
"ayo sayang kita kedalam udah mulai panas, keliling rumah yok."
zain dan sandy pun meninggalkan taman belakang dan menuju rumah terlihat sepasang orang tua yang wanita memainkan gadget dan sang lelaki membaca koran.
mereka menuju kamar sandy yang terletak di atas dan mereka pun mulai tournya.
"sayang ini kamarnya calon suami mu."
"rapi banget san." zain pun terpukau dengan dekorasi ruangan yang bergaya klasik.
"kamar anak lelaki harus rapi dunk sayang."
zain berjalan mengitari ruangan yang besar dan berdiri di balkon kamarnya sandy terlihat dua bangku putih dan meja dihiasi mawar merah.
sandy pun memeluk zain dari belakang dan zain pun hanya terdiam apa yang dilakukan sandy.
"sayang ingin deh secepatnya halal buat mu, sandy ingin seperti ini pagi dengan pelukan dan ada yang menemani."
"sabar sandy, lirih zain".
sandy memutarkan tubuh zain dan mereka kini bertatapan dan mata mereka bertemu ada degupan yang aneh dan tanpa tersadar bibir mereka telah bersatu di suasana balkon kamar sandy.
" sayang, terima kasih sudah mempercayai hati mu untuk ku."
"iya sandy, sama sama telah memilih aku menjadi pasanganmu."
"kita jalan yuk kepantai, sayang mau?"
zain hanya mengangguk tanda persetujuannya.
mereka meninggalkan kamar sandy dan menuju ruang tengah dimana terlihat kedua orang tua sandy yang masing sibuk dengan kegiatan nya masing masing.
"pa,ma, sandy dan zain permisi keluar ya mau jalan jalan."
"mama ikut dunk?"
"hush mama kayak tidak pernah muda aja ,mengganggu tau ledek papanya sandy."
"ye papa, papa lupa ya kapan ajak mama kencan, udah lama banget pa."
"ada ada aja nie mama mu sand, dia kira masih abg pakai pakai acara kencan".
"tante, om zain pamit terima kasih untuk hari ini, pamit zain ke orang tua sandy sambil mencium kedua tangan orang tua sandy."
__ADS_1
"iya hati hati lo san, bawa zain nya kalian darah manis ."
"siap mama bos ."
mereka pun meninggalkan mama dan papa sandy dan menuju ke pantai.
diperjalanan hanya menyisakan pemikiran pemikiran masing masing. tidak lama mereka pun sampai dipantai, lumayan cuaca tidak begitu panas dan ombak begitu tenang. terlihat sekumpulan para gadis seksi dengan gaun yang minim sibuk tertawa dengan teman temannya. dan salah satu dari mereka menghampiri sandy.
"hai sandy, sudah lama ya kita tidak jumpa, kapan nie kita pesta lagi." terlihat sesok gadis sexy cantik menyamperi sandy.
"hai sarah udah lama aku tinggalin kegiatan itu sarah, jawab sandy."
"owhhh pantas jarang jumpa, gimana kabarmu dan teman mu si vero?, masih sendiri kamu san?" dengan nada genit merayu sandy tanpa menghiraukan zain yang berada disamping sandy.
"alhamdulilah nih sarah gue sehat dan juga vero, oh ya kenalin nih calon istri gue, zainab."
"hai, zainab salam kenal , gak nyangka secepat itu mau nikah nya , padahal gue mau ngebet lu tadinya san!!."
"hai, mbak sarah salam kenal kembali."
"ok deh selamat kalau gitu ya san, dan zain gue ketemuan teman gue ya, bye ". sarah pun beranjak pergi meninggalkan mereka yang kini hanya bisa terdiam tak berkata kata.
"maaf sayang, itu tadi teman jaman dulu ya masih hobi kelayapan." sandy membuka percakapan yang dari tadi setenang ombak dipantai.
"sayang gak marah kan sama sandy?"
"ngak dunk, kenapa zain mesti marah san!"
"KirAiin zain cemburu, ma sarah" goda sandy sambil memegang tangan zain
"logikanya yang mau dicemburui itu apa!." zain malah bertanya ke sandy dengan polosnya.
"hahaha tawa sandy lepas , iya ya kan sarah nya cuma say hello sama sandy, hadehhhh sandy nie baperan mulu , apa bawaan mau dekat jadi calon paksu ya sayang!."
"paksu apaan san? tanya polos zain"
"calon bapak suami kamu sayang"
"yee, kamunya bisa aja godain zain".
"sayang, selepas ijab kabul dan sah jadi suami kamu sandy tuh pingin banget kita seperti ini terus , tidak sibuk dengan kegiatan sehari hari , berdua melakukan hal yang disukai, bercanda sambil lupa waktu, ahh serasa aku tuh pingin cepat memilikimu."
"sabar san, semua akan berujung jika kita sabar. semua pasti akan terwujud, impikan saja dulu tidak mengapa nanti kita realisasikan."
__ADS_1
kata bijak zain mampu menyihir sandy jauh kedalam hati dan itu membuat gejolak jati sandy semakin mencintai zain. yang dalam artian dia tidak salah pilih pasangan hidupnya.
"terima kasih tuhan telah menciptakan bidadari disamping ku saat ini, aku sungguh beruntung semoga kelak kami bisa sampai tua seperti ini menikmati indahnya alam mu, teriak sandy memecah keheningan."
"amin, zain pun ikut serta dalam ungkapan sandy yang entah kenapa membuat zain merasa nyaman disampingnya."
tiba tiba langit menumpahkan keindahannya tak lain hujan mulai turun namun dua insan tersebut malah bertahan dipantai dan menikmati kebasahan yang mereka sudah lama tidak merasakannya.
berlari saling kejar, tertawa dideras nya hujan , selaras dengan hati mereka yang tengah dipenuhi taman bunga, layaknya seperti anak kecil.
"sayang, udahan yuk mulai terasa nih dinginnya." ajak sandy menyudahi
"iya , ayo san."
mereka pun meninggalkan pantai dan menuju pulang dengan kondisi basah , walaupun begitu hujan telah mengukir kan cerita mereka berdua.
"ayo segera mandi sayang, jangan lupa minum teh hangat dan mandi air hangat, sandy penuh khawatir."
"terima kasih san, untuk hari ini, hati hati dijalan kamu juga."
"ok sayang, aku pamit, assalamualaikum."
"walaikumsalam."
sandy pun pulang kerumahnya dan zain pun langsung menuju kamar mandi dan selesai itu menyeduh teh hangat agar badannya hangat sehabis hujan hujannnnan bersama sandy.
phone zain berdering dan tertulis dilayar nama sandy memangil, baru saja bersama zain masih belum puas kah menghabiskan waktu bersama.
(assalamualaikum sayang, sudah selesai mandinya terdengar suara sandy disana .) sandy
(walaikumsalam sandy, udah nie sudah juga minum teh hangat sambil lihat televisi.) zain
(belum beberapa jam aku rindu sayang, ingin peluk kamu.) sandy
(bisa aja kamu sandy, merayu ) zain
(iya sayang ini beneran loh, apa harus aku berlari kesana) sandy
(hahaha entar kamu capek kalau lari kemari kan lumayan jauh kalau lari) zain
(hahahah, suara tawa sandy menggelegar memenuhi telinga zain, sayang sayang itu kan umpamanya saja.) sandy
akhirnya mereka pun terus mendalami hati masing masing, bercerita kadang tertawa dan terkadang serius. ah bunga sungguh bermekaran ditaman hati mereka hingga tidak sadar waktu terus menjalar tanpa batas rasa lelah.
__ADS_1
*****