DIARY OF ASN ZAINAB

DIARY OF ASN ZAINAB
KENCAN DI CAFE LANGGANAN


__ADS_3

sandy, vero dan zain juga zeze sudah siap menyatap hidangan mereka.


"luar biasa loh sayang enaknya."


"ya dunk gak kecewa kan."


"beneran endes tekendes kendes, seru vero."


"suasananya juga nilai plus deh."


"iya nih, sambung sandy."


music live pun terdengar menemani mereka yang sedang santai.


sandy pun berdiri melangkah ke tempat music life sedang berlangsung.


sandy pun memilih lagu dan tada tada sandy performace untuk sang calon istri didepan ramai pengunjung


lagu ini buat calon istri ku yang duduk disana semoga ini menjadi kenangan terindah kita dari glen fredly kisah romantis.


Mengejar dirimu


Takkan ada habisnya


Membuat diriku menggila


Bila hati ini


Menjatuhkan pilihan


Apapun akan kulewati


Hari ini sayang


Sangat penting bagiku


Kau jawaban yang aku cari


Kisah hari ini kan kubagi denganmu


Dengarlah sayang kali ini


Permintaanku padamu


Dan dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya hiduplah denganku

__ADS_1


Berbagi kisah hidup berdua


Huu hu u


Cincin ini sayang


Terukirkan namamu


Begitu juga di hatiku.


Hujan warna-warni


Kata orang tak mungkin


Namun itu mungkin bagiku


Sebuah tanda cintaku.


Dan dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya hiduplah denganku


Berbagi kisah hidup berdua


Dengarlah sayangku


(Ya hiduplah denganku) Hiduplah bersamaku


Berbagi kisah hidup


Habiskan sisa hidup


Menikahlah denganku


Sayangku


Uu-yeah


riuh tepuk tangan penonton, zain tersipu melihat kelakuan sandy.


"bisa aja lu buat wanita klepek klepek goda vero setelah sandy turun dan kembali bergabung dengan mereka."


"harus dunk harus pinter ya kan sayang."


"yo wes udah jam 10 nih yuk balik ajak zain ke sandy, nanti kemalaman lo pulangnya, besok kan harus kesini lagi."


"ok sayang yuk, tagihan biar sandy yang bayar malam ini."

__ADS_1


"makasih loh bos sandy, sering sering ah, vero makin getol menggoda sandy."


"dasar lo ah, pinter banget."


mereka pun meninggalkan cafe langganan zain dan zeze.


sesampai dirumah sandy pun berpamitan dengan om dan tante zain.


"sandy pamit, om tante."


"yo wes hati hati dijalan jangan ngebut ngebut darah manis loh nak sandy."


"iya maksih om."


"sayang, sandy pamit ya."


"iya kalau sudah sampai sms zain ya sayang."


"ok,sayang ku.


malam terus berlalu tidak terasa jam sudah di setengah malam.zain tidak bisa tidur karena sandy belum berkabar semenjak pulang dari rumah tantenya.


"kenapa gelisah zain, tanya zeze".


"iya ze, sandy belum beri kabar!."


"coba deh hubungi duluan."


zain pun langsung menekan ponsel nya dan menghubungi sandy.


"ya hallo, nak zain ya suara mama nya sandy."


"assalamualaikum tante, sandy nya udah sampai dirumah tante."


"walaikumsalam , iya sudah tapi begitu sampai papa nya ngajak ngobrol handphone ditinggal di ruang tengah."


"alhamdulillah kirain belum sampai tante, makasih ya tante.walaikumsalam tante "


"iya nak zain."


zain pun menutup teleponnya, tampak wajah kesalnya. dia menderita menanti kabar sidia malah asyik ngobrol sama papanya.


"gimana zain, sudah sampai sandy?."


"sudah malah gue di anggurin gak dikasih kabar ish bete."


"seneng deh liat zain gini besok besok gak bisa lagi deh liat beginian, muka ngambek manyun ." sembari tertawa melihat raut muka zain yang kesal .


"dasar lu ah ze, lagi sebel bukannya di semangatin malah diledekin tau ah."

__ADS_1


zain makin kesal karena zeze ikut meledeknya. dan zain pun menarik selimut, sedangkan zeze masih asyik whatsappan dengan vero. walau sebelahan kamar membatasi mereka.


__ADS_2