
"sayang undangan pernikahan kita udah selesai, besok udah bisa diambil, gimana mau ikut ma sandy?"
"ok jam berapa sayang ?"
"jam istirahat kantor sayang aja Sandy jeput gimana ?"
"siip sayang "
"ywd Sandy pamit ke cafe, baik baik dikantor ya sayang "
"uuuh mang dikantor ada apa rupanya ? Ledek vero!"
"ada buaya, kayak kamu, ejek Sandy "
"ulala, buaya gak tu.. Ledek vero "
Zain hanya tersenyum melihat tingkah dua sahabat ini.
"hati hati dijalan ya sayang, ujar zain"
"ok cinta "
Sandy pun meninggalkan Zain dan Vero menuju cafe.
"VER, menurut lu Zain ambil cuti atau permisi libur aja, bingung nih?"
"hmmmm, mending permisi beberapa hari aja Zain soal nya kalau ambil cuti ribet urusannya."
"gitu ya, berarti permisi dunk ma ibu lurah, ya ver? Memang dikasih izin?"
"ya dikasih la, Zain coba ja lu ketemu Bu lurah "
"ok dech, makasih ya ver"
"ok, sama sama zain."
Waktu pun berlalu jam kerja pun berakhir dan waktunya pulang .
__ADS_1
Zain pun bersiap meninggalkan kantor begitu juga Vero.
"mau gue antar zain? Tawar vero!"
"gak deh VER jalan ja , ujar zain"
"ok sampai jumpa besok"
"ok VER, hati hati"
Zain menyusuri jalan menuju ke kosan.
Sesampainya di kos Zain pun merebahkan tubuhnya masih berbalut baju dinas.
Ponsel nya pun berdering satu nama yang akan menjadi suami y menelpon. Dan Zain pun mengangkat telepon seluler nya.
(assalamualaikum sayang ) Sandy
(walaikumsalam sayang) Zain
(baru nyampe, nie lagi rebahan, kamu dimana sayang?) Zain
(masih dirumah sayang bentar lagi ke cafe, mau Sandy singgahin makanan ?) Sandy
(boleh deh sayang, hati hati ya sayang ) Zain
(ok sayang ) Sandy
telepon seluler Zain pun tertutup, dan Zain bersiap ke kamar mandi.
dengan balutan kaos pink celana pendek Zain pun menunggu Sandy didepan kos.
Muncul seorang pria dengan kemeja kotak-kotak pink dan celana jeans keluar dari dalam mobil membawa bungkusan yang dijanjikan nya tadi.
"suprise, sayang ini kartu undangan kita."
" cepat banget ya jadi nya sayang "
__ADS_1
"yuk masuk dulu, tawar zain"
Sandy pun mengikuti Zain kekosan
"kamarnya rapi ya sayang tidak sengaja wajah Sandy dan Zain berdekatan"
Tidak mau kehilangan momen tersebut Sandy menarik Zain ke pelukannya .
Dan mata mereka saling bertemu, jantung Zain terasa dua kali memompa dan sebuah bibir mendarat di bibir merah polos, dan mereka saling berbagi ciuman yang tidak pernah terpikirkan. Saling ******* bibir Sandy begitu pintar bagi Zain yang baru pertama merasakan ciuman.
"sayang, sudah ah segera Zain melepas bibirnya dari sandy"
"kenapa sayang , bentar lagi juga kita bakal melakukan itu setiap hari"
"iya kan belum sah sayang"
"iya iya sayang, yuk duduk dulu, zain"
"Sandy langsung berangkat ke cafe, soalnya nanti Sandy makin nakal kalau dekat kamu nya , goda sandy"
"dasar jahil, ya udah hati hati sayang makasih makanan nya, selamat bekerja sayang , jangan ngeliatin cewek cantik di cafe, nanti bintitan, goda zain"
"oh tentu iy dunk sayang , soalnya rugi kalau gak dilihat , Sandy malah menggoda balik Zain."
"ish kamu, wajah Zain berubah cemberut "
"iya gak la sayang, Sandy mah orang nya setia."
"janji jangan nakal"
"janji dunk, Sandy pamit ya Sandy pun mencium kening Zain "
"sampai cafe kasih kabar Zain ya sayang "
"ok sayang."
Sandy pun berangkat ke cafe dan Zain pun masih tidak habis mengingat apa yang terjadi tadi.
__ADS_1