
Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian kemarin saat Kamal mengungkapkan isi hatinya. Pagi-pagi aku sudah bersiap mau berangkat sekolah, tinggal sarapan dan minum susu aku siap menjalani hari ini aku sangat sangat bersemangat hari ini.
Saat menuruni tangga untuk menuju kantin Bunga berjalan naik, sepertinya dia baru selesai mandi terlihat dari handuk yang menggantung di lehernya dan tempat alat mandi ditangannya.
"Widih, mantep gak tuh jam segini udah siap" ledeknya.
"Iya dong, kan mau ketemu Ayang" jawabku mesam mesem.
"Gaya lu ayang ayang" dia meneruskan naik ke atas untuk ke kamar yang kami tempati, tapi baru beberapa langkah
"Eh bentar, Ayang? Kamu udah jadian?"
"Ada deeeeeh". Aku buru-buru turun dan berlari, meninggalkan Bunga yang teriak-teriak sambil ngedumel gak jelas.
Aku duduk di kursiku, di kelas belum banyak orang masih ada waktu untuk mempersiapkan ujian karena semalam otakku dipenuhi dengan Kamal yang membuat aku kurang konsentrasi. Kamal harus tanggung jawab nih!
Bunga datang dan langsung mendekatiku.
"Ini dia DPO nya nih" Dia duduk di sebelahku diikuti Putri, Indah, Rifa dan beberapa temanku yang lain.
"Ih ngeri banget lah kalian. Ada apa sih ah" Sebenarnya aku sudah tau apa yang akan mereka tanyakan.
"Kamu jadian sama Kamal?" Tanya Putri, setelah pertanyaan itu dari pintu masuklah Kamal dan beberapa temannya.
"Tuh, tanya aja sama orangnya langsung" Jawabku. Jujur aku penasaran dengan jawaban Kamal, takut aja kan kalau ternyata kemarin hanya kehaluanku, ih jangan lah ya! Hahaha.
"Ada apa sih Yang?" Kata-kata Kamal yang membuat Bunga membuka mulut dan membuka mata lebar-lebar.
"Aduuuuuh udah ayang-ayangan ternyata"
Dan seisi kelas riuh karena Kamal, aku pun kaget dengan responnya dan juga senang.
Tak sengaja ku lihat di jendela ada Diar, dia menatapku tanpa ekspresi. Aku yakin kalau dia dari tadi ada disitu pasti semua obrolan kami tadi terdengar olehnya, bagus lah agar dia tau bahwa dia sudah tak bisa lagi menggangguku karena sudah ada Kamal sekarang, pacarku. Aduh geli banget ya, haha.
Tak lama guru pengawas ujianku datang, kita mengerjakan ujian dengan tertib aku agak takut tak bisa menjawab soal ujian tapi syukurlah aku bisa menjawab semuanya. Walaupun belum tentu jawabannya benar semua, hehe. Pulang dari ujian Kamal mengajakku mengobrol sebentar, ada Bunga juga bersama pacarnya dan beberapa temanku juga. Kita terlibat obrolan yang seru, diselingi tertawa sampai perutku sakit mendengar lelucon dari Zidan. Aneh, aku sama sekali tak ada rasa canggung dan malu tertawa ngakak bersama Kamal sama sekali tak kepikiran untuk jaga sikap di depannya. Tapi kulihat Kamal tak terganggu dan tak risih juga, tak tau sih kalau dalam hatinya.
Sesekali aku menimpali lelucon Zidan yang membuat semuanya tambah tertawa.
"Aku pernah ih waktu kapan gitu lupa bikinin kopi buat tamu ayah kalian tau kan segimana takaran buat kopi, cuman secangkir kecil gitu kan ya.. Saking akutu gak pernah masuk dapur kopi satu bungkus yang merk kapal air itu aku sediain di gelas gede yang buat jus tau? itu aku penuhin dong segitu" Mereka terbahak mendengar ceritaku, aku memang selalu sukses menghibur teman-teman dengan ceritaku yang menurut mereka lucu tapi menurutku aib.
__ADS_1
"Gimana ni Mal? Calon kamu gak bisa bikin kopi apalagi masak ih kasian nanti kamu kurus" ledek Putri
"Gapapa lah tinggal beli makanan yang udah jadi, santai aja" jawabnya sambil masih menyisakan tawa. Aku senang melihat Kamal tertawa mendengar ceritaku.
"Ya, aku boleh ngobrol berdua aja sama kamu?" tanya kamal.
"Lah, tadi mah Yang kok jadi Ya lagi sih Mal?" Itu Hasan sahabat Kamal.
"Haha dia mah plin plan emang" Jawabku, lalu pergi mengikuti Kamal.
Kamal mengajakku ke pojok kelas melihat keluar melalui jendela, kelas kita ada dilantai 3 yang memang indah melihat pemandangan dibawah sana bahkan ada bukit yang terlihat dari sini.
"Ada apa Mal?"
"Gak ada apa-apa pengen berdua aja sama kamu, gak boleh?"
"Gak nolak Mal, hehe" Dia tertawa, kulihat wajahnya tuhan tolong jangan pernah jauhkan kita kalau bisa semoga kita jodoh deh. Batinku.
"Jangan liatin terus dong, aku jadi salting nih" Kamal menengok sambil tersenyum.
Cukup lama aku dan Kamal mengobrol sampai kelas benar-benar sepi dan tinggal kita berdua.
"Diar udah gak ganggu kamu kan?"
"Enggak kok"
"Kemarin aku sempet ngobrol sama dia ngingetin dia untuk gak ganggu kamu lagi"
Aku agak kaget karena Kamal melakukan hal sampai sejauh itu.
"Dia bilang cuman gara-gara muka kamu mirip Luna selingkuhan papanya yang pernah dia lihat lagi tel*nj*ng dia jadi nafsu kalau lihat kamu. Aku marah dong Ya, aku gak mau kamu dianggap cewek kaya gitu. Kita sempet berantem yang akhirnya dipisahin sama teman-temanku. Pokoknya kamu tolong jauhin dia Ya, dia ada niat jahat sama kamu. Dulu dia sering ganti cewek dan banyak yang nangis-nangis setelah diputusin karena kesucian mereka udah diambil sama Diar Ya"
Aku benar-benar kaget mendengar semua penjelasan Kamal apalagi kalimat terakhirnya. Apa fani juga? kasian dia kalau sampai itu terjadi aku masih beruntung Diar hanya mencium ku kalau sampai yang lebih lagi aku tak tau bagaimana dengan masa depanku.
Aku sudah kembali ke kamarku, merebahkan diri dengan seragam yang masih kupakai. Aku masih kepikiran dengan semua obrolanku dengan Kamal tadi, kenapa ya Diar bisa sejahat itu sama cewek? Apa ada hal yang membuat dia kaya gitu? Apa karena Papanya yang suka selingkuh? Jadinya dia melampiaskan kemarahannya pada cewek-cewek yang menurut dia gampang untuk dirayu. Entahlah.
"Ciieee yang abis pacaran sampai lupa waktu, lupa makan, lupa mandi udah dibutakan oleh cinta"
"Apaan sih Nga lebay ah, eh Nga aku pengen curhat deh"
__ADS_1
Bunga duduk di kasur ku dan mendengarkan semua ceritaku dengan serius.
"Wah ngeri sih si Diar kaya gitu ternyata, terus si Fani? masa iya sih ah dia tuh anak baik banget tau Ya kayanya dia bisa jaga diri deh makannya diputusin mungkin karena Diar gak bisa ambil kehormatannya si Fani kali"
"Iya juga ya Nga, tapi waktu itu Fani sempet ngomong kalau Diar kayaknya suka sama aku. Ih amit-amit deh ah jangan sampai ngeri aku bayangin nya Nga. Semoga aja setelah Kamal kasih pelajaran, Diar gak ganggu aku lagi"
"Duuuh yang dibelain Ayang meleleh gak tuuuu" Haha, kami tertawa bersama dan mengobrol panjang sampai tak terasa hari sudah sore. Kita pun lanjut buat mandi dan mau nongkrong di kantin setelah itu.
Dear diary,
Hari ini hidupku seruuuu! ngobrol-ngobrol sama Kamal sama teman-temannya. Kita seru-seruan cerita sampai gak tau waktu, haha. Aku juga mendengar cerita tentang Diar yang jujur membuatku semakin takut dan membencinya. Aku tau menyimpan dendam itu bukan perbuatan yang baik, tapi Diar memang harus dihindari demi keselamatanku juga. Terimakasih Kamal, sudah mau melindungiku.
I Love You, Kamal.
Setelah menutup buku diary aku beralih ke laptopku disana aku sedang membuka Instagram, ada satu yang menarik perhatianku sebuah DM dari pemilik akun cool_boy
'Hei Nia, gue Diar masih inget? '
'Masih dong, apa kabar nih? udah lama banget ya gak ketemu'
'Kabar baik. Gue lagi di Amerika lagi ada kerjaan disini'
'widiiiih kereeen, ajakin dong kali-kali'
'Kagak ah nanti laki lu ngamuk'
'Hahaha jadi nostalgia ya? berkali-kali kena amuk laki gue. wkwk'
'Iya ni dari jaman sekolah, gapapa lah yang penting bininya pernah cinta sama gue hahaha canda cinta . Tapi laki lu udah gak pernah selingkuh lagi kan Ya**? '
'Insyaallah itu mh cuman pas masih pacaran, udah nikah mah kaga lah Di'
'Kalo sekarang masih berani selingkuh gue ambil lagi lu dari dia'
'Jangan lah nanti gue yang diamuk bini lu, wkwkwk'
'wkwkwk***'.
Alhamdulillah hubunganku dengan Diar sudah baik-baik saja sekarang. Bahkan dia pernah jadi pelindungku di suatu waktu.
__ADS_1