DIARY OF ASN ZAINAB

DIARY OF ASN ZAINAB
Dipingit


__ADS_3

hari yang begitu indah penuh pelangi jangan beri mendung ya tuhan untuk hari kedepannya ujar Zain dalam hati.


"sayang kenapa melamun ? Mikirin apa sih?" sembari membawa dua piring nasi goreng."


"gak melamun sayang cuma menikmati hari ini semoga pelangi ini terus hingga hari H tanpa mendung , ujar Zain "


"amin, ya Allah, yuk makan nanti keburu dingin."


Zain dan Sandy pun menikmati senja yang bias merahnya yang akan berganti menjadi gelap dengan taburan bintang bintang .


"alhamdulilah , enak banget sayang nasi goreng yang kamu buat, Zain memuji zang calon suaminya."


"makasih sayang , terus giman sayang mau nungguin Sandy sampai siap kerja atau mau balik ke kosan?."


"diantarkan pulang deh kayak deh, capek banget sayang"


"ok ok yuk "


Zain dan sandy pun meninggalkan cafe dan menuju ke kosan Zain.


"selamat malam sayang, selamat istirahat, sambil melambaikan tangan ke Zain "


"iya sayang, hati hati dijalan."


Sandy pun meninggalkan Zain dan menuju ke cafenya lanjut mencari cuan.


Zain pun merebahkan badannya ke kasurnya dan tidak lama pun hilang sebegitu melelahkan hari ini dengan pelangi yang menyinari hidupnya tidak terasa sebentar lagi akan menjadi istri.


Sandy pun berakhir dengan kesibukan nya dan merebahkan badannya dikamar dan akhirnya berselimut mimpi.


Sinar pagi menerobos ruang dikamar Zain dan tidak terasa begitu pulasnya tertidur sehingga lupa hari ini harus beraktifitas lagi seperti biasa.


Dan Zain pun beranjak dari kasur nya beranjak untuk bersiap kerja tapi kenyataannya kasur tidak ingin ditinggalkan serasa ingin terus terdampar di atas kasur dan menikmati mimpi mimpi indah. Oooh alangkah indahnya bila terjadi, bisik bathin Zain.

__ADS_1


"Zain, gimana sudah selesai urusan nya? Tanya Bu seklur."


"alhamdulilah sudah Bu."


"semoga lancar sampai hari H y Zain."


"iya bu"


"Zain, satu lagi pesan ibu nih jangan lasak lasak dulu , kamu tau artinya dipingit kan , kamu darah manis."


"masa sih Bu ada zaman sekarang begitu.? Tanya Zain."


"ada loh pokoknya harus ekstra hati hati."


"makasih ibu udah ngingetin Zain."


"iya sama sama zain"


"pagi vero, ada aja lu ya VER ngeledek gue., sambil mencubit tangan Vero."


"gimana gimana seharusnya udah dipingit nih anak gadis mana boleh berkeliaran diluar rumah."


"ye, kan harus kerja Vero pea"


"iya ya nanti kena marah Bu lurah kalau gak masuk kantor."


"tuh lu tau masih aja ngeledek Zain."


"Sono kerja meja lu banyak berkas tuh., Zain mengusir Vero agar tidak diledek terus ."


"siap nyonya Sandy, Vero pun ke meja kerjanya "


Tidak berasa waktu istirahat pun tiba namun kantor masih juga rame dengan masyarakat.

__ADS_1


selular Zain berbunyi pesan wa dari Sandy .


"assalamualaikum sayang gimana hari ini? Masih berpelangi kah ? Sudah makan siang sayangku?. Sandy


"Walaikumsalam, sayang kamu bisa aja masih dunk harus setiap hari berpelangi jangan biarkan mendung , belum sayang dikantor masih rame masyarakat." Zain


"wahh. Sandy kesana ya bawa makan siang ehh Vero masuk kerja sayang.?" Sandy


"iya sayang Vero ada nih." Zain


"ok ok meluncur kesana Sandy ya yank." Sandy


"hati hati sayang " Zain


"iya sayang ku emmmuach" Sandy


beberapa menit Sandy pun sampai di kantor Zain dengan membawa bungkusan nasi buat calon istrinya dan sohibnya


"siang Bu Zain saya dari cafe Sandy menghantarkan pesanan ibu."


"siang sayang, apaan becandaan Mulu ah, sini duduk sayang sambil mengambil kursi buat Sandy."


" siang calon manten , Goda vero "


"siang jomblo, ledek Sandy "


"ye gue gak jomblo ya, Vero menolak dibilang jomblo."


"udah deh jangan ledek ledekan laper nih, Zain pun memegang perutnya."


"nih sayang yuk makan."


mereka bertiga pun menikmati makan siang dikantor dengan sesekali canda sesekali terdiam menikmati enaknya makan siang.

__ADS_1


__ADS_2