
(Hujan-Utopia)
Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-ow ...
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
__ADS_1
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
O-o-o-o-ow ...
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
Lantunan lagu itu menjadi satu-satu nya suara yang mengisi sebuah ruangan bercat putih tersebut. Kamar berukuran sedang yang berisi sebuah meja belajar dengan buku novel yang tampak rapi tersusun di atasnya. Tak jauh dari meja belajar itu terlihat sebuah ranjang yang hanya bisa memuat satu orang dengan sprei berwarna putih yang tampak rapi dengan bantal di atasnya. Di salah satu sudut nya tampak juga sebuah laptop yang sedang terbuka memutarkan deretan playlist lagu dari utopia yang sangat menarik hatinya.
Terlihat seorang gadis dengan surai panjang pemilik kamar tersebut tengah mengikuti lagu yang ia dengar, betapa menyentuh hatinya saat ia mengingat kejadian di bawah hujan bersama dengan seorang pria yang akhir-akhir ini membuat hari-harinya penuh warna. Syila mengikat rambutnya asal ke belakang dengan gaya khas pony yang hampir menutupi matanya. Tampak pula sedikit uraian kecil rambut tersisa di samping telinga mungil nya.
Gadis itu memandang ke arah cermin dengan memakai seragam lengkap dengan tas sekolah yang sudah dirapikan subuh tadi. Syila sudah pulang tadi subuh-subuh meninggalkan mamanya di rumah sakit sendirian karena mamanya lah yang menyuruh Syila dan adiknya untuk pulang agar bisa sekolah dan tidak ketinggalan pelajaran lagi.
"Yosh! Sudah Siap" Gumamnya.
"Kakak!"
"Cepat sarapan dulu!" Teriak seseorang kepada gadis tersebut.
"Iya bentar lagi turun kok" teriak Syila dari kamarnya agar terdengar
"Selamat pagi adikku yang cantik" Sapa Syila lembut pada adiknya yang duduk di sampingnya.
"Selamat pagi juga kak, kakak lama banget" Balas Syala
Kini mereka hanya duduk berdua di sebuah meja makan dengan empat kursi. Hanya saja, selama ini hanya 3 kursi yang selalu diduduki dan satu dari kursi itu masih setia untuk kosong.
Syala lalu beranjak menuju arah pintu untuk melihat siapa yang datang pagi-oagi begini.
Saat Syala melihat lewat jendela, dilihatnya sosok seorang murid SMK menaiki motor sport Honda warna hitam sedang menatap kearah jalanan di depan nya. Ya begitu lah Zidan sekarang malah memakai motornya yang satu lagi bukan yang biasanya ia pakai.
Syala pun tersenyum melihat orang itu lalu beranjak lagi ke meja makan.
"Cepat habisin sarapannya kakak, Raja berkuda udah nunggu diluar tuh" Syala berkata dengan nada jahil pada kakaknya.
Mendengar perkataan adiknya, Syila hampir saja tersedak oleh roti yang berlapis coklat yang ia lahap.
"Ma-maksud kamu apa Syal?" Tanya Syila kaget dan tak mengerti
"Liat aja sendiri keluar, Syala mah dukung kakak kalau sama dia" Jawab Syala dengan sedikit terkekeh.
Syila lalu beranjak dari tempat yang ia duduki dan menuju arah pintu rumahnya.
"Oh iya lupa kalau Zidan mau jemput aku" gumam Syila pelan saat jalannya begitu lambat dari jendela
"Apa beneran dia mau jemput" Ucapnya dalam hati.
Begitu sampai di depan jendela, Syila lalu mengintip sedikit ke arah luar.
Betapa kagetnya ternyata apa yang dipikirkan nya ternyata benar bahwa Zidan menjemput dirinya untuk ke sekolah bareng.
"Zidan?"
__ADS_1
"Jadi beneran dia! Aku keluar sekarang apa nanti ya?" Kini jantung nya berdetak kencang tidak karuan ketika melihat sosok yang sedang duduk diatas motor itu adalah sosok Zidan.
"Wah-wah.. kakak jago banget ya bisa dapet cowok tampan seperti kak Zidan, udah baik hati pokoknya cocok banget deh sama kakak" ucap Syala yang kini tengah berdiri di belakang Syila.
"Dia bukan pacar kakak kok!!" Sahut Syila dengan wajah yang memerah.
"Ya semoga aja jadi pacar ya kak" ujar Syala mendukung
"Ih apaan sih kamu Syal. Yaudah kakak pergi sekolah dulu dan kamu hati-hati ya" Syila kini tengah mengambil tas sekolahnya dan hendak berjalan keluar.
"Kamu jangan lupa kunci pintu yang benar ya kalau mau berangkat" ujarnya lagi
"Iya. Syala gak lupa kok" jawab Syala tersenyum
Syila mendekat pada adiknya sebelum berangkat. Syala mencium tangan kakaknya dulu
"Assalamualaikum" ucap Syila pada adiknya
"Waalaikumsalam" Jawab Syala.
Syila melangkahkan kakinya keluar sambil memandang sosok Zidan yang sedang duduk diatas motornya.
Tiba-tiba Zidan pun menoleh kepada Syila dan menyunggingkan grin khas nya pada gadis itu.
"Oh tuhan.. seringainya itu" Batin Syila dengan jantung yang berdegup kencang.
Syila berjalan lurus melewati Zidan berpura-pura tidak melihat sosok pria yang duduk diatas motornya itu.
"Hei mau kemana?" Tanya Zidan yang merasa di cuekin oleh Syila.
"Mau sekolah" Jawab nya singkat tanpa menghentikan langkah kaki nya.
"Kemarin kan sudah aku bilang, kamu pergi ke sekolah sama aku aja" ujar Zidan yang kini telah menjalankan motornya dengan sangat pelan untuk mengimbangi langkah Syila.
"Gak usah. Di depan komplek ada yang bakal jemput aku" Kata Syila masih cuek.
Zidan yang mendengar itu lalu menghentikan motornya.
"Apa dia sudah punya pacar?"
Batin Zidan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Ehh si-siapa yang mau jemput kamu?"
Kata Zidan sedikit berteriak.
"Supir Angkot!!"
Jawab Syila lagi sambil menoleh Zidan yang berhenti di belakangnya
Mendengar itu Zidan merasa lega. Dia kira yang jemput bunga hatinya adalah cowok lain. Ternyata apa yang dipikirkannya barusan salah. Dia tersenyum dan mulai menjalankan motornya lagi untuk menyusul Syila yang sekarang sudah sedikit meninggalkan Zidan dan motornya di belakang.
"Udah bareng aja, kamu kamerin aja udah janji loh! Lagian apa salahnya kita berangkat bareng" ucap Zidan yang masih setia menemaninya
"Emang kamu mau aku ditanya-tanya sama fans-fans kamu?" Jawab Syila
"Kalau itu tenang aja, kan ada aku mana berani mereka mengintrogasi kamu" ujar Zidan dengan senyum lebarnya
__ADS_1
"Huh ya udah deh, kamu dari tadi juga masih tetap mengikuti aku" sahut Syila pasrah dan akhirnya mau diboncengi oleh Zidan