DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
mengingat kembali


__ADS_3

"Assalamualaikum Mah" ucap Syila membuka pintu. Syila menghampiri wanita itu dan mencium tangan nya yang masih terbaring diatas ranjang rumah sakit, saat ini sedang masa pemulihan atas operasi yang ia jalani semalam


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua yang berada di dalam ruangan


"Kamu sudah kembali rupanya" Kata wanita yang dipanggil Mama oleh Syila.


"Eh ini siapa?" Tanya nya menunjuk Zidan.


"Assalamualaikum tante" Zidan juga mencium tangan mama nya Syila.


"Saya Zidan temen nya Syila"


"Kebetulan rumah saya juga di komplek yang sama dengan rumah tante, saya tadinya mau kesini bareng mereka tapi saya pulang terlebih dahulu. Sesaat saya dalam perjalanan menuju kesini ketemu Syila dan saya ajak bareng sekalian aja" Jelas Zidan memperkenalkan diri dan memberi alasan kenapa mereka bisa bareng.


"Oh gitu.. makasih ya Zidan sudah mengantar Syila" Kata mama Syila.


"Iya tante" Jawab Zidan tersenyum.


"Terima kasih juga karena kamaren malam sudah mau temenin Syila ke sini, kamu banyak membantu kami" jelas Linda


"Hmmm. Jadi semalam ada yang ketemuan nih" sahut Fadric yang berada di samping ranjang Linda saat mendengar ucapan Linda mamanya Syila.


"Ih orang kami gak sengaja ketemu kok" senggol Yudi pada bahu Fadric.


"Banyak banget yang gak aku tahu nih" sambung Tiara dengan mata melirik Syila


"Kami gak ada apa-apa kok Ra" sahut Syila sedikit malu


"Siapa yang bilang kalian ada apa-apa, kan aku cuma bilang banyak yang aku gak tahu" timpal Tiara yang masih menggoda Syila dengan tertawa kecil.


Mereka semua saling bercerita satu sama lain, dengan keadaan mamanya Syila yang sudah sedikit membaik karena semalam sudah menjalankan operasi. 


"Tante kami permisi mau pulang dulu ya, lagian kami sudah lama disini, kapan-kapan Tiara mampir lagi deh" ucap Tiara berpamitan 


"Ya udah kalau gitu, terima kasih ya Ra sudah mau jengukin tante" sahut Linda 


"Iya tante sama-sama" ujar Tiara. Fadric pun ikut pamit dan ingin mengantarkan Tiara pulang ke rumahnya dengan menggunakan motor yang ia bawa


"Kalau kalian mau keluar lihat-lihat suasana di luar gak papa kok, biar mama sama Syala aja di sini" Tegur Linda yang sudah mengerti keadaan mereka saat ini yang sedikit canggung. 


"Iya sih ma, Syila mau keluar beli makanan untuk Syala" Ujar Syila 


"Ya udah aku temenin ya, sekalian juga mau pulang" sahut Zidan


"Eh cepet banget nak Zidan pulangnya" tanya Linda


"Soalnya sudah dari tadi juga di sini, ya udah Zidan permisi dulu ya tante" ucap Zidan 


"Assalamu'alaikum" Zidan pun mencium tangan Linda


"Waalaikumsalam" jawab Linda

__ADS_1


Syila dan Zidan pergi bersama untuk beli makanan di dekat area rumah sakit


"Oh iya Syil, besok kamu sekolah gak" suara Zidan yang menghancurkan sebuah keheningan yang sedari tadi menyelimuti suasana di antara mereka berdua


"Masuk kok, memangnya kenapa" tanya Syila


"Gak papa kok, nanya aja" sahut Zidan


"Kayaknya makanan di situ enak deh" ujar Zidan menunjuk ke rumah makan yang berada di seberang jalan


"Emangnya kamu pernah makan di sana" tanya Syila


"Ya gak pernah sih, tapi kelihatan dari gambar makanannya" senyum Zidan menjawab pertanyaan Syila. 


Syila pun memesan makanan namun tidak makan di warung ini melainkan di bungkus.


"Yaudah aku masuk dulu" Kata Syila yang hendak masuk ke dalam rumah sakit, setelah sudah membeli makanan. 


"Syila!" Panggil Zidan yang menghentikan langkah Syila.


"I-iya ?" Tanya Syila


"Hati-hati ya" sahut Zidan dengan senyuman jahil


"Kirain ada apa" ujar Syila


Syila masih berdiri di depan rumah sakit memperhatikan sampai sosok Zidan menghilang.


Zidan sampai di depan rumah nya dan memasukan motornya ke dalam garasi. Dilihatnya jam menunjukan pukul 15:30 sore.


"Waalaikumsalam.." Jawab Samsul, ayah nya yang sedang nonton tv.


"Gimana sekolahnya Dan?" Tanya Samsul


"Ya gitu aja pa" Jawab Zidan singkat.


"Papa gak ke rumah sakit?" Zidan bertanya balik.


"Hari ini kan papa libur Dan" Jawab Samsul yang matanya masih fokus pada tv


"Oh iya, Zidan lupa pah" ujar Zidan dengan senyum yang lebar


"Udah makan?" Tanya Samsul


"Udah di sekolah" jawab Zidan sambil melihat punggung ayahnya


"Udah sholat ashar?" Tanyanya lagi


Kali ini Zidan hanya diam tak menjawab pertanyaan ayahnya.


"Belum hehe" jawab Zidan 

__ADS_1


"Yaudah ambil wudhu sana" perintah sang ayah


Sekarang jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Zidan sedang berada di atas kasurnya sambil membaca buku The Alchemist yang baru dibeli tadi saat jalan pulang dan baru dibaca setengahnya.


"Dan! Makan malam dulu!" Teriak papa dari dapur.


"Iya pah tunggu sebentar" Jawab Zidan sambil memberikan tanda pada bukunya dan segera bergegas turun untuk makan bersama.


"Masak apa nih pah?" Tanya Zidan sesampainya di ruang makan.


"Papa cuma masak rendang aja" Balas papa tersenyum


"Wah enak nih.." Kata Zidan yang sudah duduk di kursi meja makan


"Ya udah yuk cepet makan" Samsul pun mengaut nasi di piringnya, begitu juga Zidan


"Wih masakan papa nih memang enak banget, udah ganteng, jago masak, jadi dokter, mandiri lagi. Papa nih pokoknya komplit bisa semua nya" puji Zidan pada sang papa yang serba bisa


"Hahahaha kamu ada-ada aja" ucap Samsul sambil fokus pada makanan nya.


"Biar Zidan saja yang cuci piringnya pa, papa istirahat aja" Zidan langsung mengambil piring yang ada di tangan papanya


Selesai mencuci piring, Zidan kembali lagi ke kamar nya dan melaksanakan sholat Isya.


Setelah itu dia melanjutkan bacaan nya yang tadi sempat terpotong.


Zidan terhenti pada kalimat yang menurutnya sangat bagus.


"Saat kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu padu untuk membantumu meraihnya."


***


Wahai angin yang mengembara


Dari selatan hingga utara


Yang membawa setiap hembusan nafas manusia


Bolehkah aku bertanya???


Seperti apa pemilik hati ini?


Sedingin es atau justru selembut sutra


Katakanlah padanya jika aku sedang menunggunya


Disini bersama dengan dengan sejuta cintaku untuknya.


******


Setelah selesai membacanya Zidan menutup bukunya dan memejamkan matanya. Dia mengingat semua kejadian nya hari ini di sekolah.

__ADS_1


Saat dimana dia ingin pergi ke ruang kepala sekolah dan tidak tahu tempatnya, disana datang sosok Tiara yang mengantarkan nya.


Disaat dia ingin berbincang dengan Syila dengan banyak nya halangan dan Syila yang selalu sibuk dengan tugas nya, kunci motor miliknya membantu Zidan bertemu dengan Syila tanpa di ganggu seorangpun. Dan kejadian di taman hingga malam kemarin aku menemukannya dan mendengar semua keluh kesahnya.


__ADS_2