DIANTARA HUJAN

DIANTARA HUJAN
pergi bersama


__ADS_3

Zidan bangkit sambil mengusap-usap bagian kepala nya yang terbentur.


"Kamu gak apa-apa?" Ucap Syila sambil terkekeh menahan tawa melihat Zidan yang merasa kesakitan akibat terbentur meja


"Enggak. Gak apa-apa, kamu ngagetin aja" Jawab Zidan.


"Nih. Kamu cari ini bukan?"


Syila mengulurkan tangan nya yang sedang memegang kunci motor dengan gantungan karakter Asta dari anime Black Clover yang lagi trending.


"Ah iya ini kunci motor ku yang ku cari-cari" Jawab Zidan sambil mengambil kunci motor nya dari tangan Syila.


"Makasih" Ucap nya lagi dengan menampakan grin khas nya di depan Syila.


"Sama-sama. Tadi aku menemukan nya di depan pintu kelas, lain kali jangan teledor" Jawab Syila lembut.


"Okeh gak akan lagi. Kamu kenapa belum pulang?" Tanya Zidan pada Syila.


"Oh Aku lagi nyusun buku-buku tugas bahasa Indonesia minggu lalu"


"Bu Desi  minta buku nya disusun sesuai absen"


"Begitu ya.. mau aku bantu?" Tanya Zidan menawari bantuan


"Udah selesai kok"


"Yaudah kalo gitu aku bantu bawain ke ruang guru. Boleh kan?"


"Yaudah. Tolong ya.." Kata Syila.


"Gak masalah hehe" Jawab Zidan dengan grin khas nya lagi.


"Berasa Dejavu. Tadi pagi aku tumpangi kamu ke sekolah"


"Sekarang aku bantuin kamu bawa buku juga ke ruang guru"


Kata Zidan sambil berjalan di samping Syila menuju ruang guru.


"Begitu ya. Kamu selalu ada di waktu yang tepat sih" Jawab Syila singkat


Koridor sekolah sudah mulai sepi. Para siswa sudah tidak tampak di sekitar sekolah. Menyisakan keheningan diantara mereka berdua. Seakan hanya mereka berdua yang berada di sekolah padahal masih ada 1 sampai 4 orang yang masih tetap di area sekolah


Akhirnya mereka sampai di depan ruang guru. Syila berjalan menuju meja Bu Desi bersama Zidan.


"Oh Syila dan Zidan."


"Letakan saja bukunya disini" perintah Bu Desi sambil menepuk meja isyarat bahwa untuk meletakan buku. Mereka pun menaruhkan buku di depan Meja Bu Desi dan langsung pergi


"Ada yang perlu kami bantu lagi Bu?"


Tanya Syila yang masih berdiri disamping Zidan.


"Udah gak ada. Kalian boleh pulang"


"Makasih ya udah bantu Ibu"

__ADS_1


Kata guru berhijab itu sambil tersenyum.


"Kalo gitu kita pamit pulang"


Syila dan Zidan pamit pada Bu Desi.


Zidan dan Syila berjalan berdampingan menuju keluar sekolah yang kini sudah sangat sepi.


Setelah mereka berdua keluar dari koridor, Syila lalu membelokan arah nya menuju gerbang sekolah sedangkan Zidan menuju ke parkiran.


"Yaudah aku pulang dulu ya" Pamit Syila kepada Zidan.


Namun saat baru saja Syila akan melangkahkan kaki nya, Zidan menarik tangan Syila dan menghentikan langkahnya.


"Kamu mau kemana?"


"Kerumah. Kemana lagi emang?" Tanya Syila heran dengan sikap pria yang ada di depan nya ini.


"Kita pulang bareng" Jawab Zidan sambil menarik tangan Syila menuju tempat parkir.


"Ehhhh tunggu dulu!" Kata Syila berusaha menarik tangan nya.


"Kenapa ?" Tanya Zidan.


"Aku mau naik angkot!" Jawab Syila.


"Rumah kamu di komplek Mawar Putih kan?"


"I-iya.. kok kamu tau!?"


"Heh iya ya kenapa aku bisa lupa" Gumam Syila dalam hati merasa dirinya jadi orang bodoh di depan Zidan.


"Ya ta-tapi tetap aja aku mau pulang sendiri!" Kata Syila sedikit menaikan nada suara nya dengan wajah yang sekarang mulai memerah karena malu.


"Udah kesorean. Ayok bareng aja" Lanjut Zidan kembali menyeret tangan Syila.


blushh


Kini wajah Syila semakin memerah. Syila sekarang bingung dengan perasaan nya. Antara senang, malu atau risih dengan momen ini.


Hanya satu yang dia tau, genggaman tangan Zidan terasa hangat. Seperti sosok ayah yang biasanya memegang eratnya saat berjalan. Lagi-lagi Syila merindukan sosok ayah yang selalu menolongnya, seperti Zidan yang selalu menolongnya


"Untung saja sekolah sudah sepi" gumam Syila pelan namun masih di dengar oleh Zidan


"Bisa jadi bahan omongan satu sekolah kalo ada yang liat Aku pergi sama orang ini" gumamnya lagi.


Zidan yang mendengarnya hanya tersenyum. Mereka berdua akhirnya sampai di parkiran tempat dimana motor Zidan berada.


"Aku gak bisa pulang bareng. Aku mau ke mampir ke suatu tempat dulu" ucap Syila memberanikan diri


"Ya udah kalau gitu, aku akan antar kamu ke tempat tujuan kamu" ujar Zidan dengan gampangnya. Ya karena Zidan mau menemani dimanapun Syila pergi


"Aku gak yakin kamu suka sama tempatnya. Jadi lebih baik gak usah ikut aja" timpal Syila sedikit tak enak hati


"Gak papa, aku bakal suka kok. Dimanapun tempatnya dan apapun keadaannya aku akan tetap suka" sahut Zidan lagi. Syila yang mendengar itu hanya terdiam tak menghalangi Zidan untuk ikut dengannya karena Syila sudah kehabisan alasan agar Zidan tak ikut dengannya.

__ADS_1


Tempat yang Syila kunjungi adalah panti asuhan, anak yang berkebutuhan khusus, mereka semua ada di sana yaitu yayasan yang bernama "BERSAMA KITA" yang selalu terpampang di atas rumah mereka. Syila suda lama tak berkunjung ke sana, ia sangat rindu dengan semua anak-anak yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Karena saat ini mamanya Syila tidak bekerja jadi ia tak khawatir tentang adiknya yang biasa di rumah sendiri karena sudah ada yang menemani yaitu sang mama. ia pun berencana untuk berkunjung sebentar melepas rindu. Cukup membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai.


"Jadi ini tempat yang kamu masuk" tanya Zidan yang baru saja turun dari motornya.


"Iya. Ini adalah tempat penting bagiku, ayo masuk" ajak Syila


"Assalamu'alaikum" ucap mereka berdua


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua yaitu anak-anak yang memiliki kelebihan yang tidak di miliki oleh orang lain.


"Wah kakak Syila datang" ucap salah satu seorang anak yang bernama Zaka. Dan seketika itu mereka semua sudah menghampiri Syila dan memeluknya untuk melepas rindu


"Kakak kami kangen kakak"


"Kenapa kakak lama gak kesini" tanya salah satu dari mereka


Syila tengah asyik bermain dengan mereka dan menjawab semua pertanyaan mereka, jujur Syila juga merindukan momen seperti ini. Sedangkan pria yang bersamanya kemari malah sedang diajak ngobrol oleh Ibu Sani.


"Nama kamu siapa" tanya bu Sani


"Saya Zidan bu, teman sekelasnya Syila" jawab Zidan


"Kamu beruntung di bawa ke sini oleh Syila" tegur ibu Sani yang merupakan pemilik yayasan ini


"Emang kenapa bu" tanya Zidan heran


"Karena selama bertahun-tahun kami kenal sama Syila, ia tak pernah bawa seorang cowok bersamanya kemari" jawab bu Sani


"Dan dia adalah wanita yang mempunyai hati yang sangat lembut, ia suka dengan anak-anak yang tak seperti kalian ini. Bahkan dia selalu membuat mereka senang dengan caranya sendiri, ibu sangat salut sama Syila. Biasanya gadis seumuran dengannya asyik dengan dunianya sendiri, dengan pergaulannya sendiri namun tidak dengan Syila. Dan kamu harus menjaganya " jelas bu Sani


"Kenapa saya bu" tanya Zidan yang serius mendengar cerita bu Sani


"Karena kamu berharga untuknya" ucap Bu Sani singkat.


"Kami aja baru kenal bu beberapa hari yang lalu, mana mungkin orang seperti saya berharga di hatinya"


"Itu Kan pendapatmu doang, kita gak tau apa yang ada dalam hati seseorang


Zidan yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Dalam hatinya ia salut dengan apa yang barusan dia melihat ke arah Syila, seorang wanita yang memiliki jiwa keibu-ibuan. Zidan pun menghampiri Syila dan anak-anak lainnya ia ikut bermain dengannya menumpahkan segala beban yang ada pada anak berusia mereka ini. Syila yang melihat Zidan hanya bisa tersenyum. Hingga jam menunjukan pukul 5 sore baru lah mereka berpamitan untuk pulang dan beristirahat di rumahnya masing-masing.


"Bu kami pamit pulang dulu ya" ucap Syila kepada Bu Sani 


"Ya udah kapan-kapan mampir lagi ya" ujar Bu Sani


"Assalamu'alaikum" ucap Zidan dan Syila kompak.


"Waalaikumsalam" jawab Bu Sani.


"Apa gak papa kamu pulang sore gini, mama kamu gak marah" tanya Zidan mencoba memecahkan keheningan di antara mereka


"Tenang aja, aku sudah memberitahu mamaku tadi lewat telepon. Maaf ya kamu harus pulang sore gini karena temenin aku kesini" ucap Syila


"Aku suka kok bisa nemenin kamu, apalagi ke tempat tadi. Aku salut sama kamu yang peduli pada mereka dan membuat semangat mereka bertambah" tutur Zidan


"Apanya yang salut, aku gak ngapa-ngapain kok. Aku hanya mengajak mereka bermain saja dan menjadi kakak yang mereka harapkan" kata Syila 

__ADS_1


__ADS_2