkannya di telinga. gak lama ada suara dari sebrang telpon.


"Periksa kembali informasi Kevin Surya Erlangga jangan samapi ada sedikitpin yang terlewat" Nira pun kemudian mengakhiri sambungan telpon tersebut.

__ADS_1


Flashback On


"Sayang kamu berteman dekat dengan Kevin Surya Erlangga yang tadi mengantarkan kamu?"


"Papa kenal Kevin?"


"Papa kenal dengan papanya Kevin beberapa kali papa mencoba mengajukan kerjasama dengan perusahaan Erlangga Corp tapi selalu ditolakknya. Kamu coba deketin anaknya itu biar nanti kita bisa kerjasama dan siapa tahu kalian berjodoh dan perusahaan papa pun bisa lebih maju dari sekarang!"


"Papa akan berikan apapun biar kamu bisa dekat dengan anaknya Erlangga itu."


"Walaupun kamu gak suka padanya tapi tetap dekatilah dan jadikan dia milikmu bagaimanapun caranya!"


"Tentu papa aku juga sangan menyukai bahkan aku sangat mencintai Kevin. Aku pasti akan mendapatkannya. sekalu dayung dua tiga pulau terlewati. Tenang saja Papa Nira pasti dapatkan Kevin dan papa bisa mengembangkan bisnis papa dengan perusahaan Kevin tentunya!"


Flashback Off


Nira teringat ucapan papa nya memotivasi untuknya terus maju.


Nira berpikir sebelum janur kuning melambai dia akan terus mengambil hati Kebin. Bahkan Nira bertekad kalaupun Kevin menikah dengan perempuan lain, Nira akan merebutnya dan akan dijadikan miliknya seutuhnya.


"Vin, gue bakal bikin lo membenci tunangan lo seperti gue juga membuat lo membenci Keysha! Kalian semua memang gak ada yang bisa melawan gue" Nira tersenyum penuh kemenangan dan tekad kuat.


Nira mulai berpikir langkah apa dan akan menggunakan cara apa untuk menghancurkan Ifa.

__ADS_1


Nira merogoh ponselnya dan tangannya dengan lihai dan mennghubungi seseorang.


"Cari informasi yang lengkap atas nama Ifa!"


"Ifa mana Bos apa nama panjangnya?" orang disebrang telpon bertanya.


"gue bayar lo justru buat itu. gue tunggu besok sudah dapat info lengkapnya!" Nira membanting ponselnya di tas kasur geram dan penuh amarah.


Nira yang selalu mendapatkan apapun keinginannya kini hanya menginginkan Kevin betapa banyak hal yang mennghalanginya.


"gue pasti bisa dapatkan kevin"


"Gue harus dapatkan Kevin gimanapun juga!"


"Apa kurangnya gue Vin? baahkan gue melakukan hal rendah meniru semuahal tentang Keysha tapi lo sedikitpun gak pernah ngelirik gue!"


"Apa dengan menghancurian cewe-cewe yang ada di sekkitar lo baru gue bisa dapatin lo gitu? Kalau memang sseperti itu gue pasti lakukan vin!"


"Asalkan lo jadi milik gue apapun gue pasti lakukan berapapun gue pasti bayar!"


Nira terus berbicara pada dirinya sambil jalan bulak balik di dalam kamarnya.


Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2