DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
jatuh cinta


__ADS_3

Bunyi alarm mengisi kesunyian kamar Syila yang sudah ia setel semalam sebelum ia tidur dan bermimpi indah, Ia menggeliat dalam tidurnya, perlahan dia membuka kedua kelopak matanya yang memancarkan warna hitam kecoklatan yang tampak indah dengan bola yang sedikit besar, terlihat sekali bahwa sang pemilik mata indah itu tengah berbahagia dengan hati berbunga-bunga. Ia melihat jarum jam yang terletak di sampingnya yakni di atas meja kecil tempat ia menaruh barang-barangnya, di jam itu menunjukan waktu pukul 04:10 pagi. 


Syila segera turun dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah cermin. Untuk merapikan rambutnya dan tersenyum menatap bayangannya yang terpantul pada cermin tersebut. Senyuman yang muncul dari kebahagiaan didalam hatinya yang selama ini sudah lama tidak dia rasakan pada pria manapun yang berkali-kali mendekatinya.


Syila turun menuju dapur, di sini lah ia akan memasak makanan untuk keluarga kecilnya. Karena ia tahu bahwa mamanya masih dalam pemulihan, maka ia akan mengganti kan mamanya untuk menyiapkan sarapan dan membersih kan rumah terlebih dahulu sebelum ia di jemput oleh Rajanya. 


Perlahan ia melihat lihat apa saja yang ada di dalam lemari esnya, Syila memilih untuk memasakan mama dan adiknya spageti dan setelah itu baru ia menyiapkan minuman pagi.


"Selamat pagi anak mama, pagi-pagi udah ceria aja?" Tanya Linda yang langsung duduk di kursi dekat Syila untuk melihat Syila yang sangat telaten dalam urusan memasak.


"Selamat pagi juga mama sayang. Syila cuma lagi semangat memasak aja kok!" Seru Syila tersenyum malu mengingat semalam saat Zidan mengantarkan Syila pulang dan disambut hangat oleh mamanya. 


"Mama harusnya tidur aja lagi, biar Syila yang mengurus urusan dapur" ucap Syila yang tangan nya masih sibuk menyiapkan sarapan di meja makan untuk dua orang yang ia sayangi.


Syila tersenyum manis pada mamanya. Linda sangat hafal jika Syila memang lagi merasakan jatuh cinta.


"Iya iya yang lagi senang karena semalam habis jalan sama Zidan." Ujar Linda menyindir Syila.


"Bu..bukan itu mah, udah ah Syila mandi dulu ya ma? mau siap-siap buat pergi sekolah," Katanya sambil berlalu menuju kamar mandi dengan senyum malunya.


Linda menyadari ada perubahan pada diri anaknya tersebut. Ada rasa syukur dalam hatinya yang kini bisa melihat cahaya kebahagiaan lagi pada Syila yang sudah lama tak pernah sebahagia ini. 


Syila kini berdiri di depan cermin dengan seragam sekolah yang sudah rapi. Dia mengikat rambut nya seperti biasa dan memastikan semuanya sudah sempurna, termasuk senyuman di wajahnya. Setelah semua sudah siap, dari dirinya hingga peralatan sekolahnya, dan Syila pun segera menuju meja makan.


"Syila, Syala! Cepetan sarapannya, nanti keburu dingin nih makanannya." ucap Linda ketika melihat jam dinding di rumahnya, yang berarti kalau makanan ini sudah tersusun sangat lama tapi belum juga ada yang memakannya.


"Iya ma. Ini Syila sudah datang!" Ujar Syila yang kini sudah berjalan menuju meja makan.


Selain bakatnya dalam memasak, Syila juga berbakat memainkan alat musik, entah dari mana ia bisa mempunyai bakat itu! Tapi selama keluarganya mendukungnya ia akan mengejar mimpi itu.

__ADS_1


Beberapa menit setelah mereka menyelesaikan sarapan di meja makan, tiba-tiba terdengar suara motor yang sudah ia kenal, bahkan sudah beberapa kali ia menaikinya. Motor itu berhenti di depan rumah Syila.


"Cie, Raja Zidan sudah datang untuk menjemput Ratu Syila!" ledek Linda ketika mendengar bunyi motor khasnya Zidan.


"Cepet samperin kak, nanti keburu pergi loh!" Sahut Syala adiknya.


Pipi Syila kini memerah karena perkataan ibu dan adiknya yang sanggup membuatnya malu.


"Yaudah Syila pergi ke sekolah dulu ya ma? Mama jangan capek-capek di rumah, istirahat yang cukup!" Ucap Syila seraya mencium tangan mamanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab mama nya lembut.


Syila yang melihat tubuh Zidan bersandar di motor itu kini ia merasakan jantungnya berdetak kencang. Rasa gugup bercampur rasa senang mengalir dalam dirinya.


Sebelum ia keluar rumah, Syila lebih dulu mengambil helm yang Zidan berikan untuknya. Setelah itu baru ia keluar untuk menemui Zidan dan berangkat bersama. Setiap langkahnya membuat jantung nya semakin berdetak kencang.


"Gak masalah,"


"Sekali lagi makasih."


"Untuk apa lagi?" Tanya Zidan heran.


"Karena sudah mau menjemputku!" Jawab Syila tersenyum.


"Aku akan selalu menjemput dan mengantarmu kemanapun," ujar Zidan membalas senyum lembut Syila.


Syila pun segera duduk  di jok belakang motor Zidan, ia sudah memasang helmnya seperti biasa dan mereka pun pergi ke sekolah bersama.

__ADS_1


"Oh iya! Semalam kan kamu bilang kalau kamu mau nurutin semua kemauan aku! Aku mau hari ini kamu makan bareng di kantin, terus nonton bareng dan yang terakhir kita ke danau yang gak sengaja aku lihat." Jelas Zidan saat mengingat janji yang Syila buat semalam saat mereka mengikuti Tiara dan Fadric.


"Banyak banget? Aku capek mau istirahat," sanggah Syila karena permintaan Zidan sangat banyak menurutnya.


"Janji itu harus ditepati loh!" Cibir Zidan.


"Tapi gak banyak kayak gitu juga," ujar Syila.


"Terserah aku, kan aku yang meminta dan kamu harus menuruti sesuai janjimu." Ujar Zidan lagi yang sedang fokus mengendarai motor.


"Iya iya, aku juga gak bisa nolak!" Ucap Syila.


Tak lama setelah perbincangan mereka di motor beat milik Zidan, akhirnya mereka sampai juga di sekolah.


"Raja sekolah kita sudah tiba rupanya" Tiba-tiba Fadric dan Tiara menghampiri Zidan karena ia juga baru datang, Fadric berdiri di samping Zidan sambil melingkarkan tangan di leher Zidan.


"Nampaknya lagi ada yang sedang senang?" Tanya Zidan.


Fadric tersenyum bangga dan menceritakan semuanya, ya walaupun Zidan sudah tau semua yang mereka lakukan. Kini ia  tertawa senang dengan Zidan.


"Iya iya yang berhasil deketin Tiara! Itu juga berkat aku sih!" Kata Zidan.


"Kamu barengan sama Fadric ke sekolahnya?" Tanya Syila pada Tiara.


"Karena dia yang ngajak, dan motorku pun masih di rumahmu" Ujar Tiara.


"Alasan!" Kata Syila tak percaya. 


"Woy Ra! Sini!" Teriak seseorang memanggil Tiara.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Tiara ketika melihat bahwa orang yang memanggilnya adalah Yuni, orang yang selalu memesan makanan kepada Tiara. Karena ia ingin membantu Tiara untuk mendapatkan uang.


__ADS_2