DIARY OF ASN ZAINAB

DIARY OF ASN ZAINAB
BANDA ACEH


__ADS_3

Akhirnya Pesawat pun landing di Bandara Udara Internasional sultan iskandar muda. Zain dan Zeze pun keluar dari basement dan mengambil koper mereka diantrian. Di luar Bandara banyak taxi yang sedang menunggu penumpang.


Ayo mbk, mau kemana??? salah satu seorang taxi menghampiri Zain dan Zeze. Zeze pun langsung menjawab ke Mesjid Raya baiturahman ya bg.


mereka pun meluncur meninggalkan bandara sultan iskandar muda dan menuju ke mesjid baiturahman. bandara ke kotanya sekitar setengah jam perjalanan. Banda aceh setelah terjadi tsunami lebih indah. jalan jalannya mulus.


Mereka pun sampai di mesjid baiturahman. Zain dan Zeze pun memasuki mesjid yang sejarahnya Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini adalah landmark Banda Aceh sejak era Kesultanan Aceh dan selamat dari bencana tsunami pada 26 Desember 2004 silam.Pada 26 Maret 1873 saat Belanda menyatakan perang kepada Kerajaan Aceh, masjid ini dijadikan benteng dan markas pertahanan oleh para pejuang Kerajaan Aceh. Para pejuang ketika itu, seperti: Teuku Umar dan Cut Nyak Dien mengatur strategi dan taktik perang dari Majid Baiturrahman.


Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jendral Johan Harmen Rudlof Kohler datang ke pantai Aceh pada 5 April 1873 dan membawa 3.198 tentara berhasil menguasai Masjid Baiturrahman. Para pejuang Aceh kemudian membuat serangan balasan. Dalam serangan balasan ini Jendral Kohler tewas setelah tertembus peluru di dada.

__ADS_1


Saat agresi tentara Belanda kedua pada tanggal 10 April bulan Shafar 1290H/April 1873 M yang dipimpin oleh Jenderal van Swieten, masjid Baiturrahman habis dibakar. Masyarakat Serambi Mekkah marah besar ketika itu. Cut Nyak Dhien yang memimpin pasukan mengobarkan semangat jihad para pejuang. Perang kembali meletus.


Berselang empat tahun kemudian, Belanda kembali membangun masjid. Pembangunan tahap kedua ini dilakukan oleh Pemerintah Belanda. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kadhi Malikul Adil pada 9 Oktober 1879. Saat itu, gubernur sipil dan militer dijabat oleh Jenderal K. Van Der Heijden.


Masjid selesai dibangun pada 27 Desember 1881 dengan hanya satu kubah dan ukuran yang tidak terlalu luas. Pada tahun 1991-1993 dilakukan perluasan masjid oleh Gubernur Aceh Ibrahim Hasan. Salah satu yang diperluas adalah halaman depan dan bagian dalam Masjid.


Masjid ini menjadi ikon Kota Banda Aceh dan menjadi monumental pasca Tsunami Aceh pada 2004. Saat bangunan sekitarnya rata dengan tanah, masjid ini berdiri dengan kokoh dan menjadi tempat berlindung warga dari terjangan tsunami.


sekilas sejarah mesjid baiturahman yang kini Zain dan Zeze pun berselfie di depan mesjid tersebut.

__ADS_1


"Ze makan yuk laper nih.!!"


"ayo tuh ada warung nasi padang yang terkenal rumah makan minang saiyo."


Zain dan Zeze pun ke warung yang diucapkan Zeze tadi dan memesan makanan.Setelah selesai mereka punmenaiki Betor becak bermotor ke rumah bibinya Zeze yang tidak jauh dari pusat kota banda. Banda Aceh terkenal dengan keramahtamahan warganya. dan ciri khas bahasa daerah yang kental.


sambil mendengarkan lahu meurindu lagu aceh Zain menikmati perjalanan nya menikmati hari yang hampa. Layaknya angin siang menerpa hangat namun tidak menghangatkan hati Zain.


…………

__ADS_1


__ADS_2