DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
Ratu dan Raja


__ADS_3

Zidan tersenyum sumringah.


"Nih pake helm nya" Zidan menyerahkan sebuah helm dengan warna yang sama dengannya, tipe dan merk yang selaras dengan helm yang dipakai Zidan. 


Syila baru menyadari ternyata dari tadi Zidan membawa helm lain di tangan nya.


Syila mengambil helm itu dan memakaikannya lalu ia duduk di jok belakang motor Zidan seperti yang lalu-lalu.


Kali ini Syila sudah tidak bingung untuk berpegangan kemana. Syila langsung memegang tas punggung Zidan.


"Aku membelikan helm itu khusus untuk kamu"


"Mulai sekarang, kita akan pergi dan pulang sekolah bersama" ucap Zidan sebelum dia menyalakan motornya.


Syila yang mendengar itu hanya mengangguk tanda dia setuju.


Kali ini wajah nya benar-benar mirip seperti kepiting rebus. Jantung nya berdetak makin tidak karuan seperti lomba lari maraton, dan perasaan nya.. dia tidak tahu apa yang dia rasakan. Hati nya terasa hangat. Syila gembira dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut pria yang baru dia kenal beberapa hari yang lalu.


Dag dig dug


Dag dig dug


Yah anggap saja begitu lah suara jantung Syila saat ini.


Zidan melajukan motornya menuju sekolah dengan kecepatan sedang. Selama diperjalanan mereka hanya diam dalam keheningan. Sedangkan Syila yang duduk di jok belakangnya hampir terbuai dengan wangi parfum yang tercium dari tubuh Zidan.


Sesampainya mereka memasuki gerbang sekolah, semua mata sekarang tertuju pada mereka bagaikan Raja dan Ratu yang datang dan selalu membuat kehebohan.


"Hah? Syila sama Zidan?"


"Yahh udah gak ada harapan buat kita klo begini mah. Udah berapa kali aku lihat mereka sering naik motor bareng loh"


"Ratu dan Rajanya sekolah. Cocok sekali.. sekarang aku merasa jadi butiran debu yang tertiup angin dan menghilang dalam sekejap"


Bisik para gadis ketika melihat mereka berdua turun dari motornya.


"Wah gila anak baru itu! Baru masuk udah langsung dapetin Syila"

__ADS_1


"Aku aja yang dari dulu naksir sama Syila gak berani deketin dia"


"Kayaknya kita keduluan sama anak baru itu deh"


"Sialan emang tuh anak baru!"


Dan kali ini bisik para pria juga.


Zidan dan Syila sadar dengan semua pandangan itu.


Syila sangat merasa risih dan malu, malah sekarang  lebih menghindari Zidan.


"A-aku duluan ke kelas ya mau piket" ujar Syila meninggalkan Zidan sendiri dengan berlari kecil.


"Iya. Hati-hati" Zidan lalu mengangguk dan tersenyum pada Syila yang membuat jantung Syila makin berdetak kencang.


"Emangnya aku mau nyebrang apa? Kok sampai bilang hati-hati" ucap Syila dalam hatinya.


Sesaat kemudian datanglah motor Honda yang dikenal sebagai motor Tiara.


Tiara lalu memarkirkan motornya di sebelah motor Zidan. Tiara pun berjalan menuju Zidan berada.


"Pagi juga Ra, masih pagi kok udah semangat sih" tanya Zidan penasaran.


"Gak apa kok cuma lagi semangat aja" jawab Tiara terkekeh


"Motor kamu udah gak rusak lagi" ujar Zidan melirik motor yang diparkirkan Tiara.


"Udah dibenerin oleh Fadric dan diantarkan ke rumah aku langsung" sahut Tiara sambil malu-malu mengatakan bahwa Fadric mau menolongnya.


"Wah syukur deh kalau Fadric beneran nolongin kamu. Kirain aku, dia itu bohong" seru Zidan menatap Tiara.


"Masuk yuk bentar lagi bel bunyi tuh" ajak Tiara saat melihat jam di tangannya.


Mereka pun masuk ke kelas bersama.


Sesampainya Syila di kelas, dia langsung diserbu oleh para gadis yang ada di kelas itu. Pertanyaan-pertanyaan aneh pun menyerbunya yang dilontarkan teman-teman nya tentang hubungannya dengan Zidan. Padahal belum tentu ada hubungan walau bersama setiap hari.

__ADS_1


"Kami gak ada hubungan apa-apa kok! Kami cuma teman biasa aja" seru Syila menjelaskan


"Masa sih teman biasa! Kok bisa pergi sekolah bareng terus?" Tanya temannya lagi


"Kebetulan aja rumah kami berdekatan" ujar Syila dengan wajah yang menahan malu.


"Wahhh beruntung nya kamu" Kata salah seorang gadis mendengar penjelasan Syila.


"Heh apa-apaan nih kok pada mengerumuni Syila! Memangnya dia gula apa yang dikerumuni semut kayak kalian" teriak Tiara membubarkan mereka semua


"Udah sana pada balik ke bangku masing-masing" ujarnya lagi


"Huh! Makasih ya Ra udah nolongin aku dari pertanyaan-pertanyaan aneh mereka. Lama-lama bisa berhenti nih jantung, kayak lari terus" gumam Syila menyandarkan kepalanya di meja.


"Ya ampun kasihan amat Ratu sekolah bisa terjebak diantara mereka" ledek Tiara dengan tawanya yang begitu menggelegar.


Tiara selain cantik dan pintar, dia juga tomboy bisa bergaul dengan siapa saja termasuk cowok yang perusuh dan cowok yang alim. Banyak yang sudah mendekatinya namun Tiara pura-pura tak peduli dengan mereka. Gadis yang selalu ceria dan periang namun entah lah di dalam hatinya ia ceria atau tidak.


Zidan pun duduk di bangku nya yang masih kosong karena Fadric belum masuk ke kelas.


Dia menoleh Syila namun Syila hanya tertunduk ke dalam bukunya dengan wajah yang masih memerah.


Baru beberapa detik kemudian Fadric datang dan ikut duduk disamping Zidan.


"Weh hebat kamu Dan! Baru kali ini aku liat langsung secara nyata ada rakyat jelata langsung bisa dapetin seorang Ratu" Kata Fadric sambil berbisik.


"Maksud kamu?" Tanya Zidan tidak mengerti.


"Ya maksud aku, kamu sama Syila!"


"Kamu baru anak pindahan tapi kamu bisa langsung dapetin Syila dengan cepatnya" ucap Fadric lagi.


"Yang mau aku tanyakan adalah kamu pake pelet apa Dan?" Ledek Fadric pada Zidan.


"Hah! Separah itukah sekolah ini? baru liat aku boncengin Syila aja udah jadi bahan gosip satu sekolah. Padahal kemaren-kemaren saja gak papa tuh" ucap Zidan tak percaya


"Tentu saja! Karena kamu boncengin Ratu sekolah ini, bagaimana tidak heboh!" Balas Fadric lagi.

__ADS_1


Sesaat kemudian masuklah guru sejarah mereka.


"Ahhh males banget baru jam pertama udah dengerin yang panjang-panjang bikin ngantuk aja" ucap Fadric mengeluh lalu mencoret-coret buku yang kosong agar ia tak bosan. Zidan hanya mengangguk tanda setuju dengan perkataan Fadric kali ini.


__ADS_2