DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
Kunci Motor


__ADS_3

"Jam segini biasanya angkot sudah pada lewat, mau bareng gak" tegur Zidan kepada Syila yang tengah duduk di bangku halte


"Mungkin bentar lagi angkot lewat kok" ujar Syila


"Beneran gak mau bareng. Nanti kalau terlambat bukan salahku ya, yang penting aku sudah nawarin tumpangan kepada ketua kelas" Timpal Zidan dengan sedikit candaan. Tanpa pikir lagi Syila pun akhirnya menerima bantuan Zidan, ia dibonceng oleh cowok yang baru beberapa hari masuk di sekolahannya ini.


"kalau bener nanti angkot gak lewat aku pasti bakal telat. Apa aku terima tawaran dia aja ya, lagian yang mau menawari boncengan kan dia" gumam Syila di dalam hati


"Ya udah deh dari pada aku terlambat" gumamnya lalu memakai helm yang diberikan Zidan kepadanya dan langsung duduk di jok belakang Zidan


"Kalau gini kan enak. Jadi bisa dibilang aku ini baik" canda Zidan


"Iya Iya cepetan ah nanti telat kitanya" ucap Syila dari belakang. Lagi dan lagi Syila mencium aroma harum dari tubuh Zidan, aroma yang khas yang tak pernah ia temui selain pada diri  Zidan.


"Baru juga memasuki gerbang sudah banyak yang menatap ke arahnya dan Zidan. Ini lah malasnya aku kalau berboncengan dengan cowok populer" Gumam Syila dalam hati.


Zidan pun memarkirkan motornya di garasi sekolah, sebelumnya Syila lebih dulu turun 


"Nih helm nya, aku masuk ke kelas dulu ya dan terima kasih atas tumpangannya" ucap Syila langsung bergegas meninggalkan Zidan sendiri di garasi. Namun belum ada beberapa menit Zidan melangkah ia sudah dipanggil oleh temannya yang baru saja datang


"Dan kamu barusan ngebonceng Syila ya. Kok bisa dia mau di bonceng sama kamu, padahal dulu dari kelas X sampai kelas Xl sudah puluhan cowok yang menumpangi dia tapi ditolak semua. Kamu pake pelet apa Dan?" Tanya Fadric


"Enak aja pelet. Orang aku gak sengaja nawarin dia pas nunggu angkot dan dia mau tuh" jawabnya dengan bangga. Mereka pun berjalan menuju kelasnya yang sebentar lagi akan memasuki jam pelajaran


Hari pertama Zidan di sekolah barunya berjalan dengan lancar. Dan kini memasuki hari ke 2 nya berada di sekolah JAYARAYA. Zidan kini mulai mengingat beberapa nama teman-teman yang ada di kelas nya. mulai dari Fadric yang sekarang jadi teman sebangkunya, Guspina dan Erna yang dengan sengaja memperkenalkan nama mereka dengan malu-malu saat jam istirahat, dan tentu saja yang paling dia ingat adalah gadis yang duduk di meja kedua di barisan nya. Syila, gadis yang ia temui waktu hujan datang untuk nya Zidan panggil dengan sebutan gadis hujan yang kini rambut kuncir kuda nya sedang Zidan tatap dari belakang.

__ADS_1


Sekarang adalah jam pelajaran terakhir sebelum mereka pulang. Zidan melihat jam di tangan nya yang menunjukan waktu pukul 13:40. 


Dari pelajaran awal sampai pelajaran terakhir Zidan memang tidak terlalu kesulitan karena kurikulum yang diajarkan di sekolah ini masih sama dengan sekolah lama nya. Jadi tidak perlu waktu lama Zidan sudah mulai beradaptasi dengan pelajaran di sekolah ini.


Zidan sangat sadar dengan semua tatapan yang diterimanya sejak awal menginjakan kaki nya di sekolah ini. 


Malah beberapa gadis dengan sengaja menghampiri nya di kantin saat jam istirahat hanya untuk sekedar mengajaknya berkenalan.


Namun Zidan sekarang sudah lupa nama- nama mereka.


Sejak dari pagi Zidan selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan Syila. Hanya saja kesempatan itu tidak pernah datang karena begitu Zidan ingin mendekati Syila selalu saja ada gangguan dari teman-teman nya yang lain yang datang untuk memperkenalkan diri mereka. Dan juga Syila yang sibuk dengan tugas-tugas dari bu Desi. Sebagai seorang ketua kelas Syila sangat sibuk harus mengumpulkan tugas sekolah belum lagi harus bertaya tugas ke guru yang lain jika guru yang mengajar tak masuk dan juga harus mengurus kelas.


Saat Zidan sudah lolos dari pertanyaan-pertanyaan teman-teman barunya. Kini giliran Syila yang dilihat nya terlalu sibuk dengan tugas nya sebagai ketua kelas.


Bahkan ketika jam istirahat pun, Zidan tidak menemukan Syila baik itu di kelas maupun di kantin sekolahnya karena Syila dipanggil oleh ketua Osis. Yah maklum Syila kan anggota osis juga, semakin bertumpuk lah tugas dan kesibukannya


Kini koridor sekolah sudah dipenuhi oleh siswa-siswi yang berlalu lalang keluar dari kelasnya masing masing.


Beberapa ada yang mengobrol dan membuat rencana kegiatan mereka sepulang sekolah. Dan ada juga beberapa yang langsung menuju gerbang sekolah nya bertujuan untuk langsung pulang kerumah.


Zidan melihat Fadric yang kini sedang berjalan dan berbincang dengan beberapa orang teman nya di sudut sekolah menuju garasi.


Fadric sempat menoleh kepada Zidan dan melambaikan tangan nya yang juga di balas oleh Zidan dengan lambaikan tangan juga.


Zidan berjalan menuju parkiran sambil merogoh saku jaket untuk mencari kunci motor nya. Saat itu juga Zidan tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika sadar bahwa kunci motor nya tidak ada di saku jaket maupun saku celana nya. Dia juga merogoh tas nya dan tetap saja masih tidak menemukan kunci motornya itu. 

__ADS_1


Tanpa banyak basa basi lagi Zidan lalu berlari kecil menuju kelas nya dengan harapan kunci motor nya terjatuh disana. Sepanjang perjalanan nya menuju kelas, mata Zidan berkeliling di bawah koridor sekolah di antara sepatu siswa siswi yang berlalu lalang berharap bisa menemukan kunci motornya yang hilang


Namun hingga hampir sampai di depan kelas nya Zidan belum juga menemukan kunci motornya.


"Hah kelas ini harapan satu-satunya" Batin Zidan dalam hati berharap menemukan kunci motornya di kelas itu.


Langkah kaki Zidan melambat ketika dari jendela melihat sosok perempuan sedang duduk di bangku nya sambil merapikan buku-buku di mejanya.


Semakin dekat menuju pintu, semakin jelas pula sosok yang dilihat Zidan ternyata adalah Syila.


Syila yang menyadari sosok Zidan masuk ke dalam kelasnya tidak merubah perhatian nya dari buku-buku di hadapan nya.


Zidan melangkahkan kaki nya menuju bangku tempatnya dan Fadric yang tadi menyimak pelajaran.


"Hai" Zidan menyapa dengan sedikit senyum saat dirinya melewati meja Syila


"Hai" Balas Syila juga sambil menyunggingkan senyuman nya.


Zidan meneruskan langkahnya menuju bangku nya dan Fadric, lalu ia mencari-cari kunci di bawah meja-meja dan bangku-bangku yang ada di sekitarnya. Namun hasilnya tetap nihil. Zidan tetap tidak menemukan kunci motornya.


"Kamu cari ini?"


*duk


"Aww!"

__ADS_1


Kepala Zidan yang tadi tertunduk ke lantai terbentur meja karena dikagetkan oleh suara dari belakang nya yang ternyata adalah suara Syila.


__ADS_2