DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
Berboncengan


__ADS_3

Syila melangkahkan kakinya keluar rumah dengan masih memakai setelan baju yang sangat biasa dan simpel. Kali ini dia hanya memakai sandal.


Syila melihat ke atas langit dan semakin terasa senang karena sepertinya memang akan hujan.


Dari kecil Syila memang suka dengan hujan. Dia suka berlarian di bawah hujan ketika semua orang memilih untuk tinggal di dalam ruangan. Merasakan udaranya dan mencium aroma tanah yang keluar saat setelah hujan adalah kebahagiaan tersendiri untuk orang seperti Syila. Dulu Ayahnya yang selalu mengajaknya untuk main hujan, untuk merasakan kebahagiaan di bawah hujan dan yang menemaninya selalu ayahnya dan setelah ayahnya meninggal, Syila selalu merasakan kebahagiaan hujan itu sendiri tanpa seseorang yang mau menemaninya.


Syila sudah hampir sampai di luar komplek rumahnya. Dia baru sadar ternyata di komplek ini terdapat taman yang lumayan luas. Bangku bangku taman berjejer di bawah lampu taman yang sekarang sedang tidak dinyalakan. Beberapa bangku berada di bawah pohon besar yang menurut Syila akan sangat nyaman jika duduk disana saat cuaca sedang panas. Di taman itu juga terdapat bunga yang berbeda jenis dan warna nya. Dia berkeinginan untuk membaca buku di taman itu tapi lain kali aja soalnya hari sudah semakin gelap, ia harus bergegas menuju toko buku


Syila sama sekali baru menyadari bahwa di dekat kompleknya ada taman, karena selama ia keluar rumah ia selalu lewat jalan besar yaitu jalan tol dan baru kali ini ia lewat sini dan arah jalan ini menuju toko buku yang baru dibuka beberapa hari yang lalu 


"Kalau aku tidak membeli buku ditoko ini mungkin aku gak bakal tahu ada taman yang sangat luas di dekat perumahan" gumam Syila dengan mata masih melihat-lihat area taman. Syila pun melanjutkan perjalanannya


"Akhirnya buku udah dibeli, tinggal beli es cream terus pulang deh. Sebaiknya aku cepat-cepat hari sudah mulai rintik" Syila pun melajukan jalannya agar sampai dengan cepat.


Ditengah perjalanan pulang Syila mengalami mimisan, hidungnya mengeluarkan darah namun ia segera mengusapnya agar tak ada yang tahu. Kepalanya pusing dan Hampir saja tubuhnya ambruk namun untungnya ada seseorang yang menolongnya 


"Eh kamu gak papa" tanya pria itu yang menangkap tubuh Syila dan dia adalah Zidan


"Aku gak papa kok terima kasih sudah membantu" ucal Syila dan menatap wajah pria itu, mereka pun bertatapan


"Zidan-Syila" ucap mereka kompak saat tau bahwa yang ditolong Zidan adalah Syila


"Kamu gak papa, kalau sakit di rumah aja gak usah jalan-jalan" tanya Zidan seketika


"Aku gak papa Dan, terima kasih sudah menolong aku lagi" timpal Syila


"Kamu ngapain disini" sahutnya lagi


"Aku cuma mau beli komik dan berhenti sebentar di taman ini, kelihatannya bagus juga tamannya. Dan saat aku mau ambil moyor aku lihat kamu kayak mau pingsan aku cuma mau negur dan ternyata itu kamu" jelas Zidan


"Ouh gitu ya. Aku udsh gak papa. Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" timpal Syila mulai berjalan dengan tangan yang masih memegangi kepalanya 

__ADS_1


"Syil tunggu" teriak Zidan, membuat Syila terhenti


"Bolehkah aku mengantarmu pulang, kamu kelihatannya kurang fit" 


"Aku gak mau ngerepotin kamu" Tuturnya singkat


"Aku gak merasa direpotkan, lagian pasti kamu tinggal gak jauh dari sini karena mampu berjalan kesini, lagian kita ini teman sekelas" jelas Zidan lagi


"Baiklah" jawab Syila singkat


Baru pertama kali Zidan membonceng seorang gadis yang seumuran dengannya dan akhirnya jok belakangnya ada seseorang setelah sekian lama kosong.


"Rumah kamu di mananya Syil" tanya Zidan memecahkan keheningan diantara mereka


"Habis ini belok kanak ya di komplek Mawar Putih di situlah aku tingha" jawab Syila dari belakang dengan nada sedikit teriak takutkan Zidan tidak mendengarnya


"Jalan Mawar Putih, kalau gak salah aku pernah ke situ" ucap Zidan sedikit mengingatnya dalam hatinya


"Tapi bisa gak kalau kamu antarkan aku ke supermarket yang pinggir jalan sana, aku mau beli es cream untuk adikku yang sudah kujanjikan tadi" ucap Syila meminta bantuan


"Dengan senang hati" singkatnya


Setelah ke supermarket mereka pun pulang dengan keadaan sedikit basah karena sore itu cuaca sedang gerimis


"Gak mau berteduh" tanya Zidan yang


"Gak usah, basah karena hujan itu enak kok" ujar Syila.


"Kamu suka hujan?" Tanyanya lagi


"Banget. Hujan memberi kenangan tersendiri bagi setiap orang, termasuk aku. Kalau kamu suka hujan juga gak" tanya Syila kemudian

__ADS_1


"Aku juga suka hujan sama kayak kamu. Kita memiliki satu kesamaan. Yaitu sama-sama menyukai hujan" jawab Zidan dengan senyuman di bibirnya


"Iya, kita memang memiliki kesamaan yang tak banyak orang menyukainya" sahut Syila senyum. Tak lama kemudian setelah obrolan di motor itu usai, mereka berhenti di sebuah perumahan di salah satu komplek yakni milik Syila


"Oh jadi ini rumah kamu, kalau begitu gak juga jauh dari rumahku yang juga di sekitar komplek. Gak nyangka ternyata rumah kita satu komplek tapi beda jalan" ucap Zidan 


"Iya gak nyangka ternyata rumah kamu juga deket sini, pantas waktu itu kita ketemu dan hari ini ketemu lagi" jawab Syila cengengesan


"Kamu gak mau mampir dulu" tawarnya lagi


"Gak deh, lagian udah terlalu sore nanti keburu malam. Tapi kayaknya aku pernah ke sini" tutur Zidan


"Oh ya udah. Eh masa sih emang ketemu siapa" keponya


"Oh sekarang aku ingat. Namanya Syala waktu itu dia mau pulang sekolah dan saat dia nyebrang aku melihatnya tapi dia pulang berjalan kaki, terus aku tawarin bantuan untuk nganterin dia. Kalau gak salah rumahnya di sini tapi ini kan rumah kamu masa dia tinggal di rumah irang" jelas Zidan membuat Syila semakin mengerti


"Hehehe itu adik aku dia masih SMP, kami biasanya naik angkot kalau berangkat sekolah, karena mama gak ngizinin bawa motor takut kami kenapa-napa dan pulangnya biasanya dia nunggu angkot atau numpang sama temennya" jelas Syila sambil tertawa kecil


"Huh pantesan aja kayak pernah kesini ternyata aku memang pernah ke sini nganterin adik kamu. Ya udah ya aku pulang dulu udah mau magrib ga enak


Assalamu'alaikum" ucap Zidan


"Waalaikumsalam. Hati-hati ya" sahut Syila


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan istirahat 


Kemarin hujan turun dari sore hingga malam hari sehingga membuat tanah berlapis aspal yang dipijak Syila tergenang sedikit air. Tanaman-tanaman hijau di depan rumah nya yang setiap hari dirawat oleh Mama masih menyisakan tetesan-tetesan air hujan yang bercampur dengan embun pagi.


Syila melangkahkan kaki nya  berjalan pergi ke sekolah. Ia harus berjalan hingga depan komplek untuk mendapatkan angkot. Kali ini Syila hanya sendiri, adiknya tak masuk sekolah karena libur katanya.


Di sisi lain Zidan sedang mengendarai motornya menuju ke sekolah. Zidan memakai jaket hitam semi kulit miliknya yang dibiarkan terbuka di bagian depan tanpa menarik resleting nya dipadukan dengan sepatu yang juga berwarna hitam serupa dengan jaketnya. Dilihatnya sosok Syila yang tengah duduk di Halte untuk menunggu angkot, ia pun segera menghampirinya untuk menumpanginya

__ADS_1


__ADS_2