
Tengah malam itu Zidan pun mengantarkan Syila ke rumah sakit untuk melihat kondisi mamanya. Setelah sampai rumah sakit, Syila langsung menanyakan pasien yang bernama Linda ke salah satu suster yang berada di rumah sakit. Suster pun menunjukan ruangan yang merawat mamanya
"Sus, ruangan operasi Atas nama Bu Linda berada dimana ya?" Tanya Syila
"Bu Linda sedang ditangani dokter Samsul dan sekarang berada di UGD, mari saya antarkan" jawab Suster seraya berjalan ke ruangan operasi.
Disana Syila melihat bahwa mamanya sedang ditangani oleh beberapa dokter yang mengoperasinya, tangisan Syila mendadak pecah ia tak sanggup melihat mamanya berbaring tak berdaya dihadapannya
"Udah tenang aja, berdoa supaya mamamu cepat sembuh. Kamu harus yakin kalau mamamu bisa segera sadarkan diri" jelas Zidan menenang kan Syila
Setelah 1 jam lebih dokter yang mengoperasi Linda akhirnya keluar
"Loh papah yang mengoperasi mamanya Syila" tanya Zidan terkejut. Saat melihat papanya keluar dari ruang operasi,
"Zidan kenapa kamu tengah malam di rumah sakit" tanya Samsul
"Nganterin temen pah untuk jenguk mamanya yang kecelakaan" jawab Zidan
"Tenang aja mama kamu sudah gak papa kok, operasinya berjalan dengan lancar" ucap Samsul seraya memandang Syila yang berada di samping Zidan
"Syukurlah, makasih ya Dok" ujar Syila seketika membuatnya tenang . Samsul pun pergi ke ruangannya.
"Makasih ya Dan udah mau nganterin dan nemanin aku ke sini, lebih baik kamu pulang aja, besok kan kamu juga mau sekolah, kayaknya aku besok gak masuk deh, tolong sampaikan ke guru ya kalau aku izin" ucap Syila memandang Zidan
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya, kalau ada apa-apa bilang aja pasti aku bantu" ujar Zidan berpamitan dengan langkah pergi meninggalkan Syila.
Sebelum Zidan pulang ke rumahnya, ia pergi untuk menemui ayahnya dulu
"Pah mau pulang bareng Zidan" tanya Zidan menghentikan langkah
Samsul yang sudah berjalan ke parkiran
"Kirain kamu mau temenin pacar kamu di sini" canda Samsul
"Ih apaan sih pah, kami cuma teman kok" sahut Zidan malu
"Teman kan nanti lama-lama bisa jadi pacar Dan" sahut Samsul lagi
"Udah ah pa, lebih baik kita segera pulang. Besok juga Zidan mau sekolah" ucap Zidan mengganti topik. Mereka pun melangkah pergi untuk pulang bersama walaupun dengan kendaraan masing-masing.
Zidan memang sudah menaruh hati kepada Syila sejak ia menyapanya lewat hujan, hingga Zidan benar-benar bisa mengenal Syila lebih dalam seperti tadi. Malam yang panjang pun terlewati dengan begitu saja.
******
__ADS_1
Di Pagi hari Di bawah terik matahari yang menyinari bumi, Zidan dengan motor bebeknya melintasi jalanan kota Pontianak yang cukup padat pagi hari ini. Seperti biasa ia menuju ke sekolahnya dengan seragam putih abu-abu, tak lupa jaket yang selalu ia pakai dengan rapi. Zidan melintasi beberapa siswi yang sudah memasuki area sekolah, segera ia memarkirkan motornya dan pergi ke kelas, hingga sebuah tangan memegang pundaknya membuat Zidan mendongak ke arah di sampingnya
"Murung amat Dan, pasti gak diberi uang jajan sama bapakmu ya" canda Fadric teman smp nya yang kini juga teman sebangkunya semasa SMK. Fadric yang melihat Zidan berjalan dengan sendirinya pun langsung nyamperin.
"Itu sih kamu yang gak diberi uang jajan sama bapakmu, gimana hubungan kamu sama Tiara" seru Zidan balik bertanya
"Berkat kamu malam itu, aku semakin dekat aja sama dia. Nanti aku juga bakal bantuin kamu supaya bisa jadian sama Syila" bisik Fadric dengan rencana jahilnya
"Gak perlu Ric rencanaku mah selalu ada di otaku" seru Zidan dengan senyum khasnya.
"Aelah sombong amat kamu Dan, baru juga mau nawarin bantuan" gumam Fadric yang masih merangkul bahu Zidan
"Oh iya, hari ini Syila gak masuk, dia pergi ke rumah sakit untuk jenguk mamanya" ucap Zidan menjelaskan.
"Emang mamanya Syila kenapa"
"Katanya sih kecelakaan, aku nanti mau ke sana rencananya. Kamu mau ikut gak" kata Zidan serius
"Pasti Syila sangat terpukul banget. Oke kalau gitu nanti aku akan jenguk sekalian ngajakin Tiara, dia pasti mau ikut apalagi itu kan sahabatnya" ujar Fadric semangat
"Kamu mah modus Ric" cueknya langsung menuju kelas. Untuk menyampaikan kepada wali kelas mereka, bahwa Syila tak bisa hadir untuk sekolah alias izin
"Ric kamu tau kenapa Syila izin, kok dia gak kabarin aku sih kalau mau izin" tanya Tiara menghadap pada Fadric yang duduk di belakangnya
"Apa!! Kok aku gak tahu sama sekali. Aku mau kesana" sahut Tiara cemas
"Aku tahunya baru tadi pagi, Zidan yang beri tahu aku, rencananya nanti pulang sekolah kami mau jenguk mamanya Syila. Jadi lebih baik bareng kami aja, sekarang fokus dulu sama pelajaran" ujar Fadric mencoba menenangkan Tiara
"Ya udah deh, tapi ntar aku nebeng ya, soalnya motorku aja belum kamu antarkan ke rumahku"
"Baru juga nanti aku anterin ke rumah kamu"
Pelajaran demi pelajaran telah mereka selesaikan tanpa kesulitan, dan kini saatnya mereka kembali ke rumah masing-masing. Namun tidak dengan teman-teman Syila, mereka malah langsung ke rumah sakit tanpa ganti baju terlebih dulu.
"Eh Ra, kalian pergi duluan aja ke rumah sakit, aku mau pulang dulu nanti aku nyusul. Gak papa kan kalau aku pulang dulu?" Teriak Zidan saat Tiara dan Fadric ingin melangkah keluar kelas.
"Jadi kami berdua nih yang kesana, tapi awas kamu gak nyusul ya" ujar Tiara mengancam Zidan jika ia membohonginya
"Iya-iya siapa juga yang mau bohong" jawab Zidan singkat. Mereka pun berpisah untuk sementara waktu
Setelah Zidan ganti baju, ia langsung bergegas untuk menuju ke rumah sakit, sesaat ia sudah keluar komplek ia mendapati sosok Syila yang tengah duduk di kursi halte tempat menunggul angkot yang biasanya, Zidan pun segera menghampirinya
"Syil" panggil Zidan yang telah berhenti
__ADS_1
"Eh Zidan, mau kemana" tanya Syila
"Mau ke rumah sakit jenguk mama kamu" jawab Zidan sejujurnya
"Kamu sendiri ngapain disini" tanya Zidan lagi
"Aku habis dari rumah, mengambil pakaian mamaku, ini juga mau kembali ke sana lagi" jelas Syila membuat Zidan mengerti
"Oh, kalau gitu bareng aja. Tujuan kitakan sama" ajak Zidan
"Beneran boleh nih" tanya Syila memastikan dan hanya di balas anggukan oleh Zidan
"Ini pake" Zidan menyodorkan helm nya pada Syila.
"Heh kok aku yang pake?" Tanya Syila
"Aku cuma bawa helm satu"
"Jadi kamu aja yang pake buat keselamatan kamu"
Kata Zidan lagi.
"Terus kamu sendiri gimana ?" Tanya Syila heran.
"Ya aku gak pake helm"
"Aku punya tanggung jawab untuk keselamatan penumpang aku" Zidan berkata dengan seringai khas nya lagi yang membuat Syila tertegun.
Mendengar itu, wajah Syila kini kembali memerah.
"Cepet pake" Kata Zidan membangunkan lamunan Syila.
"I-ya"
Syila pun duduk di belakang Zidan. Dia memilih berpegangan pada jaket Zidan karena takut jatuh dari motor.
"Harum" Kata nya dalam hati ketika mencium bau parfum tubuh Zidan dari belakang.
Zidan melajukan motornya dengan kecepatan sedang, mereka sama sekali tidak berbicara sedikitpun hingga sampai di rumah sakit
"Gimana keadaan mama kamu?" Tanya Zidan ketika motornya sampai di parkiran rumah sakit.
"Alhamdulillah sudah lebih baik, semalam juga sudah sadar" jawab Syila
__ADS_1
Zidan berhenti tepat di parkiran. Mereka pun jalan dengan beriringan menuju ruangan dimana Linda di rawat. Beberapa menit kemudian terlihat seorang wanita paruh baya seumuran dengan umur papa nya Zidan terlihat tengah berbaring dengan dikelilingi oleh beberapa orang yang tak lain adalah adik Syila, Tiara dan Fadric