
"Tetap saja aku salut sama kamu" ucap Zidan seketika membuat Syila tersenyum malu
"Udah ah, lebih baik fokus aja sama jalan di depan" ujar Syila memalingkan pembicaraan.
"Kamu mau mampir gak, perut aku lapar nih" ajak Zidan
"Emang mau mampir kemana" tanya Syila
"Gak tahu, orang aku gak begitu tahu tempat yang enak makanan di sini. Aku baru pindah kesini mungkin sudah ada seminggu" jawab Zidan
"Oh ya udah kalau gitu. Aku ada satu tempat yang enak banget makanannya. Kita kesana aja" ajak Syila. Zidan pun menuruti Syila untuk menuju tempat yang ia beri tahukan
"Bang pesan seperti biasa ya 2 porsi" pesan Syila ketika sudah sampai di tempat makan yang biasa ia kunjungi.
"Pokoknya kamu harus makan sampai habis ya. Dijamin enak" ucap Syila. Tak lama kemudian pesanan datang dengan membawa 2 porsi nasi putih dan semur petai dan juga krupuk tak lupa minuman agar tak tersedak
"Oh yang kamu bilang enak dari tadi ternyata ini" gumam Zidan
"Eits jangan diremehkan, walaupun hanya semur petai tapi sangat enak loh" ujar Syila. Mereka pun makan dengan lahapnya hingga tak tersisakan sedikitpun nasi di piring mereka, dan setelah makan mereka pun kembali untuk pulang
"Terimakasih ya sudah mau menemaniku hari ini" ucap Syila di tengah perjalanan pulang dengan dibonceng oleh Zidan
"Gak masalah" ucap Zidan.
Saat ingin berbelok di persimpangan Motor mereka terhenti ketika melihat ada seorang gadis yang tampak kesusahan menyalakan motornya. Mereka pun menghampirinya dan berniat membantu
"Eh Zidan sama Syila. Kalian baru pulang? Dari mana aja jam segini" Ternyata gadis itu adalah Tiara yang sedang mencoba menyalakan motor Honda milik nya saat melihat Zidan yang berhenti di depannya
"Aku sama Zidan dari yayasan"
"Motor kamu kenapa Ra?" Tanya Syila dengan nada heran.
"Motor aku dari tadi gak bisa nyala dan gak tau kenapa, mau minta bantuan tapi gak ada yang lewat" Jawab Tiara menjelaskan. Tiara tampak kelelahan karena menginjak pedal kick motor hondanya sedari tadi, ia berusaha menghidupkannya namun tetap tak menyala
"Inikan udah mau masuk waktu magrib lebih baik kita magriban dulu nanti kita ke sini lagi untuk nyoba bantuin kamu?" Usul Zidan yang ikut bersuara
__ADS_1
"Iya deh, deket sini ada mushola kok, lebih baik ke sana aja. Motor ku gak papakan di sini" tanya Tiara pelan.
"Gak papa kok disini jarang kemalingan dan disini kampungnya aman kok" ujar Syila yang sudah bertahun-tahun tinggal di dekat sini.
Mereka pun pergi meninggalkan motor mereka di pinggir jalan dan segera menuju mushola. Setelah menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim mereka pun kembali.
Zidan lalu menuju kearah motor Tiara dan mencoba menyalakan motor nya dengan cara meng-engkol pedal kick nya. Namun sama sekali tak berpengaruh pada motornya bukannya hidup malah Zidan yang merasa capek,
*Disisi lain Fadric tengah keluar karena ingin membeli makanan dan di pertengah jalanan ia melihat 3 orang yang sedang berkerumun di tepi jalan, Fadric pun menghampiri mereka ingin menanyakan apa yang terjadi, namun Fadric ia tak menyangka bahwa yang ia lihat adalah teman sekelasnya.
"Eh kalian malam-malam gini bukannya diam dirumah malah ngumpul di sini" sapa Fadric yang muncul dari arah belakang mereka. Mereka pun menoleh ke sumber suara dan ternyata adalah Fadric
"Ngumpul kata kamu, orang lagi kesusahan gini" sahut Zidan ngos-ngosan saat berusaha menghidupkan motor
"Emang kenapa" tanya Fadric yang tak tahu tentang permasalahan mereka
"Motor Tiara gak hidup-hidup, sudah ku coba otak-atik namun masih tak hidup" jelas Zidan pada Fadric.
"Kok bisa, apanya yang rusak" sahut Fadrix seketika mendengar bahwa motor Tiara rusak
"Ra kalau aku tinggal gak papa kan, soalnya aku ada acara di rumah" ucap Zidan sedikit berbohong demi usaha Fadric yang ingin mendekati Tiara.
"Eh kok mendadak" tanya Syila keheranan dengan sikap Zidan
"Ya udah ya aku harus cepat dan kamu Fadric tolong bantuin Tiara ya, jangan sampai kamu tinggalin sendiri" ujar Zidan lalu pergi dengan menarik tangan Syila
"Kamu kenapa Dan kok tiba-tiba gitu" tanya Syila yang tengah dibonceng oleh Zidan
"Hehehe sengaja aja" jawab Syila
"Kok gitu sih" ujar Syila kesal
"Soalnya Fadric kan suka sama Tiara jadi aku mau deketin mereka" timpal Zidan
"Apa! Kok aku gak tau Fadric suka sama Tiara" sahut Syila terkejut
__ADS_1
"Ya mana mau tau Fadric mau deketin aja maju mundur antara mau dan tidak mau" ucap Zidan menjelaskan.
Motor Tiara masih tidak mau menyala. Fadric lalu membuka jok motornya mencoba mengambil peralatan motor yang selalu dia bawa untuk jaga jaga jika motor nya dalam masalah. Fadric lalu membuka penutup Aki kering yang ada di motor Honda milik Tiara dan mencoba membetulkan letak kabel nya.
Sekali lagi Fadric mencoba menyalakan motor Tiara namun masih sama, tak ada perubahannya.
"Kayaknya Aki motor kamu habis dan harus diganti"
Kata Fadric pada Tiara
"Eh gitu ya, aku gak tahu menahu soal motor jadi kapan ganti aki pun aku gak tahu. Tapi makasih ya Ric udah bantuin aku" jawab Tiara.
"Iya gak papa kok. Ya udah kalau gitu kamu aku anterin pulang ya, biar motormu nanti aku yang urus" ucap Fadric menawari tumpangan
"Tapi gak papa nih merepotkanmu" sahut Tiara
"Aku gak merasa direpotkan kok Ra. Yaudah cepet naik" timpal Fadric yang perhatian kepada Tiara sedangkan Tiara hanya senyum-senyum sendiri
"Makasih ya udah mau nolongin aku" ucap Tiara tersenyum
"Iya gak papa kok, aku malah seneng bisa bantu" jawab Fadric membalas senyum Tiara
"Katanya tadi kamu keluar cuma mau beli makanan kok gak beli" tanya Tiara
"gak jadi deh soalnya perutku sudah kenyang" sahutnya dengan suasana hati yang sangat senang.
"Kok bisa. Kamu makan angin" tanya Tiara asal
"Hahaha kamu ada-ada aja, kalau aku makan angin yang ada ku masuk angin" canda Fadric.
Mereka pun mengobrol dengan hangat saat perjalanan ke rumah Tiara.
"Oh ya minta nomor kamu dong, biar bisa hubungin kamu saat mau mengantarkan motor ke sini" ucap Fadric saat telah sampai di depan rumah Tiara dan juga untuk mengambil kesempatan lebih dekat agar bisa selalu menjadi peran utama di kehidupan Tiara
"Oh ya udah sini" sahut Tiara meminta hp Fadric untuk mengetikan nomornya.
__ADS_1
"Makasih ya nomornya, aku pulang dulu" ujar Fadric yang dibalas anggukan oleh Tiara.