Dianggap Wanita Murahan

Dianggap Wanita Murahan
Namaku Desnia


__ADS_3

Namaku Desnia, panggil aku Nia aku berasal dari Bandung kota yg Indah dengan sejuta kenangannya. Disini aku akan berbagi kisahku, kisah masalaluku.


Dimulai dari aku yg bersekolah di asrama Putri sebuah tempat dimana semuanya bermulai. Aku adalah anak berumur 12 tahun saat itu. Aku adalah seorang gadis yg tidak terlalu pintar bergaul, aku berusaha untuk dapat bergaul dengan kawan-kawanku, tapi respon mereka seperti tidak suka. 2 tahun pertama diasrama itu hal yg sangat berat bagiku. Aku berusaha mati-matian untuk tidak mengeluh kepada orangtuaku aku tak mau membuat mereka kecewa.


Ditahun ketigaku diasrama, semuanya membaik aku mempunyai banyak teman dan juga punya satu orang spesial namanya Kamal. Dia tidak tampan tapi ada sesuatu yg membuatnya menarik, sayangnya dia sama sekali tak tertarik padaku. Sedih tapi aku tak menyerah sampai semua temanku tau aku menyukainya, dan berakhir dengan cengcengan mereka kepada Kamal. Aku tak tau apa yg dia rasakan, dan dia pikirkan, aku hanya selalu berusaha untuk bisa mencintainya dengan tulus. Tak pernah ada obrolan antara aku dan dia, aku terlalu malu untuk sekedar menyapanya. Sampai akhirnya aku tau kalau dia menyukai salah satu teman sekelasku. Saat itu, rasanya hatiku hancur aku ingat aku menangis, aku benci pada temanku aku benci karena kurasa dia merebut Kamalku. Entah karena menghargaiku sebagai temannya, audry tak pernah merespon apapun yg Kamal lakukan dan pada akhirnya aku tau hal itu hanya topengnya didepanku.


Setahun berlalu aku 1SMA sekarang. Ditahun ini ada sesuatu hal yg menjadi awal penderitaanku. Ketika itu aku dan semua teman sekelasku mengadakan acara liburan di Lembang. Aku sangat senang dengan acara itu, sampai pada malam hari kami menginap disalah satu rumah temanku sekitar jam 11 malam ada seorang temanku Diar namanya. Aku tak tau setan apa yg sedang merasukinya saat itu tiba-tiba dia mengecup bibirku. Tak paham apa yg dilakukan, aku jelas bukan gadis polos kala itu aku pernah dengar teman-temanku membicarakan ciuman sembunyi-sembunyi mereka tapi aku tak menyangka karena firstkiss ku malah orang yg sama sekali tidak aku harapkan.

__ADS_1


Hari berganti rahasia itu tetap tertutup rapat aku akhirnya berusaha memalingkan hati kepada Diar orang yg telah menciumku, ciuman pertamaku tapi aku rasa dia sama sekali tak tertarik padaku lalu apa yg dia lakukan malam itu hanya nafsu belaka? aku hancur, sakit rasanya. Dan ketika itu ada tanda-tanda Kamal melakukan pendekatan kepadaku aku senang bukan main kesabaranku membuahkan hasil, tapi aku tak tau mengapa takdir percintaanku begitu buruk. Kabar ciumanku tersebar dengan cepat semua teman lelakiku menganggapku rendah. Aku dibully habis-habisan, semua teman menjauhiku termasuk Kamal orang yg aku cintai. Aku menangis setiap hari tak ada orang yg peduli padaku, aku memutuskan untuk berbicara dengan ayahku untuk pindah sekolah karena aku sudah tidak betah, tapi ayah menguatkanku ayah tak tau apa yg terjadi padaku, jadi aku berusaha untuk kuat.


Hari berganti, kabar itu mulai menguap tapi pandangan teman-teman padaku tetap seperti itu "cewek murahan" aku berusaha untuk tidak peduli aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak peduli tentang apa pikiran oranglain terhadapku.


Hingga semuanya kembali normal, aku mendapatkan kembali teman-temanku ditahun kedua SMAku aku merasa sangat bahagia. Aku seperti memiliki segalanya, popularitas, teman yg banyak dan peduli, dan hal-hal baik lainnya datang dihidupku kala itu. Kecuali Kamal, dia tak pernah aku miliki. Beberapa kali dia berganti pasangan, aku tetap menunggunya entah kenapa aku begitu mencintainya entah dibalas atau tidak aku tetap bahagia.


Suatu hari dibulan desember, ada seorang kaka kelasku bernama Rian. Dia tampan menurutku, tapi bukan tipeku dan dia juga sudah punya pacar. Tiba-tiba Ka Rian memulai obrolan chat d Facebook, aku pun membalasnya. Lama-lama aku intens berhubungan dengannya. Rian orang baik tapi entah aku tetap tak bisa berpaling dari Kamal. Aku tergila-gila pada saat itu, pada seorang Kamal al-faqih. Seorang laki-laki yg sama sekali tak pernah membalas perasaanku.

__ADS_1


Bandung, 2010.


Aku disini, di meja kerjaku ditemani segelas lemon tea hangat buatanku sendiri. Setelah membereskan kerjaan kantor yang lumayan menguras pikiran dan tenagaku. Lagi, kubuka buku diaryku yang sudah lama aku simpan digudang. Sebentar saja, hanya sebentar saja aku ingin kembali merasakan rasa yang begitu tulus dalam mengagumi dan menyayangi seseorang tanpa mengharapkan balasan dari orang yang aku sayangi.


Aku menutup buku diary yang sudah usang. Lalu kubuka album foto sekolahku dulu terlihat wajah-wajah polos kami yang tersenyum bahagia karena akhirnya bisa lulus, setelah perjuangan yang begitu panjang dan berat akhirnya kami bisa melewatinya. Dan aku bukan hanya melewati perjuangan yang berat untuk belajar. Aku juga melewati hal yang berat dalam percintaan. Haha cinta monyet yang tragis.


Aku kembali menyesap lemon tea ku yang mulai dingin. Cuaca malam ini cukup dingin karena sedang masuk musim penghujan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu

__ADS_1


"Bun, udah beres kerjanya? aku mau dibacain buku cerita boleh?"


"Eh, Dinda boleh dong sayang. Kebetulan bunda juga udah beres kerjanya, ya udah yuuk ke kamar"


__ADS_2