Dianggap Wanita Murahan

Dianggap Wanita Murahan
Rania, mantan pacar Kamal


__ADS_3

Tak terasa 7 bulan sudah aku dan Kamal menjalin hubungan, selama itu kami sama sekali tak pernah berselisih paham kita benar-benar saling mendukung satu sama lain.


"Ya, bentar lagi kan mau liburan akhir tahun bikin acara yuk ah kita kemana kek kaya tahun kemaren" Ucap Bunga saat jam istirahat, sekarang kita lagi jajan di kantin sekolah.


"Gimana yang lain aja aku mah ngikut" jawabku sambil nyuap lumpia.


Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, kita putuskan buat kemping di salah satu tempat kemping favorit pada masa itu.


"Ini acara kelas kita doang apa seangkatan? " tanya Ragil ketua kelas kita.


"Mending satu angkatan ih biar rame"


"iya sih ya mending seangkatan apalagi taun depan kita pasti sibuk nyiapin Ujian Nasional udah gak bisa tuh santai-santai liburan"


"Ya udah nanti kita kordinasi sama kelas yang lain"


Aku hanya diam, ide untuk kemping satu angkatan agak mengganggu pikiranku karena artinya Diar akan ikut. Kamal seperti paham akan ketidaknyamanan ku dengan acara ini dia seperti biasa menggenggam tanganku dan tersenyum tanpa bicara apapun, karena kita masih sedang berkumpul sama teman yang lain takut jadi merusak suasana mereka yang sedang seru membahas kegiatan apa saja yang akan dilakukan nanti. Acaranya masih sekitar satu bulanan lagi tapi mereka sudah begitu heboh membicarakan susunan acaranya.


Hari ini aku merasa kurang sehat mungkin karena cuaca Bandung yang sedang musim hujan badanku terserang penyakit musiman, flu dan batuk juga sedikit demam. Di kelas aku hanya berdiam diri ditemani Kamal yang terus mengusap kepalaku yang berpangku di atas meja.


"Ke kamar aja yuk, aku anterin" ajak Kamal.


"Enggak ah, sepi gak ada orang dikamar mah takut bosen"


"Ngomong aja masih pengen aku manja-manjain kan? "


"Itu tau" jawabku sambil tersenyum, Kamal juga tersenyum sambil mengelus kepalaku.


"Muka kamu sampai merah gitu, kamu demam tau! nanti pulangnya aku ke Apotek deh ya beli obat" Kamal menyentuh keningku


"udah pulang aja yuk gak akan ada guru deh kayanya"


Bunga mendekati kami, "Yu pulang aja ke kamar aku anterin aku juga agak pusing semalem kurang tidur abis baca novel"


Karena ada Bunga aku akhirnya setuju untuk pulang ke Asrama. Kita pulang diantar Kamal sampai gerbang Asrama Putri.


"Istirahat ya sayang, nanti obatnya aku titip orang ya" aku hanya mengangguk tak ada tenaga untuk menjawab, baru saja selangkah berjalan pandanganku buram dan gelap.


Saat terbangun aku sempat terkejut karena ini jelas bukan kamarku, tapi saat mencium bau obat-obatan aku tau sedang berada dimana.


"Alhamdulillah teteh Yaya udah bangun bikin khawatir ibu aja teteh mah"

__ADS_1


"Loh kok ada ibu? Kapan dateng bu? " aku berusaha bangun tapi ditahan Ibu.


"Udah gapapa teh tiduran aja keliatan lemes gitu, teteh kenapa? Telat makan ya? "


"Engga kok bu pengaruh cuaca deh kayanya, Ayah mana? "


"Lagi diluar ngobrol sama temen kamu, siapa ya tadi namanya Ka.. " ibu mengernyitkan kening berusaha mengingat.


"Kamal bu"


"Nah iya itu baik anaknya teh, sopan"


Aku hanya tersenyum, masih belum ada tenaga buat bicara banyak.


"Pacar teteh ya? " Goda ibu.


"Enggak bu temenan aja kok" entahlah aku masih malu kalau harus jujur masalah percintaan ku kepada orangtuaku.


Tak lama dokter dan perawat masuk ke kamar dan memberitahukan aku harus rawat inap sampai tiga hari ke depan atau bisa lebih, katanya aku terserang typus. Sudah terbayang kebosanan yang akan aku alami dalam beberapa hari ke depan, gak bisa nih aku harus cepat sembuh. Setelah dokter keluar ada beberapa temanku yang datang menjenguk ada Kamal juga disitu, Ibu ijin keluar sebentar untuk makan siang karena belum sempat makan.


"Ngagetin ih kamu mah Ya, aku tadi khawatir banget takut kamu kenapa-kenapa makannya langsung telpon orangtua kamu dan minta pembimbing asrama buat bawa kamu ke Rumah Sakit" ucap Bunga. Terlihat dari wajahnya kalau dia sangat khawatir padaku terimakasih tuhan telah memberikan aku sahabat dan teman-teman yang sangat baik dan gak lupa juga pacar yang baik, hehe.


Aku mengobrol sebentar dengan teman-teman yang menjenguk, Kamal terlihat lebih pendiam. Ada apa ya? Akhirnya mereka semua pamit pulang juga Kamal dia mendoakanku agar cepat sembuh dan ikut berpamitan. Ada apa dengan Kamal seperti sedang ada yang difikirkan.


"Kenapa sih Nga? "


"Emh gimana ya ngomongnya hehe takut kamu kepikiran nanti tambah sakit"


"Ih kebiasaan suka bikin orang penasaran, malah kalau penasaran aku bakal tambah sakit Nga"


"Jangan ngomong gitu ah Ya, kamu harus cepet sembuh aku kesepian tau dikamar gak ada yang sejalur haha"


"Jadi ada apa sih? "


"Kemarin kita gak sengaja ketemu Rania di sini, di Rumah Sakit ini "


"Rania? "


"Iya, Rania pacarnya Kamal yang dulu yang tiba-tiba keluar sekolah. Dulu Kamal sempet galau karena Rania sama sekali gak pamit dan gak bilang apa-apa pas Kamal coba ngehubungin juga gak ada respon" Bunga berhenti sebentar untuk minum.


"Kemaren kita gak sengaja papasan sama dia, katanya ada saudaranya yang dirawat disini juga. "

__ADS_1


"Terus? "


"Pas ketemu tiba-tiba Rania meluk Kamal sambil nangis-nangis minta maaf ke Kamal. Tapi Kamal responnya kaya yang bingung gitu loh Ya. Dia bener-bener diem gak ngomong apa-apa"


Aku juga bingung mau merespon seperti apa mungkin karena tubuhku yang sedang tidak baik, otakku juga ikut-ikutan kurang baik untuk berpikir dan merespon.


"Hari ini dikelas juga Kamal diem terus kaya gak bergairah gak tau gara-gara kamu sakit atau gara-gara ketemu Rania"


Aku hanya diam, aku benar-benar tak tau harus merespon apa. Apa harus sedih, atau takut karena aku tau diri posisiku bisa saja digantikan lagi oleh Rania. Tapi Rania kan sudah pindah sekolah, tapi kalau masih didaerah Bandung mereka kan masih bisa ketemu. Aaaaargh! Kepalaku terasa tambah pusing.


Setelah Bunga pulang aku istirahat sampai pas bangun sudah ada Kamal yang sedang ngobrol dengan Ibu. Aku tersenyum pada Kamal yang membalas tersenyum dan mendekatiku.


"Gimana Ya? udah mendingan? "


"Lumayan udah enakan sih, udah lama? "


"Belum kok. Pas dateng kamu lagi tidur makannya aku ngobrol sama Ibu, kalo sama Ayah udah kemarin hehe. Mereka baik, pantesan anaknya juga baik"


"Aku mau tanya sesuatu boleh? " Tanyaku sambil tersenyum.


"Rania? "


"Ih kamu kok bisa baca pikiran aku sih? Ngeri deh ah" Kataku pura-pura kaget dan sama-sama tertawa.


"Kemarin aku ketemu sama Rania di Rumah Sakit ini, aku kaget banget sampai gak bisa respon wakti dia peluk aku. Setahun lalu dia tiba-tiba pergi gitu aja dan sekarang juga tiba-tiba datang. Tapi kamu harus tau aku sama sekali udah gak ada perasaan apapun sama dia, aku sayang sama kamu Ya kamu harus tau bahkan kalau Rania balik lagi kehidup aku, aku tetep pilih kamu Ya"


Aku hanya diam, tak dipungkiri hatiku khawatir ada rasa takut bila harus kehilangan Kamal.


"Kamu percaya kan sama aku? "


"Aku percaya Allah"


"Kok kita sama sih Ya? Kayaknya kita jodoh deh"


"Aamiin. Hahaha"


Dear,


Jujur saja aku sangat takut bila berpisah dengan Kamal, tapi aku hanya manusia biasa yang hanya bisa berencana. Tuhan bila nanti akhirnya aku tak berakhir bersamanya, aku mohon agar bisa merelakannya untuk bisa bahagia dengan pilihannya.


Bandung, Rumah Sakit Al-ihsan

__ADS_1


November 2011


Rania, gadis itu adalah wanita cantik yang pernah mencintai Kamal, bahkan Kamal pun begitu sangat mencintainya. Tapi karena harus pindah sekolah secara dadakan dia tak sempat berpamitan pada Kamal dan membuat hubungan mereka menggantung begitu saja, lalu sekarang Rania telah kembali bagaimana nasib percintaan ku dengan Kamal? walau Kamal berkali-kali mengatakan dia menyayangiku, aku sangsi bahwa dia bisa begitu saja melupakan Rania. Entahlah.


__ADS_2