DIARY OF ASN ZAINAB

DIARY OF ASN ZAINAB
GAJI PERDANA


__ADS_3

Pagi pun tiba, zeze pamit ke zain kembali kerumah. dan zain pun siap kekantor.


"hati hati ya ze, kalau sudah sampai kabarin zain."


"okey zain."


zeze pun melaju dengan sepeda motor ya meninggalkan zain.


"pagi, zain".


"pagi ver, gimana kabar hari ini"


"pagi zain, ya it's ok pastinya."


aktifitas biasanya mereka sibuk dengan melayani masyarakat.


(pagi sayang, assalamualaikum. sayang nanti makan siang bareng yuk, nanti sandy jeput).sandy


(walaikumsalam, okey sand).zain


(okey sayang selamat bekerja) sandy


(makasih sandy)zain


"zain, dipanggil bu lurah tuh"


zain pun menuju ruangan lurah dan tidak lupa mengetuk pintu sebelum masuk.


"iya silahkan masuk, suara dari dalam "


"zain, begini bagian protokoler lagi butuh tenaga, gimana menurut zain."


"ya mana baiknya bu"


"okey jadi zain setuju kan pindah ke protokoler."


"ya mana baiknya bu tapi zain belum punya kendaraan bu"


"kalau saran ibu, zain lebih baik ambil pinjaman pegawai dan beli kendaraan."


"iya bu, saya permisi bu."


zain melangkah keluar dan sudah disambut vero.


"zain , kenapa dipanggil ibu ?".


" kasih tau tidak ya, zain menggoda vero."


"zain mau pindah tugas ver, seru bu seklur".


"ye, cepat amat sih belum lagi lama"

__ADS_1


"kan kita masih bisa jumpa ver, ."


"iya dunk harus ya kan"


tidak terasa sudah jam istirahat.


"siang sayang"


"udah nongol aja ni san, bener bener perjuangan ya."


"iya dunk, ver "


"apaan sih ver, ngeledek aja, yuk kita makan bareng."


"jadi vero diajak nih"


"iya dunk hari ini zain yang traktir."


"okey vero ikut dengan senang hati."


"ye lu ma memang kebiasaan menggangu orang ngedate "


"ngedate itu malam bro" ledek vero ke sandy


"ya ngak mesti malam la ver!!"


"yuk ah kalau berantem terus kapan perginya, zain mulai memasang wajah manyun."


mereka pun meninggalkan kantor dan mencari tempat makan.


"kemana kita nie sayang?"


"nasi padang aja deh san."


"okey."


mereka pun tiba diwarung nasi padang yang rame nya luar biasa kalau sudah jam makan siang.


"pesan apa mbak, mas?"


"nasi rendang plus teh manis dingin 2 , ver pesan apa?"


"nasi ayam deh mas, pakai teh manis dingin."


pesanan mereka pun tiba.


"silahkan dinikmati mas, dan mbak.".


"makasih mas"


mereka pun menyantap makan siang mereka.

__ADS_1


"zain kamu bener mau pindah kantor"


"memangnya mau pindah kemana? sambil menyeruput teh manisnya."


"kebagian protokoler san."


"wah banyak cowok ganteng dunk disitu."


"kayaknya gitu sih san, goda vero"


zain hanya tersenyum melihat keduanya.


"belum tahu lo san, ya kalau bu lurah bener izin ya zain bakalan pindah."


"menurut zain kalau pindah bermanfaat tidak?"


"ya, cari pengalaman bekerja pastinya san."


"tapi kantor jadi kurang orang donk zain.! kabarnya bu seklur dan bu kasi pemerintahan juga pindah."


"wah cepat banget dapat info ver, dapat dari mana?"


"ada deh informan terpercaya."


"jadi was was akunya ver, sayang ku pundah kantor"


"ya kalau was was dipercepat dunk melamar nya." goda vero ke sandy


"iya juga ya!!"


"apaan sih kalean berdua ini, yang pastinya harus cari cuan dan nabung dulu."


"jadi lamaran gue ditolak nie sayang.:"


"lamaran apaan san.! jawab zain bingung"


"lamaran jadi calon istri."


zain pun terdiam tidak berkata kata dengan pipi yang bersemu merah.


"tuh zain jadi malu masa melamar di warung nasi padang sih., goda vero."


"apaan sih ver, udah ah zain ke kasir bentar bayar bill nya."


"sayang, sandy saja yang bayar."


"zain saja san, gaji perdana ini loh."


"ya kalau begitu sandy menyerah dunk."


zain pun membayar tagihan makan mereka dan kembali ke sandy dan vero yang tengah mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2