DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
Sekolah Baru


__ADS_3

"Huh baru murid pindahan aja udah heboh belum lagi presiden yang datang mungkin udah pada nyemplung ke kolam" gerutu Syila


Ternyata pesona Zidan bukan hanya memikat gadis gadis di sekolahan lamanya, bahkan di sekolah barunya pun sama saja. Selalu jadi pria yang populer. Dengan ketampanan yang ia miliki. Gadis-gadis di seluruh SMK barunya hampir semua mencuri pandang pada Zidan. Sebagian juga ada yang berbisik dengan sambil senyum senyum melihat Zidan.


Baru beberapa langkah Zidan ingin memasuki sekolah barunya, sudah ada yang memanggilnya.


"Woy tunggu" Teriak salah satu siswa SMK JAYARAYA. Zidan yang merasa terpanggil pun menoleh ke belakang.


"Kamu Zidan kan?" Tanyanya pada Zidan


"Iya. Aku Zidan, apa kita kenal" jawab Zidan 


"Ya ampun Zidan, kamu ngapain disini. Kamu lupa sama aku, teman SMP kamu dulu yang selalu ikut kamu kemana aja. Aku Fadric teman lamamu" jelasnya panjang lebar. Zidan yang masih belum ingat nampak mengingatnya lagi 


"Oh iya aku ingat. Aku sudah hampir seminggu pindah ke Pontianak karena Ayahku bekerja di sini. Ternyata kamu pindah ke kota ini, waktu SMP kamu pindah tapi sama sekali gak pernah kasih kabar, aku pun gak tau kamu pindah ke mana. Dan sekarang kita dipertemukan lagi kayaknya takdir pertemanan kita erat ya." Canda Zidan saat mengingat bahwa yang menegurnya adalah teman SMP nya dulu


"Iya ini aku Dan. Wah udah lama ya kita nggak ketemu."


Fadric berkata sambil merangkul bahu Zidan.


"Wah ternyata benar kamu ya. Aku ingat terakhir kita ketemu saat kelas 3 smp semester 1, dan setelah itu kamu pergi entah kemana"


Jawab Zidan.


"Ngomong-ngomong kamu ngapain disini Dan?"


"Aku pindah ke sekolah ini. Jadi hari ini aku sudah masuk untuk pertama kalinya dan kemarin aku mampir untuk memastikan lokasinya" Jawab Zidan santai.


"Wah kalau begitu kita akan satu sekolah lagi dong" Fadric berkata girang.


"Semoga kita satu kelas ya" Katanya lagi.


"Haha iya semoga saja" Jawab Zidan singkat.


"Yaudah aku masuk dulu sudah hampir jam 7 nih"


"Kalo kamu mau liat-liat lagi masuk aja Dan. Anggap saja rumah sendiri" Kata Fadric tertawa dan pergi meninggalkan Zidan sambil melambaikan tangan nya.


"Ini sekolah woy bukan rumah!"


Kata Zidan sedikit berteriak


Zidan pun masuk untuk menemui kepala sekolah karena yang akan mengantarkan ke kelasnya adalah kepala sekolah atau wali kelas.


Bunyi bel berbunyi menandakan tiba saatnya untuk memulai pelajaran pertama.


Syila duduk di bangku kedua dari barisan di depan dekat dengan jendela.


Pelajaran pertama di kelas nya adalah pelajaran Bahasa Indonesia dengan guru nya yang bernama Bu Desi yang juga wali kelas ini.

__ADS_1


Syila pun mengambil buku catatan untuk pelajarannya yaitu Bahasa Indonesia untuk kelas Xll.


Ketika terdengar suara langkah kaki seseorang yang akan masuk ke kelas, seketika itu juga para siswa di kelas itu duduk di tempat nya masing-masing. Karena mereka tau kalau yang akan masuk adalah wali kelas mereka.


Namun ternyata Bu Desi tidak datang sendiri,  dilihatnya oleh semua siswa seorang pria berjalan di sebelah Bu Desi. Seketika itu juga para gadis di kelas situasinya menjadi girang. Apa yang mereka doakan akhirnya terkabul. Anak baru yang diharapkan mereka ternyata masuk ke kelas mereka.


Syila yang dari tadi tidak menghiraukan gosip para gadis itu juga tertegun, pria yang dilihatnya ini ternyata pria yang kemarin sore berbincang dengan nya di bawah hujan.


Gosip serupa juga di dengar nya dari teman-teman perempuan sekelasnya yang kini gosip nya di tambahkan bahwa murid baru itu seorang pria tampan.


Seseorang akhirnya membangunkan Syila dari lamunannya ia pun terkejut karena Tiara menepuk pundaknya dengan keras. Tiara yang duduk sebangku dengan Syila memberi isyarat agar ia berdiri untuk mengomandoi mereka memberi hormat pada gurunya.


Syila sebagai ketua kelas di kelas RPL 2 ini, dan bukan hanya itu, dia juga anggota Osis di sekolahnya.


Syila pun akhirnya berdiri dan mengomandoi teman teman nya untuk memberi hormat pada gurunya.


Saat Syila berdiri, mata Zidan langsung tertuju pada sosok yang ia temui kemarin sore itu. 


Kini mata mereka saling bertemu dalam satu tatapan dan keduanya saling melemparkan senyuman.


"Baiklah anak-anak, Ibu membawa teman baru untuk kalian" Kata guru itu pada seluruh siswa di kelas nya.


"Perkenalkan diri kamu" Katanya lagi pada Zidan.


Semua mata gadis di kelas itu tampak sangat antusias dan para pria juga memperhatikan dengan penasaran.


"Halo, nama saya Zidan, saya murid pindahan dari kota lain"


Jawab Zidan dengan memberikan senyuman pada semua siswa dan siswi di kelas itu dengan percaya dirinya.


"Nah kebetulan Ada kursi kosong disana di sebelah Fadric"


Bu Desi menunjuk kursi yang di maksud itu pada Zidan. Kursi yang dimaksud Bu Desi itu berada di baris ketiga di belakang meja Syila dan Tiara.


Zidan lalu melangkah menuju kursi yang di maksudnya tadi. Dia melewati meja Syila dan mencuri pandang pada name tag nya.


"Syil itu dia yang kemarin aku ceritain, pangeran yang ke ruangan kepala sekolah" bisik Tiara  ke telinga Syila


"Oh itu orangnya pangeranmu dalam mimpi" balasnya pelan


"Huh memang dia kok" bilang Tiara memastikan 


"Syila" Gumam Zidan dalam hati.


Sedangkan Syila yang sedang diperhatikan oleh Adam matanya tertuju pada buku nya berpura-pura untuk tidak melihat ke arah Zidan.


"Jadi namanya Zidan"


Gumam Syila juga di dalam hatinya.

__ADS_1


Kini Zidan telah duduk di sebelah Fadric dan di belakang Syila 


"Tuh kan kita satu kelas lagi Dan" cerocos Fadric pada temannya yang baru saja menduduki kursinya itu.


"Iya satu sekolah dengan seorang yang suka ngikutin orang" canda Zidan dengan girangnya


"Huh itu kan dulu, lagian kalau aku gak ada di samping kamu nanti kamu kesasar di sekolahan" jawabnya asal


"Kamu kira aku lupa sama sekolah sendiri sampai harus nyasar, bilang aja kamu gak ada teman selain aku kan" balas Zidan dengan jahilnya


"Enak aja. Kamu kok bisa sih sampai pindah ke kota ini" tanya Fadric penasaran sambil mengerjakan tugas dari guru.


"Kalau mau ku ceritakan panjang Ric, sampai besok pun takutkan gsk selesai" 


"Iya-iya yang gak mau cerita" sambung Fadric


Pelajaran pertama pun selesai dan tugas yang tadi di kerjakan pun harus dikumpulkan. Dan bel pertanda istirahat pun berbunyi yang menandakan bahwa seluruh siswa atau siswi boleh istirahat.


Syila berdiri dan berjalan ke arah tumpukan buku yang sudah terkumpul di kelasnya, yang berisi semua tugas yang dikerjakan tadi. Syila sebagai ketua kelas harus mengantarkan buku-tuku ke ruang guru karena itu tugasnya. 


Kini hanya Syila seorang yang berada di dalam kelasnya itu dikarenakan seluruh siswa sudah pada istirahat, Syila selalu bawa bekal dari rumah maka dari itu ia jarang pergi ke kantin.


Brakk


Syila menabrak seseorang yang baru mau masuk ke dalam kelas dan ia pun baru ingin keluar kelas. Dan buku yang ia bawa jatuh ke lantai


"Maaf " ucap Zidan yang membantu memungut buku yang dibawa Syila. Ya, Zidan lah yang bertabrakan dengan Syila saat hendak masuk ke dalam kelasnya.


Syila yang mendengar suara ini pun menoleh dan ia dapati sosok yang ia temui kemarin, yang mau menyapanya lewat derasnya air hujan.


"Ah iya gak papa, aku juga kurang hati-hati. Makasih sudah membantu" jawab Syila dan mengambil buku dari tangan Zidan


"Kamu mau kemana" tanya Zidan


"Aku mau ke ruang guru nganterin buku-buku ini" Jawab Syila dengan sedikit gugup.


"Aku bantuin bawa bukunya ya"


Zidan menawarkan tangan nya yang tidak tega melihat gadis itu membawa buku yang lumayan banyak.


"Gak-gak usah. Biar aku bawa sendiri aja" Jawabnya lagi.


Namun Zidan tidak mendengarkan dan mengambil buku dari tangan Syila dengan sedikit memaksa.


"Aku ingin ke perpustakaan jadi sekalian ku bawakan, toh ruang guru kan satu arah ke perpus" Kata Zidan dengan senyum khas saat sudah berhasil membawa buku-buku itu.


*blush


Wajah Syila tiba-tiba memerah 

__ADS_1


"Kalau pria ini senyum kembali aku pasti akan meleleh disini"


Katanya dalam hati.


__ADS_2